Menu Tutup

Mengapa Pengangguran Semakin Bertambah dan Apa Solusinya?

Pengangguran adalah salah satu masalah sosial dan ekonomi yang dihadapi oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Pengangguran dapat didefinisikan sebagai orang dalam angkatan kerja yang tidak bekerja sama sekali atau tidak mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi dan keahliannya. Pengangguran dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti kemiskinan, kriminalitas, depresi, dan penurunan kesejahteraan masyarakat.

Faktor Penyebab Pengangguran di Indonesia

Pengangguran di Indonesia disebabkan oleh berbagai faktor, baik dari sisi penawaran maupun permintaan tenaga kerja. Beberapa faktor penyebab pengangguran di Indonesia adalah:

– Pertumbuhan penduduk usia kerja yang lebih cepat daripada pertumbuhan lapangan pekerjaan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk usia kerja di Indonesia sebanyak 211,59 juta orang per Februari 2023, naik 4,27 juta orang dibandingkan Februari 2022. Sementara itu, jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja.

– Rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM) yang tidak sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Banyak pencari kerja yang tidak memiliki keterampilan, pengetahuan, atau pengalaman yang dibutuhkan oleh pemberi kerja. Hal ini menyebabkan terjadinya mismatch antara kualifikasi pencari kerja dan permintaan pemberi kerja.

– Kurangnya investasi dan inovasi yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru. Investasi dan inovasi merupakan faktor penting untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing suatu negara. Namun, investasi dan inovasi di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara-negara lain. Hal ini berdampak pada kurangnya peluang usaha dan pekerjaan yang dapat menyerap tenaga kerja.

– Adanya pandemi COVID-19 yang berdampak pada perekonomian dan pasar kerja. Pandemi COVID-19 telah menyebabkan penurunan aktivitas ekonomi, penutupan usaha, pemutusan hubungan kerja (PHK), dan pengurangan jam kerja. Menurut BPS, terdapat 11,53 juta orang (5,53 persen) penduduk usia kerja yang terdampak COVID-19 per Februari 2023. Pandemi COVID-19 juga mengubah pola permintaan dan penawaran tenaga kerja, sehingga memerlukan penyesuaian dari para pencari dan pemberi kerja.

Solusi untuk Mengatasi Pengangguran di Indonesia

Untuk mengatasi pengangguran di Indonesia, diperlukan upaya bersama dari pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Beberapa solusi yang dapat dilakukan adalah:

– Meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan vokasi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Pendidikan dan pelatihan vokasi dapat meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kompetensi para pencari kerja, sehingga dapat memperbesar peluang mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai. Pendidikan dan pelatihan vokasi juga dapat membekali para pencari kerja dengan kewirausahaan, sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

– Mendorong investasi dan inovasi yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru. Investasi dan inovasi dapat dilakukan dengan memberikan insentif fiskal, kemudahan perizinan, perlindungan hak kekayaan intelektual, dukungan infrastruktur, dan akses pembiayaan bagi para investor dan inovator. Investasi dan inovasi dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing suatu negara, sehingga dapat menarik lebih banyak pemberi kerja dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.

– Memberikan bantuan sosial dan stimulus ekonomi bagi para pengangguran dan pekerja terdampak COVID-19. Bantuan sosial dan stimulus ekonomi dapat berupa bantuan tunai, subsidi, kredit, atau fasilitas lain yang dapat membantu para pengangguran dan pekerja terdampak COVID-19 untuk memenuhi kebutuhan hidup dan usaha mereka. Bantuan sosial dan stimulus ekonomi juga dapat mendorong permintaan agregat dan aktivitas ekonomi, sehingga dapat memulihkan pasar kerja.

– Meningkatkan koordinasi dan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam mengatasi pengangguran. Koordinasi dan sinergi dapat dilakukan dengan menyusun dan melaksanakan kebijakan, program, dan strategi yang terintegrasi dan komprehensif dalam mengatasi pengangguran. Koordinasi dan sinergi juga dapat dilakukan dengan membangun jejaring informasi pasar kerja yang akurat, transparan, dan mudah diakses oleh para pencari dan pemberi kerja.

Sumber:
(1) Pengangguran: Pengertian, Jenis dan Penyebabnya di Indonesia. https://www.linovhr.com/pengangguran/.
(2) BPS: Indonesia Punya 7,99 Juta Pengangguran |Republika Online. https://ekonomi.republika.co.id/berita/ru66wh370/bps-indonesia-punya-799-juta-pengangguran.
(3) Badan Pusat Statistik. https://www.bps.go.id/pressrelease/2022/05/09/1915/februari-2022–tingkat-pengangguran-terbuka–tpt–sebesar-5-83-persen.html.
(4) Badan Pusat Statistik. https://www.bps.go.id/pressrelease/2022/11/07/1916/agustus-2022–tingkat-pengangguran-terbuka–tpt–sebesar-5-86-persen-dan-rata-rata-upah-buruh-sebesar-3-07-juta-rupiah-per-bulan.html.
(5) Awal 2023, Ada 7,9 Juta Pengangguran di Indonesia – Databoks. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/05/05/awal-2023-ada-79-juta-pengangguran-di-indonesia.

Baca Juga: