Menghadapi orang sakaratul maut dan hal yang dilakukan setelah meninggal

Menghadapi Orang Yang Akan Meninggal

Apabila kita berada di samping orang sakit yang akan meninggal, hendaklah melakukan hal-hal berikut:

  • Menyebutkan kebaikan Allah, mendoakan dan memintakan
  • Hadapkan orang tersebut ke arah kiblat
  • Membimbing kalimat Tauhid Lā Ilāha Ilallah, yang diucapkan dengan lembut dan jelas dan tidak terlalu sering atau terlalu cepat agar tidak Kalimat tauhid ini dibisikkan kepadanya dengan harapan akhir hayatnya dapat mengucapkan kalimat tauhid.

“Ajarkanlah kepada orang yang akan mati, Laa ilaaha ill Allah” (HR. Muslim, Abu Dawud, dan Turmudzi)

Hal-Hal Yang Dilakukan Setelah Orang Meninggal

1. Memejamkan kelopak matanya
Pertama kali yang harus dilakukan adalah memejamkan kelopak matanya. Karena pandangan mata akan mengikuti keluarnya roh. Jadi, sangat wajar jika seseorang meninggal, mata jenazah kelihatan melotot.

2. Mengikat rahangnya
Setelah itu, mengikat rahangnya dengan kain yang lembut dan sedikit lebar serta agak panjang. Rahangnya diikat melingkar dari sisi sebelah kanan ke bawah, mencakup rahangnya hingga sisi kepala bagian kiri, kemudian diikat di atas kepala.

Mengikat rahang jenazah diperlukan karena jika tidak, mulut jenazah akan selalu terbuka. Hal ini untuk menghindari hewan-hewan kecil yang akan masuk.

3. Melemaskan persendian jenazah
Selanjutnya melemaskan persendian jenazah seperti pergelangan tangan, leher, lutut, jari-jari tangan dan kaki serta pinggang. Jika hal ini lambat dilakukan dan jenazah sudah mulai kaku, dapat menggunakan minyak atau yang lainnya untuk melemaskan persendian jenazah.

Melemaskan persendian ini dilakukan guna untuk memudahkan dalam memandikan dan mengafani jenazah.

4. Melepaskan pakaian yang dipakainya
Melepaskan pakaian yang digunakan dengan memakaikan kain tipis untuk menutup seluruh tubuhnya. Ujung kain yang atas diselipkan di bawah kepala, dan yang bagian bawah di kedua kaki.

Hal ini dikarenakan pakaian yang digunakan banyak keringat dan menjadikan jenazah cepat berbau busuk. Kecuali jika sedang melaksanakan ihram, maka kepala dibiarkan terbuka.

5. Memindahkan jenazah
Jenazah harus dipindahkan ke tempat yang lebih layak dan jauh dari jangkauan binatang. Tempat berbaringnya jenazah hendaknya di alas papan, kasur, atau meletakkan jenazah ke tempat yang sedikit lebih tinggi agar tidak tersentuh lembapnya tanah yang akan mempercepat badan jenazah rusak.

6. Menindih perutnya
Menindih perut jenazah dengan menggunakan benda yang memiliki berat dua puluh dirham (20×2,75 gr = 54,300 gr) atau secukupnya. Manfaatnya, agar perutnya tidak membesar.