Dalam Alquran, neraka disebut dengan berbagai nama yang masing-masing menggambarkan karakteristik dan tingkatannya. Berikut adalah delapan nama neraka yang disebutkan dalam Alquran beserta penjelasannya:
- Jahannam: Nama ini paling sering disebut dalam Alquran dan merujuk pada neraka secara umum. Jahannam digambarkan sebagai tempat dengan api yang menyala-nyala, diperuntukkan bagi orang-orang kafir dan munafik. Contohnya, dalam Surah Al-Hijr ayat 43-44:
“Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah dijanjikan kepada mereka (pengikut-pengikut setan) semuanya. Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.”
- Lazha: Neraka ini digambarkan sebagai api yang bergejolak, yang mengelupas kulit kepala. Lazha disebutkan dalam Surah Al-Ma’arij ayat 15-16:
“Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak, yang mengelupas kulit kepala.”
- Huthamah: Dikenal sebagai “penghancur”, Huthamah adalah neraka yang menghancurkan hingga ke inti. Disebutkan dalam Surah Al-Humazah ayat 4-5:
“Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?”
- Sa’ir: Neraka ini digambarkan sebagai api yang menyala-nyala, tempat bagi orang-orang yang menolak kebenaran. Contohnya, dalam Surah Al-Mulk ayat 10-11:
“Dan mereka berkata: ‘Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni Sa’ir.’ Maka mereka mengakui dosa mereka, maka kebinasaanlah bagi penghuni Sa’ir.”
- Saqar: Neraka ini disebutkan dalam Surah Al-Muddathir ayat 26-27:
“Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar. Tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu?”
- Jahim: Merujuk pada neraka dengan api yang sangat panas. Disebutkan dalam Surah Asy-Syu’ara ayat 91:
“Dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat.”
- Hawiyah: Neraka ini diperuntukkan bagi mereka yang ringan timbangan amal kebaikannya. Disebutkan dalam Surah Al-Qari’ah ayat 8-11:
“Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas.”
- Sijjin: Meskipun lebih sering diartikan sebagai catatan perbuatan orang-orang durhaka, beberapa tafsir mengaitkannya dengan tempat di neraka. Disebutkan dalam Surah Al-Mutaffifin ayat 7:
“Sekali-kali tidak! Sesungguhnya catatan orang yang durhaka itu tersimpan dalam Sijjin.”
Pemahaman mengenai nama-nama neraka ini penting bagi umat Islam sebagai peringatan untuk menjauhi perbuatan dosa dan senantiasa beramal saleh sesuai ajaran Alquran.