Menu Tutup

Nilai Sosial : Pengertian, Sumber, Ciri-Ciri, Fungsi, dan Contohnya

Pengertian

Nilai sosial adalah berbagai prinsip, anggapan maupun keyakinan yang berlaku dalam suatu masyarakat. Nilai ini menjadi pedoman hidup bagi anggota masyarakat dan dianggap baik dan benar serta wajib dipatuhi. Nilai sosial tidak berbentuk tulisan, melainkan berbentuk lisan serta diketahui dan disepakati bersama oleh setiap anggota masyarakat

Sumber Nilai Sosial

Nilai sosial dapat bersumber dari tiga hal, yaitu:

  • Tuhan, yaitu nilai sosial yang didasarkan pada doktrin agama yang menjadi pedoman manusia dalam bersikap dan bertindak.
  • Masyarakat, yaitu nilai sosial yang merupakan hasil kesepakatan sejumlah anggota masyarakat.
  • Individu, yaitu nilai sosial yang merupakan hasil rumusan seseorang dalam suatu masyarakat yang kemudian dijadikan pedoman bagi seluruh anggota masyarakatnya

Ciri-Ciri Nilai Sosial

Secara umum, nilai sosial memiliki ciri-ciri berikut:

  • Terbentuk melalui interaksi sosial antarmanusia secara terus menerus.
  • Diwariskan melalui proses belajar dalam bentuk sosialisasi, akulturasi, dan penyebaran kebudayaan.
  • Aturan atau tolok ukur ditetapkan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan sosial.
  • Nilai yang terkandung bersifat berbeda-beda pada tiap masyarakat dengan kebudayaan dan peradaban yang berbeda.
  • Memberikan pengaruh dengan tingkatan yang berbeda-beda bagi tindakan manusia.
  • Memberi dampak positif dan dampak negatif terhadap perkembangan kepribadian individu yang berperan sebagai anggota masyarakat

Fungsi Nilai Sosial

Nilai sosial memiliki beberapa fungsi, antara lain:

FungsiPenjelasan
Sebagai pedoman perilaku manusia di masyarakatNilai sosial memberikan arahan bagi manusia tentang apa yang harus dan tidak harus dilakukan dalam bermasyarakat.
Menjadi sistem kontrol sosial setiap individuNilai sosial memberikan batasan-batasan bagi individu agar tidak melanggar norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.
Berperan sebagai pelindung sosialNilai sosial memberikan perlindungan bagi individu dari pengaruh-pengaruh negatif yang dapat merusak moral dan kesejahteraan masyarakat.
Alat solidaritasNilai sosial memberikan rasa persatuan dan kesatuan bagi anggota masyarakat yang memiliki kesamaan nilai.
Memenuhi peranan sosial di masyarakatNilai sosial memberikan motivasi bagi individu untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.
Membantu mempertahankan normal sosialNilai sosial memberikan keseimbangan antara hak dan kewajiban individu dalam masyarakat.

Contoh Nilai Sosial

Beberapa contoh nilai sosial yang ada di Indonesia, antara lain:

  • Menghormati orang tua, guru, dan orang yang lebih tua.
  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • Tidak merokok di tempat umum.
  • Tidak melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme.
  • Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
  • Menghargai keberagaman suku, agama, ras, dan budaya.
  • Menolong orang yang membutuhkan bantuan.
  • Tidak melakukan kekerasan fisik maupun verbal.
  • Tidak menyebarkan hoax atau berita palsu.
  • Tidak melakukan diskriminasi atau perbedaan perlakuan.

Nilai Sosial dalam Pendidikan

Pendidikan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi pembentukan nilai sosial dalam diri individu. Melalui pendidikan, individu dapat mempelajari berbagai pengetahuan, keterampilan, sikap, dan perilaku yang sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat. Pendidikan juga dapat membantu individu untuk mengembangkan potensi diri dan berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.

Nilai sosial dalam pendidikan dapat dilihat dari beberapa aspek, antara lain:

  • Tujuan pendidikan, yaitu nilai sosial yang menjadi arah dan sasaran dari proses pendidikan. Tujuan pendidikan mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik. Contoh tujuan pendidikan yang berkaitan dengan nilai sosial adalah membentuk peserta didik yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, cerdas, kreatif, mandiri, dan bertanggung jawab.
  • Kurikulum pendidikan, yaitu nilai sosial yang menjadi acuan dan pedoman dari isi dan proses pendidikan. Kurikulum pendidikan mencakup materi, metode, media, sumber belajar, evaluasi, dan pengembangan pendidikan. Contoh kurikulum pendidikan yang berkaitan dengan nilai sosial adalah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) yang mengajarkan tentang nilai-nilai dasar bangsa Indonesia seperti Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
  • Lingkungan pendidikan, yaitu nilai sosial yang menjadi suasana dan kondisi dari tempat dan waktu pendidikan berlangsung. Lingkungan pendidikan mencakup aspek fisik, biologis, psikologis, sosial, budaya, politik, ekonomi, dan hukum yang mempengaruhi proses belajar mengajar. Contoh lingkungan pendidikan yang berkaitan dengan nilai sosial adalah sekolah yang memiliki fasilitas yang memadai, guru yang profesional, siswa yang berprestasi, orang tua yang peduli, masyarakat yang mendukung, dan pemerintah yang bertanggung jawab.

Nilai sosial dalam pendidikan memiliki beberapa manfaat, antara lain:

  • Meningkatkan kualitas manusia, yaitu nilai sosial dalam pendidikan dapat membantu individu untuk mengembangkan kemampuan intelektual, emosional, spiritual, dan sosial yang diperlukan untuk hidup bermasyarakat.
  • Mengembangkan karakter bangsa, yaitu nilai sosial dalam pendidikan dapat membantu individu untuk menanamkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia seperti gotong royong, toleransi, keadilan, demokrasi, dan nasionalisme.
  • Menciptakan harmoni sosial, yaitu nilai sosial dalam pendidikan dapat membantu individu untuk menjalin hubungan yang baik dengan sesama manusia tanpa membedakan suku, agama, ras, dan budaya.
  • Menyelesaikan masalah sosial, yaitu nilai sosial dalam pendidikan dapat membantu individu untuk berperan aktif dalam menanggulangi berbagai permasalahan sosial yang ada di masyarakat seperti kemiskinan, kekerasan, korupsi, radikalisme, narkoba, dan lain-lain.

Baca Juga: