Pasar Valuta Asing: Pengertian, Tujuan Valas, Jenis-jenis, Resiko dan Antisipasi Resiko

Pasar Valuta Asing

Pasar valuta abnormal atau yang sering disebut dengan istilah foreign exchange market merupakan pasar dimana transaksi valuta abnormal dilakukan baik antarnegara maupun dalam suatu negara. Transaksi sanggup dilakukan oleh suatu badan/ perusahaan atau secara perseorangan dengan banyak sekali tujuan. Dalam setiap kali melaksanakan transaksi valuta asing. Dalam setiap kali melaksanakan transaksi valuta asing, maka digunakan kurs (nilai tukar). Nilai tukar ini sanggup berubah ubah sesuai kondisi dari waktu ke waktu yang disebabkan oleh banyak sekali faktor menyerupai faktor ekonomi dan politik.

Sebagai forum keuangan yang memfasilitasi perdagangan iinternasional, perbankan Islam pun tidak sanggup menghindarkan diri dari keterlibatannya pada pasar valuta asing. Perbankan Islam harus menyusun anutan kerja operasional bagi dirinya biar juga mempunyai kanal ke pasar valuta abnormal tanpa harus terlibat pada prosedur perdagangan yang tidak disetujui atau bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.[4]

Penjualan valas oleh bank devisa dilakukan oleh para dealer-dealer bank yang bersangkutan. Dealer merupakan petugas bank yang melaksanakan transaksi valas dan dalam melaksanakan pekerjaannya dilengkapi dengan banyak sekali alat atau sarana informasi yang canggih. Tempat melaksanakan pekerjaan ini para dealer dikumpulkan dalam suatu ruangan tertentu yang yang disebut dealing room. Ruagan ini tidak sanggup dimasuki oleh sembarang orang, setiap kejadian atau perubahan kurs sanggup dimonitor melalui layar televisi dan alat informasi lainnya, menyerupai jam dinding yang dilengkapi waktu setiap negara.

Disamping sanggup dilakukan antar negara transaksi valas juga sanggup dilakukan antara bank dengan nasabahnya menyerupai transaksi uang kertas abnormal (bank notes), traveller cheque, giro valas, transfer luar negeri atau kegiatan mata uang abnormal lainnya. Dalam transaksi ini, bank memakai kurs jual dan kurs beli dimana penggunaan kurs sanggup dilakukan sebagi berikut:

– Kurs jual pada ketika bank menjual dan nasabah membeli

– Kurs beli pada ketika bank membeli dan nasabah menjual

Khusus untuk uang kertas abnormal (bank note) bank memakai kurs bank notes, sedangkan untuk valas lainnya bank memakai kurs devisa umum.

Selisih antara kurs jual dan kurs beli yang disebut spread yang merupakan keuntungan bank dan dalam praktiknya selalu kurs jual leih tinggi dari kurs beli. Penentuan kurs, pihak perbankan mengacu kepada kurs konversi yang dikeluarkan oleh perbankan setiap hari, kemudian ditambahkan dengan keuntungan yang diinginkan. Penentuan kurs sanggup dilakukan secara direct rate dan indirect rate. Direct rate maksudnya yakni penentuan yang menempatkan mata uang domestik di depan mata uang asing.