Penduduk Spanyol Sebelum Islam Masuk

Dulu, Spanyol sebelum Islam masuk, berada di bawah kerajaan Romawi. Bangsa Romawi dapat menguasai simenanjung itu pada tahun 133 M. Di masa pemerintahan mereka ini, masuk pula sejumlah besar orang-orang Yahudi. Suku-suku Vandal pada abad kelima M. dapat menyerang bangsa Romawi. Sejak itu nama Spanyol berubah menjadi Vandalusia, yaitu negeri bangsa Vandal. Bangsa Arab kemudian menamainya dengan al-Andalusia, yang lebih dikenal dengan nama Andalusia.

Pada awal abad keenam (507 M) suku-suku Ghathia Barat telah dapat pula menyerang Spanyol dan mereka menyusir bangsa Vandal ke Afrika. Bangsa Ghathia kemudian dapat berhasil mendirikan pemerintahan yang kuat di Andalusia. Sampai berubah menjadi bangsa yang lemah disebabkan merjalelanya perbudakan, kepincangan ekonomi karena petani dan pedagang diharuskan menanggung pajak yang memberatkan dan pemaksaan agama Kristen kepada penduduk.

Para budak dipaksa harus bekerja di lahan pertanian milik para penguasa, lapisan menengah masyarakat Spanyol dipaksa menanggung beban sebagai sumber pendapatan dan belanja Negara dengan berbagai jenis pajak dan pihak yang menghimpun kekayaan untuk diserahkan kepada para penguasa. Para rahib Kristen berhasil mengeluarkan berbagai perintah dan sangsi yang sangat keras kepada setiap orang yang enggan menerima dan menjadi pemeluk agama Masehi.

Akibatnya rakyat menjadi menderita, sengsara dan tertekan.

Orang-orang Yahudi, karena tidak tahan menerima pemaksaan-pemaksaan seperti itu, berulang kali melakukan pemberontakan. Tetapi upaya mereka gagal, dan hanya menyebabkan rumah-rumah mereka hancur berantakan dan banyak di antara mereka terpaksa menjadi pemeluk agama Masehi.

Itulah kondisi penduduk Andalusia sebelum ditaklukkan Islam, sementara kondisi penduduk Afrika Utara hidup dalam keadaan sejahtera sewaktu berada di bawah kekuasaan Islam yaitu Daulah Umaiyah yang memerintah dengan adil. Maka tidaklah mengherankan bila penduduk Spanyol berharap agar mereka dapat membebabaskan diri dari kekejaman bangsa Ghathia tersebut.

Sementara Afrika Utara dikuasai Daulah Umayyah pada masa pemerintahan Abdul Malik bin Marwan (685-705) dan mengangkat Hasan bin Nu’man al-Ghassani sebagai gubernur di daerah itu. Pada masa Khalifah al-Walid bin Abdul Malik, gubernur Afrika Utara telah digantikan oleh Musa bin Nusair. Dia memperluas daerah kekuasaannya dengan menduduki Aljazair dan Marokko.

Sewaktu kawasan ini dikuasai kejaraan Ghathia, dia sering menghasut penduduk untuk melakukan kerusuhankerusuhan dan menentang kekuasaan Islam. Tetapi setelah kawasan ini benar-benar dapat dikuasai umat Islam, mereka dapat memusatkan perhatiannya untuk menaklukkan Spanyol. Dengan demikian, Afrika Utara menjadi batu loncatan bagi umat Islam dalam menaklukkan Spanyol.