Pengertian Pasar Oligopoli, Ciri-ciri, Kelebihan, Kekurangan, Contoh dan Jenis-Jenis

Pengertian Pasar Oligopoli

Dilihat dari segi bahasa, Oligopoli berasal dari dua kata yaitu ‘Oligos’ yang berarti banyak dan ‘polein’ yang berarti menjual. Jadi secara bahasa, Oligopoli berarti menjual dalam jumlah banyak. Sedangkan dalam ilmu ekonomi, Pasar Oligopoli adalah suatu jenis pasar dimana hanya terdapat beberapa produsen (penjual) untuk menyediakan keperluan dari pembeli yang banyak di pasar. Dalam kondisi seperti itu, maka barang yang dijual menjadi cenderung homogen dan sulit dibedakan. Oleh karenanya, Pasar Oligopoli tergolong sebagai salah satu jenis pasar dengan persaingan yang tidak sempurna.

Dalam pasar Oligopoli, tiap perusahaan akan memposisikan diri sebagai bagian dari permainan pasar. Hal tersebut tentu perlu dilakukan karena keuntungan yang mereka dapat sangat bergantung pada perusahaan pesaingnya. Setiap kebijakan yang diambil satu perusahaan, akan sangat mempengaruhi perusahaan lain sehingga persaingan akan semakin ketat dalam membuat harga dan kualitas

Faktor terbentuknya pasar oligopoly sebagai berikut :

Adanya Efisiensi Skala Besar

Maksud dari efisiensi ini adalah adanya penghematan teknologi dan biaya produksi. Hal ini menjadikan pelaku usaha lebih selektif untuk turut serta dalam pasar. Efeknya hanya segelintir perusahaan saja yang berani mengambil peran di dalamnya.

Adanya Kompetensi Manajemen yang Kompleks

Maksud dari kompetensi manajemen yang kompleks adalah bahwa dalam kegiatan pasar, terdapat persaingan bebas yang menuntut perusahaan untuk mengambil peran dan langkah. Hal ini dibutuhkan untuk menentukan kebijakan dan arah manajemen termasuk menemukan inovasi baru sehingga produksi barang tetap berkembang dan diminati pasar. Melalui kompetensi manajemen yang kompleks inilah yang menjadikan terdorongnya pembentukan Pasar Oligopoli.

Ciri-ciri Pasar Oligopoli tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Hanya terdapat beberapa produsen yang menguasai banyak konsumen di pasar. Biasanya jumlah produsen tidak sampai 10 perusahaan.
  2. Produk yang diperjualbelikan bisa bersifat homogen, bisa pula beragam.
  3. Sistem harga menjadi kaku atau cenderung sama karena adanya kepemimpinan harga oleh perusahaan terbesar di pasar (merek yang paling laris).
  4. Memiliki kurva permintaan dengan elastisitas silang yang relatif tinggi.
  5. Setiap perusahaan cenderung memberlakukan harga pasar yang umum.
  6. Promosi dan inovasi merupakan strategi yang sangat penting.
  7. Promosi melalui iklan atau media dilakukan secara intens. Bisa dilihat di televisi, iklan-iklan produk rumah tangga tersebut selalu tampil.
  8. Biasanya perusahaan lain atau baru sulit memasuki Pasar Oligopoli yang sudah eksis.

Kelebihan dari Pasar Oligopoli sebagai berikut :

  1. Persaingan yang ketat menjadikan setiap perusahaan sangat mengupayakan inovasi dan menjaga kualitas terbaiknya.
  2. Harga produk menjadi lebih sesuai dengan keinginan konsumen karena persaingan antar produsen yang ketat membuat masing-masing produsen tidak mau mematok harga terlalu tinggi.
  3. Meskipun tidak banyak, tetapi setidaknya konsumen punya beberapa pilihan merek yang sesuai dengan keinginannya.
  4. Kegiatan produksi menjadi lebih efektif.

Kekurangan pasar oligopoli diantaranya sebagai berikut :

  1. Produsen baru sulit untuk masuk ke pasar sehingga pertumbuhan ekonomi cenderung lambat karena persaingan hanya terjadi di beberapa produsen saja.
  2. Kebijakan produsen terbesar (biasanya terlaris) sangat mempengaruhi pasar dibanding produsen lain di bawahnya.
  3. Oleh karena promosi sangat penting, modal untuk iklan menjadi sangat banyak sehingga bisa menjadi pemborosan ekonomi jika tidak tepat sasaran.
  4. Sering terjadi perang harga antar produsen.
  5. Kemungkinan adanya konsumen yang loyal sangat besar terhadap satu merek, sehingga perusahaan lain sulit untuk bersaing di pasar dengan konsumen yang sama.
  6. Memungkinkan banyak hak paten atas suatu produk tertentu sehingga membatasi perusahaan lain untuk melakukan pengembangan produk yang sama.
  7. Cukup sulit untuk melakukan pemerataan pendapatan.
  8. Peluang munculnya eksploitasi yang berlebihan dalam kegiatan pasar menjadi lebih besar.
  9. Perusahaan yang sudah memiliki jam terbang lebih memiliki peluang menikmati skala ekonomis, sehingga bisa menurunkan biaya produksi dan menurunkan harga pasar. Hal ini tentu merugikan perusahaan di bawahnya atau pendatang.

Contoh pasar oligopoly yaitu :

  1. Industri semen
  2. Industri kendaraan bermotor
  3. Rokok
  4. Layanan Telekomunikasi
  5. Jasa penerbangan

Jenis-Jenis Pasar Oligopoli:

  1. Pasar Oligopoli Murni (homogen)
  2. Pasar Oligopoli Terdiferensiasi
  3. Pasar Oligopoli Non Kolusi
  4. Pasar Oligopoli Kolusi

DAFTAR PUSTAKA

  • Sukirno, Sadono. 2005. Mikroekonomi Teori Pengantar. Jakarta; Pt Rajagrafindo
  • Boediono. 2002. Ekonomi Mikro Edisi Kedua. Yogyakarta; Bpfe-Yogyakarta