Pengertian Pesaingan, Dinamika Persaingan dan Strategi Dalam Bersaing

Pengertian Pesaingan

 Kotler dan Porter menyatakan bahwa Persaingan dalam konteks pemasaran yaitu keadaan dimana perusahaan pada pasar produk atau jasa tertentu akan memperlihatkan keunggulannya masing-masing, dengan atau tanpa terikat peraturan tertentu dalam rangka meraih pelanggannya. Sedangkan berdasarkan Porter, persaingan akan terjadi pada beberapa kelompok pesaing yang tidak hanya pada produk atau jasa sejenis, sanggup pada produk atau jasa substitusi maupun persaingan pada hulu dan hilir.

Secara terminologi persaingan yaitu suatu konsep yang kerap dipakai dalam ilmu ekonomi untuk mengerti bagaimana pembentukan harga pasar dan keputusan penetapan harga pasar dan keputusan penetapan harga oleh suatu perusahaan atau penjual.

Persaingan yaitu keadaan ketika organisasi berperang atau berlomba-lomba untuk mencapai hasil atau tujuan yang diinginkan mirip konsumen, pangsa pasar, peringkat survei, atau sumber daya yang dibutuhkan.[1]

Dari pengertian di atas, sanggup disimpulkan bahwa persaingan yaitu suatu bentuk perjuangan yang dilaksanakan supaya mendapat kemenangan atau mendapat posisi yang lebih baik tanpa harus terjadi benturan fisik atau konflik.

Jenis – Jenis Persaingan

  1. Pasar persaingan sempurna, diartikan sebagai pasar dengan penjual dan pembeli yang sangat banya, sehingga tidak ada satu pun penjual atau pembeli yang bisa mempengaruhi harga. Dalam pasar persaingan tepat jumlah perusahaan sangat banyak daan kemampuan setiap perusahaan dianggap sedemikian kecilnya sehingga tidak bisa mempengaruhi pasar
  2. Persaingan tidak sempurna, yaitu suatu pasar di mana seorang penjual mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi harga pasar, alasannya jumlah barang yang ditawarkan cukup besar yang memungkinkan penjualan tersebut sanggup mempengaruhi harga pasar.[2]

Posisi-Posisi Dalam Persaingan

Persaingan mempunyai posisi yang bisa ditempati oleh para perusahaan yang bermain di dalamnya. Posisi ini tidak serta merta secara simpel bisa didapatkan oleh pelaku pasar tersebut, pemasar harus berjuang secara keras biar bisa mendapat posisi sebagai seorang pemimpin pasar (Leader Market) dimana perusahaan tersebut menghasilkan roduk (barang atau pun jasa). Secara umum, posisi pasar dalam persaingan terbagi menjadi 4 (empat) yaitu:

  1. Pemimpin Pasar (Leader Marketadalah pemasar yang paling banyak mempunyai konsumen di pasarPemimpin pasar ini akan simpel mendapat kepercayaan konsumennya jikalau akan menciptakan atau meluncurkan produk gres di pasaran.
  2. Pesaing Pasar atau Penantang Pasar (Competitors Market)Posisi ini merupakan penantang pasar yang menjadi lawan utama dari pemimpin pasar. Penantang ini serta merta akan selalu mencoba melaksanakan hal lebih atas apa yang telah dilakukan oleh pemimpin pasar. Penantang pasar tidak ingin kalah tanding meski pun penantang ini kalah dalam hal jumlah konsumen.
  3. Pengikut Pasar (Followers Market)Perusahaan pengikut selalu merupakan sasaran utama dari serangan yang dilancarkan oleh perusahaan penantang. Namun yang perlu dilihat yaitu pengikut pasar tidak ikut serta secara terang-terangan dalam persaingan melainkan secara kecil alasannya jikalau secara terang-terangan sudah niscaya perusahaan tersebut akan mengalami kekalahan.
  4. Relung Pasar atau Ceruk Pasar (Niche Market)Setiap industri atau perusahaan yang melaksanakan produksi barang atau jasa selain mempunyai pesaing dan pengikut, tapi juga mempunyai pasar yang tidak diperhitungkan di dalam persaingan. Mereka sering diibaratkan sebagai pemasar yang tidak mempunyai konsumen. Jika telaah, pengisi relung pasar biasanya membidik pasar yang tidak mampu membeli produk yang dihasilkan oleh pemimpin atau pun pesaing pasar. Maka relung pasar bisanya akan mendapat pasar secara bertahap dan tidak memungkinkan nanti pasar mereka bisa berasal dari konsumen pemimpin pasar.

Pengertian Dinamika Persaingan

Dinamika adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada periode tertentu (biasanya tahun). Dengan demikian dinamika persaingan yaitu perubahan-perubahan yang terjadi terhadap persaingan yang terjadi pada perusahaan dalam memperebutkan pelanggan pada periode periode tertentu. Dinamika persaingan dihasilkan oleh serangkaian tindakan kompetitif dan balasan – balasan kompetitif antara perusahaan – perusahaan yang bersaing dalam satu industri tertentu.

Seiring berjalannya waktu, perusahan – perusahaan yang bersaing dalam suatu industri melaksanakan sejumlah tindakan dan balasan persaingan. Persaingan kompetitif terjadi ketika dua atau lebih perusahaan berebut satu sama lain dalam usahanya mengejar posisi pasar yang menguntungkan. Persaingan kompetitif terjadi di antara perusahaan alasannya satu atau lebih pesaing mencicipi tekanan atau melihat peluang – peluang untuk memperbaiki posisi pasar mereka.[3]