Peranan Persatuan Indonesia Dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

 Menurut Muhammad Yamin, bangsa Indonesia dalam merintis terbentuknya suatu bangsa dalam panggung politik internasional melalui suatu proses sejarahnya sendiri, yang tidak sama dengan bangsa lain. Dalam proses terbentuknya persatuan tersebut bangsa Indonesia menginginkan suatu bangsa yang benar-benar merdeka, mandiri, bebas menentukan nasibnya sendiri tidak tergantung pada bangsa ini. Menurutnya terwujudnya Persatuan Kebangsaan Indonesia itu berlangsung melalui tiga fase. Pertama, Zaman Kebangsaan Sriwijaya. Kedua, Zaman Kebangsaan Majapahit, dan ketiga, Zaman Kebangsaan Indonesia Merdeka (yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945). Kebangsaan Indonesia pertama dan kedua itu disebutnya sebagai nasionalisme lama, sedangkan fase ketiga disebutnya sebagai nasional Indonesia Modern, yaitu suatu Nationale Staat (Etat Nationale), yaitu suatu negara kebangsaan Indonesia Modern menurut susunan kekeluargaan, berdasar atas ketuhanan Yang Maha Esa serta kemanusiaan.

Pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia, pengertian Persatuan Indonesia adalah sebagai faktor kunci, yaitu sebagai sumber semangat, motivasi dan penggerak perjuangan Indonesia. Hal itu tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 yang bunyinya; “Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah pada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka bersatu berdaulat adil dan makmur.”

Jadi, pengertian Persatuan Indonesia merupakan suatu faktor kunci yang menentukan terwujudnya kemerdekaan Indonesia. Semenjak kaum penjajah bercokol di tanah air kita, perjuangan baik yang lokal maupun antar lokal dalam segala bentuknya terus melawan penjajah dengan gigih. Tetapi semenjak permulaan adab XX setelah beberapa tenaga bumiputera berhasil mengenyam pendidikan menengah dan tinggi, maka berubahlah bentuk perjuangan itu. dalam bentuk perjuangan periode modern kemerdekaan Indonesia. Perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak hanya bersifat lokal saja melainkan antar lokal dalam bentuk organisasi yang berwawasan dan berjiwa negara Indonesia.

Cita-cita untuk mencapai Indonesia merdeka dalam bentuk organisasi modern baik yang berdasarkan agama Islam, paham kebangsaan ataupun sosialisme tiu  dipelopori oleh berdirinya Serikat Dagang Islam (1905), Budi Utomo (1908), kemudian Serikat Islam (1911), Muhammadiyah (1912), Indiche Pertij (1911), Perhimpunan Indonesia (1924), Partai Nasional Indonesia (1929), Partindo (1933) dan sebagainya. Integrasi pergerakan dalam mencapai cita-cita yang pertama kali tampak dalam bentuk federasi seluruh orpol/ormas yang ada, yaitu permupakatan perhimpunan-perhimpunan politik kebangsaan Indonesia (1927).

Kebulatan tekad untuk mewujudkan Persatuan Indonesia kemudian tercermin dalam manifestasi sumpah pemuda yang dipelopori oleh pemuda perintis kemerdekaan pada tanggal 28 Oktober 1928 di Jakarta yang mengikrarkan.

“Satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa Indonesia

Kebetulan tekad untuk mewujudkan persatuan Indonesia lewat sumpah pemuda itu selanjutnya merupakan suatu sumber semangat dan sekaligus sebagai perwujudan persatuan Indonesia saat perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah Belanda. Sejak saat itulah mulai berseminya nasionalisme Indonesia modern, yang bersumber pada persatuan Indonesia. Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 itulah pangkal tumpuan cita-cita menuju Indonesia merdeka. Perjuangan kemerdekaan antara parpol/ormas pada waktu itu dengan segala stategi dan taktinya, baik yang kooperatif maupun non kooperatif terhadap pemerintahan Hindia belanda mengalami pasang naik federasi maupun fungsi dalam gabungan politik Indonesia (1939) dan fusi terakhir Majelis Rakyat Indonesia.

Akhirnya arus besar perjuangan kemerdekaan Indonesia secara keseluruhan dengan berkat ridha Allah yang Maha Kuasa, berhasil mencapai puncaknya yaitu pada detik proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Perkembangan dan pertumbuhan persatuan Indonesia yang berlangsung beradab-adab lamanya kemudian dapat membuahkan hasil yaitu suatu negara yang merdeka, bersatu berdaulat, adil dan makmur. Peranan persatuan Indonesia ke pada masa perjuangan kemerdekaan merupakan sumber pergerakan dan sumber cita-cita yang memiliki suatu daya dinamika yang luar biasa yang mampu mewujudkan Negara Indonesia yang merdeka.

DAFTAR PUSTAKA

Kaelan dan Achmad Zubaidi, Pendidikan Kewarganegaraan,Yogyakarta: Paradigma, 2010.

Kaelan, Filsafat Pancasila, Yogyakarta: Paradigma, 2002.