Rukun dan Wajib Haji

Rukun haji adalah perbuatan yang harus dikerjakan yang tidak boleh digantikan dengan satupun. Sehingga jika tertinggal salah satunya mengakibatkan tidak sah hajinya. Sedangkan wajib haji ialah sesuatu yang harus dikerjakan namun bila tertinggal salah satunya karena sesuatu hal, boleh diganti dengan membayar dam (denda yang harus dibayarkan/ditunaikan sesuai dengan ketentuan yang telah tercapai).

Rukun haji ada enam, yaitu :

1. Ihram

Ihram adalah berniat mulai mengerjakan haji atau umrah, dengan memakai pakaian ihran (warna putih). Pakaian ihram laki-laki tidak berjahit, namun bagi wanita boleh berjahit.

2. Wuquf di Arafah

Wuquf adalah berhenti (hadir) di padang Arafah pada waktu yang ditentukan, yang mulai dari tergelincir matahari (waktu zhuhur) tanggal 9 Dzulhijjah sampai terbit fajar tanggal 10 Dzulhijjah. Artinya orang yang sedang mengerjakan haji itu wajib berada di padang arafah pada waktu tersebut. Dalam sebuah sabda Rasulullah Saw, diterangkan :

“Dari Abd al-Rahman bin Ya’mur, bahwasannya orang-orang Nejd telah datang kepada Raulullah Saw, sewaktu beliau sedang wuquf di Arafah. Mereka bertanya kepada beliau, maka beliau kemudian menyuruh orang supaya mengumumkan : “Haji itu Arafah.” Artinya, yang terpenting urusan haji iaslah hadir di Arafah. Barangsiapa yang datang pada malam sepuluh sebelum terbit fajar, sesungguhnya ia telah mendapat waktu yang sah” (HR. Lima Ahli Hadits).

Dari hadits tersebut, bahwasannya kehadiran di padang Arafah pada waktu-waktu yang telah ditentukan itu penting, karena inti haji adalah Arafah. Dan Wuquf inilah yang menjadi pokok perbedaan haji dengan umrah, bahwa dalam pelaksanaan ibadah umrah tidak diharuskan melakukan wuquf di Arafah.

3. Thawaf

Thawaf ialah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Thawaf rukun/thawaf yang merupakan rukun haji ini dinamakan Thawaf Ifadhah.

Cara melakukan thawaf ialah : Pertama, harus suci dari hadats dan najis. Kedua, menutup aurat. Ketiga, Ka’bah berada di sebelah kiri orang yang thawaf. Keempat, memulai thawaf dari Hajar al-Aswad (batu hitam) yang ada di salah satu sudut Ka’bah yang dinamakan Rukun Yamani, dengan cara menyapunya (kalau dapat, bahkan bolehmenciumnya, namun kalau tidak dapat cukup dengan melambaikan tangan sewaktu berada di arah Hajar al-Aswad tersebut). Kelima, thawaf itu dilakukan tujuh kali (dari Hajar al-Aswad ke Hajar al-Aswad terhitung satu kali). Keenam, melakukan thawaf hendaknya berada berada di dalam Masjid al-Haram. Sewaktu Thawaf membaca : “Mahasuci Allah, segala puji bagi-Nya, tiada Tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar, tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah”.

4. Sa’i

Sa’i ialah berlari-lari kecil di antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali, dimulai dari Shafa dan diakhiri di Marwah. Dimana pada saat ini, jarak di antara dua bukit ini telah dibuatkan penghubung berupa atap dan berlantai marmer, sehingga orang-orang yang melakukan sa’i tidak lagi merasa kepanasan oleh teriknya matahari./

5. Tahallul

Tahallul ialah penghalalan atas beberapa larangan dalam ibadah haji dengan cara menggunting rambut minimal tiga helai. Tahallul ada dua macam, yaitu Tahallul pertama adalah penghalalan atas beberapa larangan haji seperti bolehnya melepas pakaian ihram, menggunting kuku, memakai wangi-wangian, menutup kepala. Setelah tahallul pertama, pelaksanaan rukun haji telah selesai, namun wajib hajinya belum selesai. Tahallul kedua adalah penghalalan atas keseluruhan larangan dalam ibadah haji, seperti melakukan akad nikah.

6. Tertib

Yaitu menertibkan urutan pelaksanaan rukun, yang dahulu didahulukan, yang kemudian dikemudiankan, seperti melakukan thawaf lebih didahulukan daripada melakukan sa’i dan seterusnya.