Sastra Inggris vs Pendidikan Bahasa Inggris: Bedanya & Mana yang Lebih Cepat Dapat Kerja?

lustrasi mahasiswa di persimpangan jalan memilih jurusan antara Pendidikan Bahasa Inggris (guru di kelas) dan Sastra Inggris (karir kreatif dan media).
lustrasi mahasiswa di persimpangan jalan memilih jurusan antara Pendidikan Bahasa Inggris (guru di kelas) dan Sastra Inggris (karir kreatif dan media).

Bingung memilih jurusan kuliah adalah fase yang wajar, terutama bagi calon mahasiswa baru yang memiliki minat kuat pada bahasa asing. Di antara sekian banyak pilihan, dua jurusan primadona yang sering memicu dilema adalah Sastra Inggris dan Pendidikan Bahasa Inggris.

Sepintas, keduanya terdengar sama: “Sama-sama belajar bahasa Inggris, kan?”

Memang benar, keduanya menggunakan bahasa Inggris sebagai medium utama. Namun, ibarat kendaraan, tujuannya sangat berbeda. Jika Sastra Inggris mempelajari “bagaimana mesin mobil itu bekerja”, maka Pendidikan Bahasa Inggris mempelajari “bagaimana cara mengemudikan mobil tersebut untuk mengantar penumpang”.

Pertanyaan terbesar yang sering menghantui calon mahasiswa (dan orang tua) adalah: Dari kedua jurusan ini, mana yang lulusannya lebih mudah dan cepat mendapatkan pekerjaan?

Artikel ini akan mengupas tuntas perbedaan kurikulum, gelar, skill yang didapat, hingga realita pahit manisnya dunia kerja bagi kedua jurusan tersebut.

1. Perbedaan Mendasar: Gelar dan Fokus Ilmu

Kesalahan pertama yang sering terjadi adalah menganggap jurusan Sastra bisa otomatis menjadi guru, atau jurusan Pendidikan tidak bisa bekerja di perusahaan. Mari kita luruskan dari akarnya.

Pendidikan Bahasa Inggris (English Education)

Jurusan ini berada di bawah naungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

  • Gelar: S.Pd. (Sarjana Pendidikan).

  • Fokus Utama: Mencetak tenaga pengajar profesional. Anda tidak hanya dituntut jago bahasa Inggris, tapi juga harus paham cara mentransfer ilmu tersebut kepada orang lain.

  • Mindset: “Bagaimana cara menjelaskan Present Perfect Tense agar anak SMP paham?”

Sastra Inggris (English Literature)

Jurusan ini biasanya berada di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) atau Fakultas Sastra.

  • Gelar: S.S. (Sarjana Sastra) atau S.Hum. (Sarjana Humaniora).

  • Fokus Utama: Mengkaji bahasa sebagai produk budaya, seni, dan sistem linguistik. Anda akan membedah struktur bahasa hingga ke akar-akarnya, serta menganalisis karya sastra (novel, puisi, drama) dari berbagai zaman.

  • Mindset: “Mengapa penulis menggunakan metafora ini dan bagaimana pengaruh sosial-politik inggris saat karya ini dibuat?”

2. Bedah Mata Kuliah: Apa yang Sebenarnya Dipelajari?

Agar Anda punya bayangan lebih jelas mengenai keseharian kuliahnya, mari kita lihat perbandingan mata kuliah yang akan Anda temui.

Di Pendidikan Bahasa Inggris, Anda Belajar:

Selain mata kuliah skill dasar (Listening, Speaking, Reading, Writing), Anda akan bertemu dengan:

  • Educational Psychology: Mempelajari psikologi siswa agar bisa menangani berbagai karakter di kelas.

  • Curriculum Development: Cara merancang silabus dan materi ajar yang efektif.

  • Classroom Management: Seni mengelola suasana kelas agar kondusif.

  • Micro Teaching: Simulasi mengajar di depan teman-teman sekelas yang dinilai langsung oleh dosen.

Di Sastra Inggris, Anda Belajar:

Porsi belajar bahasanya jauh lebih “berat” dan teknis, meliputi:

  • Linguistics: Ilmu bahasa murni (Fonologi, Morfologi, Sintaksis, Semantik). Ini adalah “matematika”-nya bahasa.

  • Translation & Interpreting: Teknik menerjemahkan dokumen atau lisan secara akurat, bukan sekadar Google Translate.

  • Literary Criticism: Mengkritik dan menganalisis karya sastra klasik hingga pop.

  • Cross-Cultural Understanding (CCU): Memahami budaya negara penutur asli agar tidak terjadi gegar budaya.

3. Pertarungan Prospek Kerja: Siapa Lebih Unggul?

Kembali ke pertanyaan judul: Mana yang lebih mudah dapat kerja? Jawabannya tergantung pada sektor industri mana yang Anda incar.

Pendidikan Bahasa Inggris: Raja di Sektor Formal

Jika definisi “sukses” bagi Anda adalah menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau guru tetap, maka Pendidikan Bahasa Inggris adalah pemenangnya.

  • Peluang: Sekolah Negeri/Swasta, Lembaga Bimbingan Belajar (Bimbel), Dosen (wajib S2), hingga pengajar BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing).

  • Keunggulan: Ijazah S.Pd adalah syarat mutlak untuk sertifikasi guru dan pendaftaran seleksi guru ASN (PPPK). Lulusan Sastra Inggris harus mengambil kuliah profesi tambahan (PPG) jika ingin masuk ke jalur ini, yang memakan waktu dan biaya lagi.

Sastra Inggris: Bintang di Sektor Kreatif & Korporat

Jika Anda ingin bekerja di Start-up, perusahaan multinasional, atau media, Sastra Inggris memiliki fleksibilitas yang luar biasa.

  • Peluang: Content Writer, Copywriter, UX Writer, Penerjemah, Jurnalis, Staf Kedutaan Besar (Diplomat), Public Relations, hingga HRD.

  • Keunggulan: Perusahaan swasta menyukai kemampuan analytical thinking dan sensitivitas bahasa lulusan sastra. Di era digital, posisi seperti SEO Specialist atau Social Media Specialist sangat banyak diisi oleh anak Sastra Inggris karena kemampuan mereka merangkai kata yang persuasif.

4. Mitos yang Sering Salah Kaprah

Sebelum memutuskan, Anda perlu menghapus stigma-stigma berikut agar tidak tersesat:

  1. “Anak Sastra Inggris cuma baca novel.” Salah besar. Membaca novel hanyalah media untuk melatih analisis kritis. Output-nya adalah kemampuan berpikir logis dan sistematis yang sangat terpakai di dunia bisnis.

  2. “Lulusan Pendidikan pasti jadi guru.” Tidak selalu. Banyak lulusan S.Pd yang akhirnya bekerja di bank, menjadi jurnalis, atau membuka bisnis sendiri karena mereka memiliki kemampuan public speaking yang sangat baik—sebuah skill yang dilatih habis-habisan saat kuliah pendidikan.

  3. “Sastra Inggris lebih susah daripada Pendidikan.” Relatif. Sastra Inggris memang lebih teoritis dan abstrak, sedangkan Pendidikan lebih praktis. Namun, tantangan di Pendidikan adalah mentalitas untuk menghadapi manusia (siswa), yang kadang lebih sulit daripada menghadapi buku.

5. Kesimpulan: Strategi Memilih Agar Tidak Menyesal

Jadi, mana yang lebih mudah dapat kerja?

  • Pilihlah Pendidikan Bahasa Inggris jika Anda mencari stabilitas karir. Jalur ini lebih linear: Kuliah -> Lulus -> Jadi Guru. Permintaan guru tidak akan pernah mati.

  • Pilihlah Sastra Inggris jika Anda menyukai tantangan dan variasi karir. Anda harus siap bersaing dengan jurusan lain (seperti Komunikasi atau Hubungan Internasional), namun “langit-langit” gajinya di sektor swasta (terutama Tech Company) seringkali lebih tinggi dibanding gaji awal guru.

Pada akhirnya, di tahun 2024 ke atas, ijazah hanyalah pintu masuk. Yang membuat Anda “mudah” dapat kerja bukanlah tulisan S.S. atau S.Pd. di belakang nama Anda, melainkan skill tambahan yang Anda miliki: apakah itu teknologi, digital marketing, atau kemampuan komunikasi interpersonal yang mumpuni.

Menu Utama