Menu Tutup

Sejarah Bangsa Arab Sebelum Islam

Bangsa Arab adalah salah satu dari rumpun bangsa Semit yang mendiami jazirah Arabia, sebuah simenanjung terbesar di dunia yang terletak di Asia Barat Daya Bangsa Arab memiliki sejarah yang panjang dan kaya sebelum menerima Islam sebagai agama mereka pada abad ke-7 Masehi. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa aspek penting dari sejarah bangsa Arab sebelum Islam, yaitu:

  1. Geografi Simenanjung Arabia
  2. Asal Usul Bangsa Arab
  3. Flora
  4. Fauna
  5. Agama Dan Kepercayaan

Geografi Simenanjung Arabia

Simenanjung Arabia memiliki luas sekitar 1.027.000 mil persegi dan sebagian besar ditutupi oleh padang pasir yang kering dan panas Simenanjung ini tidak memiliki sungai yang mengalir ke laut, hanya ada lembah-lembah yang digenangi air saat musim hujan Simenanjung Arabia terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu daerah pedalaman dan daerah pantai.

Daerah pedalaman adalah daerah yang kurang dituruni hujan dan tandus, sehingga sedikit penduduknya Penduduk pedalaman hidup sebagai pengembara (ahl al-badwi) yang berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari air dan padang rumput untuk ternak mereka Pekerjaan utama mereka adalah memelihara unta, domba, dan kuda serta berburu.

Daerah pantai adalah daerah yang lebih subur karena mendapat curah hujan yang teratur, terutama di bagian tengah dan selatan simenanjung Daerah pantai meliputi daerah Hijaz, Yaman, Hadramaut, Oman, dan Bahrain Yaman adalah daerah yang paling subur dan disebut sebagai negeri barkah (berkah) Penduduk pantai hidup sebagai penduduk tetap (ahl al-hadhar) yang menetap di perkampungan atau kota-kota dagang Pekerjaan utama mereka adalah bercocok tanam, berdagang, dan membuat kerajinan

Asal Usul Bangsa Arab

Bangsa Arab berasal dari ras Samiyah dan terbagi menjadi dua suku besar, yaitu suku Arab al-Baidah dan suku Arab al-Baqiyah

Suku Arab al-Baidah adalah suku Arab yang sudah punah dan tidak meninggalkan keturunan, seperti kaum ‘Ad dan Tsamud Kaum ‘Ad dan Tsamud adalah dua kaum yang sombong dan durhaka kepada Allah SWT, sehingga Allah SWT menghancurkan mereka dengan angin kencang dan gempa bumi sebagai azab atas kedurhakaan mereka Kisah kaum ‘Ad dan Tsamud disebutkan dalam beberapa surat dalam Al-Quran, seperti surat Al-A’raf, Hud, Al-Hijr, Asy-Syu’ara’, An-Naml, Al-Qamar, Al-Haqqah, dan Fushshilat.

Suku Arab al-Baqiyah adalah suku Arab yang masih hidup sampai sekarang dan terdiri dari dua cabang utama, yaitu keturunan Qahtan dan keturunan Adnan

Keturunan Qahtan adalah suku Arab yang tinggal di bagian selatan simenanjung Arabia, seperti Yaman, Hadramaut, Oman, dan Bahrain Mereka disebut juga sebagai Arab al-Aribah atau Arab asli. Mereka memiliki tradisi dan kebudayaan yang khas dan berbeda dengan suku Arab lainnya.

Keturunan Adnan adalah suku Arab yang tinggal di bagian utara simenanjung Arabia, seperti Hijaz, Najd, dan Syam. Mereka disebut juga sebagai Arab al-Musta’ribah atau Arab yang berasimilasi dengan bangsa-bangsa lain. Mereka memiliki hubungan dekat dengan bangsa-bangsa di sekitar mereka, seperti bangsa Romawi, Persia, Yahudi, dan Kristen.

Nabi Muhammad SAW adalah keturunan Adnan dari Bani Hasyim, salah satu cabang dari Bani Quraisy. Bani Quraisy adalah suku yang paling terhormat dan berpengaruh di Makkah karena mereka menguasai Ka’bah, pusat ibadah dan perdagangan bangsa Arab.

Flora

Simenanjung Arabia memiliki flora yang beragam sesuai dengan iklim dan topografi masing-masing daerah. Di daerah pedalaman yang kering dan tandus, tumbuhan yang tumbuh adalah tumbuhan yang dapat bertahan hidup dengan sedikit air, seperti pohon akasia, pohon zaitun, pohon kurma, pohon sidr, dan semak-semak berduri. Di daerah pantai yang lebih subur dan lembab, tumbuhan yang tumbuh adalah tumbuhan yang membutuhkan banyak air, seperti pohon pisang, pohon delima, pohon jeruk, pohon anggur, pohon kopi, dan tanaman rempah-rempah.

Fauna

Simenanjung Arabia juga memiliki fauna yang beragam sesuai dengan habitat masing-masing daerah. Di daerah pedalaman yang gersang dan panas, hewan yang hidup adalah hewan yang dapat beradaptasi dengan kondisi tersebut, seperti unta, domba, kuda arab, serigala arab, rubah pasir, landak gurun, kelinci gurun, burung hantu gurun, elang gurun, dan ular kobra. Di daerah pantai yang lebih hijau dan sejuk, hewan yang hidup adalah hewan yang membutuhkan vegetasi dan air yang cukup, seperti sapi arabia (oryx), gazel arabia (dorcas), babi hutan arabia (warty pig), macan tutul arabia (leopard), singa arabia (lion), harimau arabia (tiger), beruang madu arabia (honey badger), monyet arabia (baboon), burung merak arabia (peacock), burung flamingo arabia (flamingo), dan buaya nil arabia (crocodile).

Agama Dan Kepercayaan

Bangsa Arab sebelum Islam memiliki agama dan kepercayaan yang beragam, namun sebagian besar adalah penyembah berhala. Mereka menyembah berbagai macam dewa dan dewi yang diwakili oleh patung-patung yang ditempatkan di Ka’bah atau di tempat-tempat lain. Mereka juga percaya dengan adanya jin, roh-roh halus yang dapat memberi manfaat atau mudarat kepada manusia. Mereka juga melakukan berbagai macam praktik syirik, seperti meminta bantuan kepada selain Allah, menyembelih hewan untuk selain Allah, dan mengadakan perdukunan atau ramalan.

Selain penyembah berhala, ada juga sebagian kecil bangsa Arab yang menganut agama-agama samawi, yaitu agama-agama yang diturunkan oleh Allah SWT kepada para nabi-Nya. Beberapa agama samawi yang ada di jazirah Arabia sebelum Islam adalah:

  • Agama Kristen (Nashara). Agama ini diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Isa AS. Agama ini tersebar di beberapa daerah di jazirah Arabia, seperti Hirah, Ghassan, dan Najran. Namun, agama ini telah mengalami penyimpangan dari ajaran aslinya, seperti menyembah Nabi Isa AS sebagai anak Allah atau bagian dari Allah.
  • Agama Yahudi (Yahud). Agama ini diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Musa AS. Agama ini tersebar di beberapa daerah di jazirah Arabia, seperti Taima, Wadil-Qura, Fadak, Khaibar, dan Yatsrib. Namun, agama ini juga telah mengalami penyimpangan dari ajaran aslinya, seperti menolak nabi-nabi yang datang setelah Nabi Musa AS dan merubah kitab Taurat.
  • Agama Zoroaster (Majusi). Agama ini diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Zoroaster AS. Agama ini tersebar di daerah timur jazirah Arabia akibat pengaruh Persia. Namun, agama ini juga telah mengalami penyimpangan dari ajaran aslinya, seperti menyembah api sebagai lambang Tuhan dan mempercayai adanya dua kekuatan yang saling bertentangan, yaitu kebaikan dan kejahatan.
  • Agama Ibrahim (Din al-Hanafiyah). Agama ini diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Ibrahim AS. Agama ini adalah agama yang paling murni dan sesuai dengan fitrah manusia. Agama ini hanya menyembah Allah SWT sebagai Tuhan yang Esa dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Agama ini hanya dianut oleh sekelompok kecil bangsa Arab yang disebut sebagai Hanif atau Ahl al-Fithrah. Mereka adalah orang-orang yang mencari kebenaran dan tidak puas dengan agama-agama yang ada di sekitar mereka. Beberapa contoh dari Hanif adalah Waraqah bin Naufal, Zaid bin Amr bin Nufail, Umayyah bin Abi al-Shalt, Quss bin Sa’idah al-Iyadi, dan Abdul Muthalib bin Hasyim.