Shalahuddin Al Ayyubi : Latar Belakang, Keluarga dan Pendidikan, Perjalanan Hidup, Keistimewaan dan Pencapaian Karir

Latar Belakang Shalahuddin Al Ayyubi

Shalahuddin Al Ayyubi memiliki kepribadian yang bijaksana dan tegas dalam setiap langkah kehidupannya. Sosok pemimpin atau raja yang sangat disegani oleh masyarakat, prajurit dan para panglima perang ketika Perang Salib berkecamuk. Keberhasilannya dalam memimpin negara dan memimpin perang telah mampu memberikan sumbangsih dalam khazanah dunia Islam Abad Pertengahan.

Namanya besar, harum dan telah dikenal dan dikenang di dalam catatan sejarah Islam maupun sejarah Kristen. Kebijaksanaannya sebagai seorang raja telah diakui oleh para sejarawan dalam kisahnya. Pencapaian agungnya ketika ia telah berhasil menguasai Baitul Maqdis dari tangan kaum Kristen Salib.

Segenap kekuatan dan keyakinannya telah mampu menjadikan dirinya seorang panglima dalam medan perang. Perlindungan dan keadilan serta kecintaannya kepada Agama Islam menjadikan Shalahuddin Al Ayyubi sebagai sosok yang selalu mengedepankan kemaslahatan integritas agama dan masyarakatnya.

Shalahuddin Al Ayyubi mahir dalam ilmu dan strategi berperang. Ia sangat disegani oleh musuh yang dihadapinya. Bahkan ia sangat giat memerangi dan memberantas orang-orang yang memberontak dan yang tidak sepemahaman dengannya.

Sosok Shalahuddin Al Ayyubi tidak hanya dikenali oleh rakyat Mesir saja, di berbagai wilayah kekuasaannya ia sangat dikenali sebagai seorang pemimpin yang mampu menjadi panutan rakyat dan para prajuritnya. Hingga pada saat kematiannya, banyak sekali orang yang merasa sangat kehilangan akan sosoknya.

Untuk penjelasan mengenai Shalahuddin Al Ayyubi, penulis akan memaparkannya lebih lanjut mengenai masa hidupnya dari keluarganya hingga pendidikannya sampai ia menjadi sosok pemimpin Umat Islam yang agung.

Keluarga dan Pendidikan Shalahuddin Al Ayyubi

Shalahuddin Al Ayyubi berasal dari keturunan suku Kurdi wilayah Irak Utara. Ayah dan ibunya berasal dari Duwain (Dvin) daerah di Azerbaijan. Ayahnya bernama Ayyub Najmuddin yang ketika itu menjabat sebagai pemimpin atau penguasa di benteng Tikrit, sebuah kota di tepian sungai Tigris, sekitar 140 KM di barat laut kota Baghdad[1].

Shalahuddin Al Ayyubi yang memiliki nama asli Abul Muzhaffar Yusuf bin Najmuddin Ayyub bin Syadzi yang bergelar Sultan al-Malik an-Nashir (Raja Sang Penakluk). Ia lahir pada tahun 1137 M di sebuah benteng Tikrtit, tempat ayahnya menjabat sebagai pemimpin wilayah Tikrit[2].

Shalahuddin Al Ayyubi yang memiliki garis keturunan dari seorang pemimpin besar dan suku yang terhormat, yaitu suku Rawadiyyah dari kawasan Hadzyaniyyah. Ayah Shalahuddin -Najmuddin Ayyub- memiliki adik laki-laki yang bernama Asaduddin Syirkuh. Keduanya merupakan petinggi Tikrit dan selanjutnya mereka berdua mengabdi kepada Sultan Saljuk Muhammad Malik Shah.