Menu Tutup

Sosialisasi : Pengertian, Jenis, Fungsi, Tujuan, Agen, Proses dan Tahapan

Sosialisasi adalah usaha memasukkan nilai-nilai kebudayaan terhadap individu sehingga individu tersebut menjadi bagian masyarakat. Proses sosialisasi merupakan pendidikan sepanjang hayat melalui pemahaman dan penerimaan individu atas peranannya di dalam suatu kelompok1

Definisi Sosialisasi

Menurut para ahli, sosialisasi dapat didefinisikan sebagai berikut:

Nama AhliDefinisi Sosialisasi
Peter L. BergerSosialisasi adalah proses melalui mana seorang anak belajar menjadi seorang anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat1
Kamanto SunartoSosialisasi adalah proses melalui mana (nilai-nilai) masyarakat masuk ke dalam individu manusia1
Soejono DirdjosisworoSosialisasi memuat tiga arti, yaitu: proses belajar, kebiasaan, dan penyesuaian diri2

Jenis Sosialisasi

Berdasarkan jenisnya, sosialisasi dibagi menjadi dua: sosialisasi primer (dalam keluarga) dan sosialisasi sekunder (dalam masyarakat). Menurut Goffman, kedua proses tersebut berlangsung dalam institusi total, yaitu tempat tinggal dan tempat bekerja1

Sosialisasi Primer

Sosialisasi primer adalah sosialisasi pertama yang dijalani individu semasa kecil dengan belajar menjadi anggota masyarakat (keluarga). Sosialisasi primer berlangsung saat anak berusia 1-5 tahun atau saat anak belum masuk ke sekolah. Anak mulai mengenal anggota keluarga dan lingkungan keluarga. Secara bertahap dia mulai mampu membedakan dirinya dengan orang lain di sekitar keluarganya1

Dalam tahap ini, peran orang-orang yang terdekat dengan anak menjadi sangat penting sebab seorang anak melakukan pola interaksi secara terbatas di dalamnya. Warna kepribadian anak akan sangat ditentukan oleh warna kepribadian dan interaksi yang terjadi antara anak dengan anggota keluarga terdekatnya.

Sosialisasi Sekunder

Sosialisasi sekunder adalah sosialisasi lanjutan yang dijalani individu setelah melewati sosialisasi primer. Sosialisasi sekunder berlangsung saat anak mulai masuk ke sekolah dan bergaul dengan teman-temannya. Anak mulai mengenal dunia luar dan berbagai norma yang berlaku di masyarakat. Anak juga mulai menyesuaikan diri dengan peran dan status sosial yang dimilikinya1

Dalam tahap ini, peran orang-orang yang tidak terlalu dekat dengan anak menjadi penting sebab seorang anak melakukan pola interaksi secara lebih luas dan variatif di dalamnya. Keterampilan sosial anak akan sangat ditentukan oleh kemampuan anak untuk beradaptasi dan berkomunikasi dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda-beda.

Fungsi Sosialisasi

Sosialisasi memiliki fungsi baik dari sudut pandang individu maupun kepentingan masyarakat.

Sudut pandang individu

Dari sudut pandang individu, fungsi sosialisasi adalah:

  • Membantu individu untuk mengembangkan kepribadian dan identitas diri.
  • Membantu individu untuk mempelajari nilai-nilai, norma-norma, dan aturan-aturan yang berlaku di masyarakat.
  • Membantu individu untuk menemukan peran dan status sosial yang sesuai dengan bakat dan minatnya.
  • Membantu individu untuk berinteraksi dan bekerjasama dengan orang lain secara harmonis.

Kepentingan masyarakat

Dari kepentingan masyarakat, fungsi sosialisasi adalah:

  • Membantu masyarakat untuk melestarikan budaya dan tradisi yang dimilikinya.
  • Membantu masyarakat untuk menciptakan ketertiban dan kesejahteraan sosial.
  • Membantu masyarakat untuk mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.
  • Membantu masyarakat untuk mengatasi permasalahan-permasalahan sosial yang muncul.

Tujuan Sosialisasi

Tujuan sosialisasi adalah mengajarkan kebudayaan yang berlaku dalam suatu kelompok kepada individu dari segi peran dan status sosial1

Dengan demikian, tujuan sosialisasi dapat dirumuskan sebagai berikut:

  • Membentuk individu menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab, mandiri, dan produktif.
  • Menyelaraskan perilaku individu dengan nilai-nilai, norma-norma, dan aturan-aturan yang berlaku di masyarakat.
  • Mempersiapkan individu untuk menghadapi tantangan dan perubahan yang terjadi di masyarakat.

Agen Sosialisasi

Agen sosialisasi adalah orang-orang, kelompok, atau lembaga yang berperan dalam proses sosialisasi. Agen sosialisasi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu agen primer dan agen sekunder. Agen primer adalah agen sosialisasi yang berpengaruh sejak awal kehidupan individu, seperti keluarga. Agen sekunder adalah agen sosialisasi yang berpengaruh setelah individu melewati tahap sosialisasi primer, seperti teman, sekolah, media massa, dan lain-lain2

Berikut ini adalah beberapa contoh agen sosialisasi beserta perannya:

Keluarga

Keluarga adalah agen sosialisasi primer yang paling utama dan paling berpengaruh dalam membentuk kepribadian individu. Keluarga memberikan kasih sayang, perlindungan, bimbingan, dan pendidikan kepada individu sejak lahir hingga dewasa. Keluarga juga mengajarkan nilai-nilai dasar seperti agama, moral, etika, bahasa, adat istiadat, dan lain-lain.

Teman

Teman adalah agen sosialisasi sekunder yang sangat penting dalam membentuk keterampilan sosial individu. Teman memberikan dukungan, motivasi, hiburan, dan informasi kepada individu dalam berbagai situasi. Teman juga mengajarkan cara bergaul, berkomunikasi, bersikap, bersaing, bekerjasama, dan menyelesaikan konflik dengan orang lain.

Sekolah

Sekolah adalah agen sosialisasi sekunder yang sangat penting dalam membentuk pengetahuan dan kreativitas individu. Sekolah memberikan kurikulum, fasilitas, guru, dan lingkungan belajar yang mendukung proses pembelajaran individu. Sekolah juga mengajarkan ilmu pengetahuan, keterampilan, bakat, minat, prestasi, disiplin, tanggung jawab, dan lain-lain.

Media Massa

Media massa adalah agen sosialisasi sekunder yang sangat penting dalam membentuk pandangan dan sikap individu terhadap berbagai isu dan peristiwa yang terjadi di masyarakat. Media massa memberikan berita, informasi, hiburan, edukasi, dan persuasi kepada individu melalui berbagai saluran seperti televisi, radio, surat kabar, majalah, internet, dan lain-lain. Media massa juga mengajarkan nilai-nilai budaya populer seperti gaya hidup, mode, musik, film, dan lain-lain.

Proses Sosialisasi

Proses sosialisasi adalah tahapan-tahapan yang dilalui individu dalam mempelajari nilai-nilai kebudayaan masyarakat. Proses sosialisasi dapat dibagi menjadi tiga jenis: internalisasi nilai-nilai, enkulturasi, dan pendewasaan diri.

Internalisasi Nilai-Nilai

Internalisasi nilai-nilai adalah proses di mana individu menyerap dan menerima nilai-nilai kebudayaan masyarakat sebagai bagian dari dirinya. Internalisasi nilai-nilai terjadi melalui cara-cara sosialisasi seperti pelaziman, imitasi, identifikasi, dan internalisasi.

  • Pelaziman adalah cara sosialisasi yang dilakukan dengan memberikan rangsangan dan balasan terhadap perilaku individu. Contohnya, orang tua memberikan pujian atau hukuman kepada anak sesuai dengan perilakunya.
  • Imitasi adalah cara sosialisasi yang dilakukan dengan meniru perilaku orang lain yang dianggap sebagai contoh atau panutan. Contohnya, anak meniru cara berbicara atau berpakaian orang tuanya.
  • Identifikasi adalah cara sosialisasi yang dilakukan dengan mengasumsikan diri sebagai orang lain yang dianggap sebagai idola atau kawan. Contohnya, anak menganggap dirinya sebagai tokoh kartun atau teman sekelasnya.
  • Internalisasi adalah cara sosialisasi yang dilakukan dengan menjadikan nilai-nilai kebudayaan masyarakat sebagai bagian dari kepribadian individu. Contohnya, anak menjadikan agama atau moral sebagai pedoman hidupnya.

Enkulturasi

Enkulturasi adalah proses di mana individu menyesuaikan diri dengan budaya masyarakat tempat ia hidup. Enkulturasi terjadi melalui interaksi sosial dengan anggota masyarakat lainnya. Enkulturasi membantu individu untuk memahami norma-norma, aturan-aturan, dan harapan-harapan yang berlaku di masyarakat.

Contohnya, seorang pendatang yang baru tinggal di suatu daerah harus belajar tentang adat istiadat, bahasa, dan kebiasaan masyarakat setempat agar dapat diterima dan hidup harmonis.

Pendewasaan Diri

Pendewasaan diri adalah proses di mana individu mencari dan menemukan peran dan status sosial yang sesuai dengan bakat dan minatnya. Pendewasaan diri terjadi melalui pengalaman-pengalaman yang menguji kemampuan dan kreativitas individu. Pendewasaan diri membantu individu untuk mengembangkan potensi dan prestasi dirinya.

Contohnya, seorang remaja yang sedang mencari jati dirinya harus mencoba berbagai aktivitas seperti belajar, berorganisasi, berolahraga, atau berkarya agar dapat mengetahui apa yang menjadi passion dan tujuannya.

Tahapan Sosialisasi

Tahapan sosialisasi adalah fase-fase yang dialami individu dalam mempelajari peran dan status sosialnya. Tahapan sosialisasi dapat dibagi menjadi empat jenis: preparatory stage, play stage, game stage, dan generalized other. Tahapan sosialisasi ini dikemukakan oleh George Herbert Mead dalam teori interaksi simbolik1

Preparatory Stage

Preparatory stage adalah tahap awal sosialisasi yang berlangsung sejak lahir hingga usia 3 tahun. Pada tahap ini, individu belum memiliki konsep diri yang jelas dan hanya meniru perilaku orang lain tanpa memahami maknanya. Individu juga belum mampu membedakan dirinya dengan orang lain dan belum mengenal peran dan status sosial.

Play Stage

Play stage adalah tahap kedua sosialisasi yang berlangsung sejak usia 3 hingga 6 tahun. Pada tahap ini, individu mulai memiliki konsep diri yang sederhana dan mulai bermain dengan mengasumsikan peran orang lain yang dianggap sebagai model atau panutan. Individu juga mulai mampu membedakan dirinya dengan orang lain dan mulai mengenal peran dan status sosial secara umum.

Game Stage

Game stage adalah tahap ketiga sosialisasi yang berlangsung sejak usia 6 hingga 9 tahun. Pada tahap ini, individu memiliki konsep diri yang lebih kompleks dan mulai bermain dengan mengikuti aturan-aturan yang berlaku dalam suatu permainan atau situasi. Individu juga mampu membedakan dirinya dengan orang lain dan mengenal peran dan status sosial secara spesifik.

Generalized Other

Generalized other adalah tahap keempat sosialisasi yang berlangsung sejak usia 9 tahun hingga dewasa. Pada tahap ini, individu memiliki konsep diri yang matang dan mulai berinteraksi dengan mempertimbangkan sikap dan harapan masyarakat secara keseluruhan. Individu juga mampu membedakan dirinya dengan orang lain dan menyesuaikan peran dan status sosialnya dengan situasi yang dihadapi.

Kesimpulan

Sosialisasi adalah proses interaksi dan pembelajaran yang dilakukan individu untuk menjadi bagian dari masyarakat. Sosialisasi memiliki fungsi, tujuan, agen, proses, dan tahapan yang saling berkaitan. Sosialisasi membantu individu untuk mengembangkan kepribadian, keterampilan, pengetahuan, dan prestasinya sesuai dengan nilai-nilai kebudayaan masyarakat.

Sumber:
(1) Sosialisasi – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Sosialisasi.
(2) Pengertian Sosialisasi: Fungsi, Tujuan, dan Prosesnya. https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-sosialisasi/.

Baca Juga: