Surat-surat dakwah Nabi Muhammad SAW

Menurut sejarawan islam, Muhammad bin Sa’ad dalam kitabnya Ath-thabaqat Al-Kubrabahwa surat-surat nabi seluruhnya berjumlah tidak kurang dari 105 buah. Dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu :

  1. Surat-surat yang berisi seruan untuk masuk islam
  2. Surat-surat yang berisi aturan-aturan dalam islam misalnya tentang zakat, sedekah ditujukan kepada orang-orang muslim
  3. Surat yang berisi beberapa hal yang wajib dikerjakan oleh orang-orang non muslim terhadap pemerintah islam seperti masalah iuran keamanan.

Melalui surat-surat dakwah, Nabi Muhammad telah menunjukkan kepada kita betapa Nabi juga menggunakan media modern pada saat itu menyampaikan misi dakwahnya.(Schimmel,1990:81-82)

Surat surat rasullulah untuk para raja dan para Gubernur

Dalam surat tersebut diketahui bahwa rasulullah saw disuatu pagi telah pergi menemui para shabatnya ,lalu beliau bersabda kepada mereka : sesungguhnya aku di utus sebagai rahmat bagi semua manusia , maka ikutilah aku niscaya allah swt melimpahkan Rahmat-Nya kepada kalian;dan janganlah kalian menyalahi aku seperti apa yang telah dilakukan kaum Hawariyyin kepada Isa bin Mariyam .Mereka berkata ; wahai Rasulullah SAW ! Bagaimana bentuk penyimpangan yang mereka lakukan itu?  Beliau Bersabda : Beliau telah menyeru dengan seruan seperti yang kalian emban .Kemudian orang yang mau menerima seruan tersebut dan berserah diri dicintai dan dijanjikan keselamatan sedangkan orang yang tidak mau menerima sseruan itu ,Maka di benci dan ditolak.

Pengaruh surat surat rasul

Seandainya salah seorang dari para raja tersebut menerima dakwah rasulullah dan mau masuk islam ,niscaya islam tersebar di tengah rakyatnya,hanya saja sejarah tidak menceritakan kepada kita bahwa seorang pun dari para raja dari luar jazirah arab yang bersedia menerima islam.namun demikian sebahagian diantara mereka telah memperlakukan para utusan rasulullah dengan baik dan bertindak baik pula dalam menolak isi surat beliau.

Kisra orang yang menolak dakwah rasulullah alasannya karna pada saat itu ia seorang raja  pewaris kerajaan yang dikuduskan dari para leluhurnya keluarga Sasanid yang menolak untuk tunduk mengikuti bangsa arab.Kemudian diodrong lagi oleh perasaan takut bahwa dengan agama islam maka pribadi dan kekuasaannya akan lenyap padahal selama ini kedua unsur tersebut merupakan sarana untuk memperoleh pengkultusan dari bangsa persia .Di samping itu ,karena bangsa persia melihat dirinya sebagai yang di pertuan oleh bangsa arab yaman dan arab hirah sehingga dalam pandanngan  mereka bangsa arab hijaz pun tidak berbeda.