Syarat takbirotul ihrom

  1. Mengucapkan takbirotul ihrom tersebut ketika berdiri (jika sholat tersebut fardhu).
  2. Mengucapkannya dengan bahasa Arab.
  3. Menggunakan lafal “Allah”.
  4. Menggunakan lafal “Akbar”.
  5. Berurutan antara dua lafal tersebut.
  6. Tidak memanjangkan huruf “Hamzah” dari lafal “Allah”.
  7. Tidak memanjangkan huruf “Ba” dari lafal “Akbar”.
  8. Tidak mentaysdidkan (mendobelkan/mengulang) huruf “Ba” tersebut.
  9. Tidak menambah huruf “Waw” berbaris atau tidak antara dua kalimat tersebut.
  10. Tidak menambah huruf “Waw” sebelum lafal “Allah”.
  11. Tidak berhenti antara dua kalimat sekalipun sebentar.
  12. Mendengarkan dua kalimat tersebut.
  13. Masuk waktu sholat tersebut jika mempuyai waktu.
  14. Mengucapkan takbirotul ihrom tersebut ketika menghadap qiblat.
  15. Tidak tersalah dalam mengucapkan salah satu dari huruf kalimat tersebut.
  16. Takbirotul ihrom ma’mum sesudah takbiratul ihrom dari imam.

(Terjemah Kitab Safinatun Najah)