Menu Tutup

Teori Produksi: Pengertian, Jenis dan Teorinya

Teori produksi adalah teori yang menerangkan sifat hubungan antara tingkat produksi yang akan dicapai dengan jumlah faktor-faktor produksi yang digunakan123. Teori produksi dapat membantu produsen untuk mengoptimalkan proses produksi agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan dengan memaksimalkan faktor-faktor produksi yang dimiliki.

Pengertian Produksi

Produksi adalah suatu proses untuk mengubah barang input menjadi barang output2. Dapat pula dikatakan bahwa produksi adalah rangkaian proses yang meliputi semua kegiatan yang dapat menambah atau menciptakan nilai guna dari barang dan jasa1. Produksi dapat dilakukan dengan cara mengubah bentuk bahan, memindah bahan ke tempat lain, atau menyimpannya. Yang menjadi catatan di sini adalah terdapatnya nilai tambah.

Jenis-Jenis Produksi

Produksi dapat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan produk yang dihasilkan, tahapan produksi, dan faktor produksi yang digunakan.

Jenis Produksi Berdasarkan Produk

Berdasarkan produk yang dihasilkan, produksi dapat dibagi menjadi lima jenis2, yaitu:

  • Produksi Ekstraksi, yaitu semua usaha yang dilakukan dengan cara mengambil hasil alam secara langsung. Contoh: pertambangan, perikanan.
  • Produksi Agraris, yaitu setiap usaha dengan mengolah alam agar memperoleh hasil yang dibutuhkan. Contoh: pertanian, peternakan.
  • Produksi Industri, yaitu setiap usaha dengan mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Contoh: industri tekstil, industri makanan.
  • Perdagangan, yaitu setiap usaha dengan menjual barang atau jasa kepada konsumen. Contoh: toko, supermarket.
  • Jasa, yaitu setiap usaha dengan memberikan pelayanan kepada konsumen tanpa menghasilkan barang. Contoh: bank, hotel.

Jenis Produksi Berdasarkan Tahapan

Berdasarkan tahapan produksi, produksi dapat dibagi menjadi tiga jenis2, yaitu:

  • Tahapan Primer, yaitu tahapan produksi yang melibatkan pengambilan atau pengolahan sumber daya alam. Contoh: pengeboran minyak bumi, penanaman padi.
  • Tahapan Sekunder, yaitu tahapan produksi yang melibatkan pengolahan lebih lanjut dari hasil tahapan primer menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Contoh: penyulingan minyak bumi, penggilingan padi.
  • Tahapan Tersier, yaitu tahapan produksi yang melibatkan distribusi atau pemasaran barang atau jasa kepada konsumen. Contoh: pompa bensin, warung nasi.

Jenis Produksi Berdasarkan Faktor

Berdasarkan faktor produksi yang digunakan, produksi dapat dibagi menjadi dua jenis1, yaitu:

  • Faktor Produksi Asli, yaitu faktor produksi yang berasal dari alam dan tidak dapat diciptakan oleh manusia. Contoh: tanah, air, udara.
  • Faktor Produksi Turunan, yaitu faktor produksi yang berasal dari hasil olahan manusia dari faktor produksi asli. Contoh: modal, tenaga kerja, teknologi.

Teori Produksi tentang Produktivitas

Produktivitas adalah ukuran efisiensi dari proses produksi. Produktivitas dapat dihitung dengan membagi jumlah output yang dihasilkan dengan jumlah input yang digunakan1. Produktivitas dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan output dengan jumlah input tetap, atau mengurangi input dengan jumlah output tetap.

Teori Produksi tentang Biaya Produksi

Biaya produksi adalah jumlah pengeluaran yang dikeluarkan oleh produsen untuk melakukan proses produksi1. Biaya produksi terdiri dari beberapa komponen, yaitu:

  • Biaya Produksi Tetap (Fixed Cost), yaitu biaya produksi yang tidak berubah meskipun jumlah output berubah. Contoh: sewa gedung, gaji karyawan tetap.
  • Biaya Produksi Variabel (Variable Cost), yaitu biaya produksi yang berubah seiring dengan perubahan jumlah output. Contoh: bahan baku, listrik, gaji karyawan lepas.
  • Biaya Produksi Total (Total Cost), yaitu jumlah dari biaya produksi tetap dan biaya produksi variabel. Rumusnya adalah: TC = FC + VC.
  • Biaya Produksi Rata-rata (Average Cost), yaitu biaya produksi per unit output. Rumusnya adalah: AC = TC / Q.

Teori Produksi tentang Hukum Hasil yang Semakin Berkurang

Hukum hasil yang semakin berkurang (The Law of Diminishing Return) adalah hukum yang menyatakan bahwa penambahan faktor produksi tidak selalu memberikan peningkatan hasil yang sebanding, pada titik tertentu, penambahan hasil akan semakin berkurang meskipun faktor produksi terus ditambah2. Hal ini dikarenakan penambahan input secara terus menerus akan berakibat pada jumlah input yang melebihi kapasitas produksi sehingga produktivitas tidak lagi maksimal.

Teori Produksi tentang Fungsi Produksi

Fungsi produksi adalah persamaan matematis yang menggambarkan hubungan antara jumlah output yang dihasilkan dengan jumlah input yang digunakan3. Fungsi produksi dapat berbentuk linier atau non-linier, bergantung pada sifat teknologi yang digunakan. Contoh fungsi produksi linier adalah: Q = a + bX, dimana Q adalah output, X adalah input, a dan b adalah konstanta. Contoh fungsi produksi non-linier adalah: Q = aX^b, dimana Q adalah output, X adalah input, a dan b adalah konstanta.

Kesimpulan

Teori produksi adalah teori yang menerangkan sifat hubungan antara tingkat produksi yang akan dicapai dengan jumlah faktor-faktor produksi yang digunakan. Teori produksi mencakup beberapa aspek, seperti jenis-jenis produksi, produktivitas, biaya produksi, hukum hasil yang semakin berkurang, dan fungsi produksi. Teori produksi dapat membantu produsen untuk mengoptimalkan proses produksi agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan dengan memaksimalkan faktor-faktor produksi yang dimiliki.

Sumber:
(1) Teori Produksi: Pengertian, Jenis, Biaya, dan Anomali – Gramedia.com. https://www.gramedia.com/literasi/teori-produksi/.
(2) Teori Produksi Adalah: Pengertian, Tahapan, Isocost, Isoquant, Contoh. https://www.studiobelajar.com/teori-produksi/.
(3) √ Teori Produksi: Pengertian, Macam-Macam, Ruang Lingkupnya, dan …. https://saintif.com/teori-produksi/.
(4) BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Teori Produksi – Universitas Udayana. https://sinta.unud.ac.id/uploads/wisuda/1190471005-3-BAB2I.pdf.

Baca Juga: