Menu Tutup

Tertib Sosial dan Penyimpangan Sosial

Pengertian Tertib Sosial

Tertib sosial adalah keadaan dimana anggota masyarakat dapat hidup rukun, damai, dan saling menghormati sesuai dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Tertib sosial mencerminkan adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban, antara kepentingan individu dan kelompok, serta antara nilai-nilai tradisional dan modern.

Tertib sosial dapat tercipta apabila masyarakat memiliki kesadaran sosial yang tinggi, yaitu kesadaran untuk mematuhi norma-norma sosial dan menghargai hak-hak orang lain. Kesadaran sosial juga berarti memiliki rasa tanggung jawab, solidaritas, toleransi, dan partisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tertib Sosial

Tertib sosial dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Faktor budaya, yaitu sistem nilai, norma, adat istiadat, agama, dan kepercayaan yang menjadi pedoman perilaku anggota masyarakat.
  • Faktor ekonomi, yaitu kondisi perekonomian yang mempengaruhi kesejahteraan, kesempatan kerja, distribusi pendapatan, dan mobilitas sosial masyarakat.
  • Faktor politik, yaitu sistem pemerintahan, kebijakan publik, partisipasi politik, dan hak asasi manusia yang mempengaruhi kestabilan, keadilan, dan demokrasi dalam masyarakat.
  • Faktor pendidikan, yaitu tingkat pendidikan, pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang mempengaruhi kemampuan dan kualitas sumber daya manusia dalam masyarakat.
  • Faktor lingkungan, yaitu kondisi alam, iklim, sumber daya alam, dan bencana alam yang mempengaruhi kesehatan, keselamatan, dan kualitas hidup masyarakat.

Pengertian Penyimpangan Sosial

Penyimpangan sosial adalah perilaku yang menyimpang dari norma-norma sosial yang berlaku di masyarakat. Penyimpangan sosial dapat bersifat positif atau negatif. Penyimpangan positif adalah perilaku yang menyimpang dari norma-norma umum tetapi memberikan dampak positif bagi masyarakat. Contohnya adalah perilaku inovatif, kreatif, atau heroik. Penyimpangan negatif adalah perilaku yang menyimpang dari norma-norma umum dan memberikan dampak negatif bagi masyarakat. Contohnya adalah perilaku kriminal, korupsi, narkoba, atau prostitusi.

Penyimpangan sosial dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, antara lain:

  • Penyimpangan primer, yaitu penyimpangan yang bersifat sementara atau sporadis dan tidak berdampak besar bagi pelaku maupun masyarakat. Contohnya adalah pelanggaran lalu lintas atau tindakan iseng.
  • Penyimpangan sekunder, yaitu penyimpangan yang bersifat permanen atau berulang-ulang dan berdampak besar bagi pelaku maupun masyarakat. Contohnya adalah pencurian, pembunuhan, atau pemerkosaan.
  • Penyimpangan individual, yaitu penyimpangan yang dilakukan oleh individu secara sendiri-sendiri tanpa ada pengaruh dari kelompok atau organisasi. Contohnya adalah bunuh diri atau masturbasi.
  • Penyimpangan kolektif, yaitu penyimpangan yang dilakukan oleh kelompok atau organisasi secara terorganisir atau terencana. Contohnya adalah terorisme, gerakan separatis, atau aksi massa.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penyimpangan Sosial

Penyimpangan sosial dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Faktor internal, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri individu, seperti kepribadian, motivasi, emosi, atau kejiwaan.
  • Faktor eksternal, yaitu faktor yang berasal dari luar diri individu, seperti lingkungan sosial, budaya, ekonomi, politik, atau pendidikan.
  • Faktor interaksi, yaitu faktor yang berasal dari hubungan antara individu dengan individu lain, kelompok, atau masyarakat, seperti komunikasi, identifikasi, konformitas, atau konflik.

Dampak Penyimpangan Sosial

Penyimpangan sosial memiliki dampak yang beragam bagi pelaku, korban, dan masyarakat. Dampak tersebut dapat bersifat positif atau negatif. Dampak positif adalah dampak yang memberikan manfaat atau perubahan yang lebih baik bagi pelaku, korban, atau masyarakat. Contohnya adalah penyimpangan positif yang dapat menjadi sumber inovasi, kreativitas, atau heroisme. Dampak negatif adalah dampak yang memberikan kerugian atau perubahan yang lebih buruk bagi pelaku, korban, atau masyarakat. Contohnya adalah penyimpangan negatif yang dapat menimbulkan ketakutan, kekerasan, kerusakan, atau kematian.

Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Penyimpangan Sosial

Untuk mencegah dan menanggulangi penyimpangan sosial, diperlukan upaya-upaya yang bersifat preventif dan represif. Upaya preventif adalah upaya yang dilakukan sebelum terjadinya penyimpangan sosial dengan tujuan untuk mencegah atau mengurangi kemungkinan terjadinya penyimpangan sosial. Contohnya adalah:

  • Melakukan sosialisasi dan pendidikan nilai-nilai sosial kepada masyarakat.
  • Meningkatkan kesejahteraan dan kesempatan kerja bagi masyarakat.
  • Membangun sistem pemerintahan yang demokratis dan berkeadilan.
  • Mendorong partisipasi dan tanggung jawab masyarakat dalam pembangunan.
  • Menjaga keseimbangan dan keharmonisan antara manusia dan alam.

Upaya represif adalah upaya yang dilakukan setelah terjadinya penyimpangan sosial dengan tujuan untuk menghentikan atau mengurangi dampak penyimpangan sosial. Contohnya adalah:

  • Melakukan penegakan hukum dan sanksi sosial terhadap pelaku penyimpangan sosial.
  • Memberikan bantuan dan perlindungan kepada korban penyimpangan sosial.
  • Melakukan rehabilitasi dan reintegrasi bagi pelaku dan korban penyimpangan sosial.
  • Melakukan koreksi dan reformasi terhadap sistem sosial yang menyebabkan penyimpangan sosial.

Baca Juga: