Menu Tutup

Usulan Dasar Negara oleh Para Pendiri Negara

Pada tahun 1945, Indonesia sedang berjuang untuk meraih kemerdekaan dari penjajahan Belanda dan Jepang. Salah satu langkah penting yang dilakukan oleh para pemimpin pergerakan kemerdekaan adalah membentuk Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang bertugas untuk menyusun dasar negara dan undang-undang dasar Indonesia merdeka.

BPUPKI mengadakan dua kali sidang, yaitu pada tanggal 29 Mei-1 Juni 1945 dan 10-17 Juli 1945. Sidang pertama membahas dasar negara, sedangkan sidang kedua membahas rancangan undang-undang dasar. Dalam sidang pertama, ada tiga tokoh yang mengusulkan rumusan dasar negara, yaitu Mohammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno. Mereka masing-masing memiliki pandangan yang berbeda tentang nilai-nilai yang harus menjadi landasan bagi negara Indonesia.

Usulan Mohammad Yamin

Mohammad Yamin adalah seorang sastrawan, sejarawan, dan politisi yang aktif dalam pergerakan nasional. Ia mengusulkan rumusan dasar negara secara lisan dan tertulis. Secara lisan, ia menyampaikan lima peri sebagai dasar negara, yaitu:

  • Peri Kebangsaan
  • Peri Kemanusiaan
  • Peri Ketuhanan
  • Peri Kerakyatan
  • Kesejahteraan Rakyat

Secara tertulis, ia menyampaikan lima sila sebagai dasar negara, yaitu:

  • Ketuhanan Yang Maha Esa
  • Kebangsaan Persatuan Indonesia
  • Rasa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  • Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
  • Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Mohammad Yamin berpendapat bahwa dasar negara harus berasal dari peradaban kebangsaan Indonesia dan tidak meniru negara lain. Ia juga menekankan pentingnya persatuan, kemanusiaan, ketuhanan, kerakyatan, dan kesejahteraan sebagai nilai-nilai yang harus dijunjung tinggi oleh bangsa Indonesia.

Usulan Soepomo

Soepomo adalah seorang ahli hukum dan politisi yang pernah menjabat sebagai Menteri Kehakiman pada masa pemerintahan Jepang. Ia mengusulkan rumusan dasar negara yang terdiri dari lima unsur, yaitu:

  • Persatuan (Unitarisme)
  • Kekeluargaan
  • Keseimbangan Lahir dan Batin
  • Musyawarah
  • Keadilan Rakyat

Soepomo berpendapat bahwa negara Indonesia merdeka bukanlah negara yang mempersatukan dirinya dengan golongan terbesar atau terkuat dalam masyarakat, melainkan negara yang mempersatukan segala golongan dan segala paham perorangan. Ia juga menekankan pentingnya kekeluargaan, keseimbangan lahir dan batin, musyawarah, dan keadilan rakyat sebagai nilai-nilai yang harus diwujudkan dalam tata negara Indonesia.

Usulan Soekarno

Soekarno adalah seorang proklamator kemerdekaan Indonesia dan presiden pertama Republik Indonesia. Ia mengusulkan rumusan dasar negara yang terkenal dengan nama Pancasila, yaitu:

  • Kebangsaan Indonesia
  • Internasionalisme atau Perikemanusiaan
  • Mufakat atau Demokrasi
  • Kesejahteraan Sosial
  • Ketuhanan Yang Maha Esa

Soekarno berpendapat bahwa dasar negara harus mencerminkan jiwa bangsa Indonesia yang bersifat nasionalis, internasionalis, demokratis, sosialis, dan religius. Ia juga menekankan pentingnya kebangsaan Indonesia, perikemanusiaan, mufakat, kesejahteraan sosial, dan ketuhanan sebagai nilai-nilai yang harus menjadi pedoman bagi negara Indonesia.

Kesimpulan

Usulan dasar negara oleh para pendiri negara menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan dalam pandangan mereka tentang nilai-nilai yang harus menjadi landasan bagi negara Indonesia. Persamaan yang dapat ditemukan antara lain adalah adanya unsur ketuhanan, kebangsaan, kemanusiaan, kerakyatan, dan kesejahteraan dalam rumusan mereka. Perbedaan yang dapat ditemukan antara lain adalah adanya penekanan yang berbeda pada aspek-aspek tertentu, seperti persatuan, kekeluargaan, keseimbangan lahir dan batin, internasionalisme, dan mufakat.

Usulan dasar negara oleh para pendiri negara merupakan bukti dari semangat dan pemikiran mereka dalam menyusun landasan bagi negara Indonesia yang merdeka. Usulan tersebut juga merupakan sumber inspirasi bagi generasi penerus bangsa untuk menjaga dan mengembangkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

Sumber:
(1) Kapan Para Pendiri Negara Menyepakati Dasar Negara? Ini … – detikcom. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5731742/kapan-para-pendiri-negara-menyepakati-dasar-negara-ini-sejarahnya.
(2) Perbedaan Usulan Rumusan Dasar Negara dari Para Tokoh – Kompas.com. https://www.kompas.com/stori/read/2021/12/20/120000679/perbedaan-usulan-rumusan-dasar-negara-dari-para-tokoh.
(3) 7 Persamaan dan Perbedaan Usulan Dasar Negara dari Pendiri … – detikcom. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5714084/7-persamaan-dan-perbedaan-usulan-dasar-negara-dari-pendiri-negara.
(4) Persamaan dan Perbedaan Dasar Negara yang Diusulkan oleh Para Pendiri …. https://kumparan.com/berita-hari-ini/persamaan-dan-perbedaan-dasar-negara-yang-diusulkan-oleh-para-pendiri-negara-1wG3FF4gfof.
(5) Perumusan Dasar Negara Indonesia: Sejarah, Tokoh, dan Usulan – Kompas.com. https://regional.kompas.com/read/2022/07/20/231643978/perumusan-dasar-negara-indonesia-sejarah-tokoh-dan-usulan.