Menu Tutup

Wisata Dam Raman Metro Lampung, Menikmati Keindahan Bendungan

Dam Raman adalah salah satu bendungan kuno di Provinsi Lampung yang terletak di Distrik 28, Kota Metro1. Bendungan ini dibangun pada masa penjajahan Belanda saat Perang Dunia II berlangsung2. Fungsi utama bendungan ini adalah untuk mengairi ladang dan persawahan di sekitar Kota Metro dan kabupaten-kabupaten lainnya.

Namun, seiring dengan perkembangan zaman, Dam Raman kini tidak hanya berfungsi sebagai sumber irigasi, tetapi juga sebagai destinasi wisata yang menarik. Dam Raman menawarkan panorama alam yang indah, udara yang sejuk, dan berbagai fasilitas dan wahana permainan yang bisa dinikmati oleh pengunjung.

Lokasi dan Rute Menuju Dam Raman

Dam Raman berlokasi di Jalan Dam Raman No.1, Kelurahan Purwoasri, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, Lampung. Jaraknya sekitar 9 km dari pusat Kota Metro dengan waktu tempuh kurang lebih 20 menit berkendara. Sedangkan jika dari Bandar Lampung, jaraknya sekitar 58 km dengan waktu tempuh sekitar 2 jam perjalanan.

Ada beberapa rute yang bisa dipilih untuk menuju Dam Raman. Rute tercepat dari Bandar Lampung adalah dengan melewati jalan tol. Bisa masuk di Gerbang Tol Natar dan keluar di Gerbang Tol Tegineneng Timur. Rute ini berjarak 62 km dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 30 menit. Rute terpendek bisa lewat Karang Anyar. Melewati Slanik Waterpark dan Perkebunan Karet PTPN 7 Unit Trikora. Di Metro akan melewati Jalan Budi Utomo dan Jalan Soekarno Hatta. Rute terpendek tersebut berjarak 50 km dengan waktu tempuh 1 jam 30 menit.

Lokasi bendungan ada di tepi jalan, jadi tidak sulit untuk menemukannya saat menjelang sampai. Untuk lebih jelasnya, bisa mengandalkan peta Google Maps atau menghubungi nomor telepon yang tersedia.

Fasilitas dan Wahana Permainan di Dam Raman

Setelah dikelola sebagai objek wisata, Dam Raman menyediakan berbagai fasilitas dan wahana permainan yang bisa dinikmati oleh pengunjung. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  • Arena Panahan. Di sini pengunjung bisa belajar atau menyalurkan hobi memanah sambil menikmati suasana sejuk
  • Perahu Karet. Dengan perahu ini, pengunjung bisa berkeliling di tiap-tiap sudut bendungan dan menikmati pemandangan dari tengahnya.
  • Flying Fox. Bagi yang ingin memacu adrenalin, bisa mencoba wahana ini dengan harga yang terjangkau.
  • Hammock. Pengunjung bisa merebahkan diri di hammock sambil memandangi danau yang asri dan menghirup udara segar.
  • Spot Foto Kekinian. Ada banyak tempat foto yang instagramable di Dam Raman, seperti objek background love, ayunan, papan nama, dan objek selfie berlatar belakang bendungan.

Selain itu, Dam Raman juga menyediakan fasilitas umum seperti toilet, mushola, warung makan, gazebo, area parkir, dan lain-lain.

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Dam Raman

Untuk masuk ke area Dam Raman, pengunjung harus membayar tiket masuk yang relatif murah dan terjangkau semua kalangan. Berikut adalah daftar harga tiket masuk dan parkir di Dam Raman:

  • Tiket masuk: Rp. 5.000
  • Parkir Motor: Rp. 2.000
  • Parkir Mobil: Rp. 5.000

Dam Raman buka setiap hari dari pagi hingga malam hari. Jadi pengunjung bisa berkunjung di pagi, siang, sore, atau malam hari. Sedangkan informasi yang saya dapat di Google Maps adalah: Buka pukul: 09:00 – 17:00

Keindahan dan Keistimewaan Dam Raman

Dam Raman memiliki keindahan dan keistimewaan yang membuatnya menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Kota Metro. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  • Panorama Alam yang Indah. Dam Raman menawarkan pemandangan danau yang tenang berpadu dengan lingkungan sekitar yang asri. Di sini pengunjung bisa melihat hamparan persawahan yang luas, pepohonan yang rindang, dan langit yang biru.
  • Udara yang Sejuk. Dam Raman memiliki udara yang sejuk dan segar karena berada di ketinggian sekitar 200 meter di atas permukaan laut. Udara ini bisa membuat pengunjung merasa nyaman dan rileks saat berada di sini.
  • Sejarah dan Misteri. Dam Raman juga memiliki sejarah dan misteri yang menarik untuk diketahui. Bendungan ini dibangun pada masa penjajahan Belanda saat Perang Dunia II berlangsung dan konon memakan banyak korban jiwa saat proses pembangunan. Ada juga cerita mistis tentang penampakan ular raksasa, buaya putih, dan sosok mahluk astral yang berasal dari kerajaan gaib di sini.

Baca Juga: