Wisata di Banyuwangi: Destinasi, Persiapan, hingga Tips Perjalanan

Banyuwangi, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa yang sering dijuluki “The Sunrise of Java”, memang menjadi pintu gerbang pertama yang menyapa matahari terbit di Pulau Jawa berkat letak geografisnya yang strategis. Pesonanya tak hanya soal sinar pagi yang dramatis, tapi juga kekayaan alam yang menakjubkan.

Salah satu destinasi unggulan adalah Kawah Ijen, gunung vulkanik aktif yang terkenal dengan fenomena blue fire, nyala api biru yang hanya terlihat di malam hari saat gas belerang terbakar di permukaan kawah. Danau kawahnya berwarna toska yang kontras dengan lanskap pegunungan sekitarnya, menjadikannya salah satu pemandangan alam paling unik di dunia.

Dalam artikel ini, pembaca akan mendapat gambaran lengkap tentang pengalaman mendaki Kawah Ijen, destinasi-destinasi lain menarik di Banyuwangi, serta panduan mempersiapkan perjalanan.

Menjelajahi Kawah Ijen

Pemandangan Kawah Ijen dengan danau kawah berwarna biru toska dan kepulan asap belerang.

Perjalanan menuju Kawah Ijen biasanya dimulai pada dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB, langsung dari pos pendakian Paltuding. Dari sinilah trekking dimulai, menempuh jarak sekitar 3,4 km dengan tanjakan mencapai 435–500 m nilai elevasi, dan memakan waktu sekitar 1,5–2,5 jam untuk mencapai bibir kawah.

Jika kamu ingin melihat fenomena blue fire, pendakian idealnya dimulai tepat saat itu untuk tiba di kawah antara pukul 03.00–04.00 WIB, yakni sebelum matahari bersinar dan menghilangkan keindahan api biru sulfur yang hanya terlihat dalam kegelapan .

Begitu mencapai puncak, beberapa pendaki memilih turun sekitar 20–30 menit ke bibir kawah untuk menyaksikan blue flame, nyala api biru yang terbakar dari uap sulfur panas hingga seolah lava biru menyala, fenomena unik yang hanya ada di beberapa tempat di dunia. Setelah itu, biasa dilanjutkan menyaksikan sunrise di tepi kawah dan panorama danau asam berwarna toska dengan kedalaman hingga 200 m, yang dikenal sebagai danau asam terbesar di dunia .

Medannya cukup menantang dengan jalur berbatu dan kemiringan 25–35°, sehingga kondisi fisik yang prima dan perlengkapan yang tepat sangat dianjurkan.

Masker gas wajib digunakan untuk melindungi dari asap belerang, walaupun tersedia rental di lokasi, namun bau yang menyengat dan potensi iritasi tetap terasa bahkan dengan pelindung.

Penggunaan headlamp atau senter, jaket hangat karena udara sangat dingin, serta sepatu trekking yang kuat juga sangat disarankan.

Destinasi Lain di Banyuwangi yang Wajib Dikunjungi

Selain Kawah Ijen, Banyuwangi menyimpan segudang destinasi menarik yang layak dijelajahi:

1. Taman Nasional Alas Purwo
Terletak di Ujung Blambangan, taman seluas lebih dari 430 km² ini memadukan hutan tropis, sabana, dan pantai, termasuk Pantai Trianggulasi tempat penyu bertelur serta Blue Bay (Teluk Biru) yang indah untuk snorkeling berkat air lautnya yang biru kehijauan dan jernih. Di kawasan ini, pengunjung juga bisa menjumpai banteng Jawa, rusa, kera, dan burung merak.

2. Pulau Tabuhan
Pulau kecil seluas 5 hektar di Selat Bali, dengan pasir putih, air hijau toska, dan terumbu karang yang kaya. Cocok untuk snorkeling atau berlayar santai, serta spot foto yang menawan.

3. Taman Nasional Meru Betiri
Kawasan alami seluas 58.000 hektar yang menjadi habitat hewan langka seperti harimau Jawa (sejarahnya), kucing hutan, rusa, dan merak. Di dalamnya terdapat pantai Rajegwesi serta Sukamade, pusat konservasi penyu di Jawa Timur.

4. Kalibendo dan Air Terjun di Kaki Gunung Ijen
Daerah perkebunan teh dan kopi ini menawarkan suasana sejuk dan rute trekking ringan. Terdapat air terjun jernih yang menyegarkan setelah pendakian. Cocok juga untuk bersepeda menikmati alam lereng Ijen.

5. Teluk Hijau dan Pantai Wedi Ireng
Teluk Hijau di Sarongan menyuguhkan air laut berwarna hijau yang memesona dengan pasir halus dan tenang. Sedangkan Pantai Wedi Ireng, tidak jauh dari Pulau Merah, memiliki pasir putih dengan lapisan pasir hitam yang unik dan akses yang masih alami tanpa keramaian.

Destinasi‑destinasi ini melengkapi pengalaman dalam menjelajahi Banyuwangi, dari alam liar hingga keindahan bawah laut yang eksotis.

Mengatur Perjalanan: Transportasi dan Tips Praktis

"Ilustrasi tiga panel yang menunjukkan berbagai moda transportasi ke Banyuwangi: kereta api di stasiun, kapal feri di Selat Bali, dan mobil di jalan pesisir."

Untuk menuju Banyuwangi, ada beberapa pilihan transportasi yang cocok sesuai asal keberangkatanmu:

  • Kereta api: Jika kamu berasal dari Pulau Jawa (misalnya Jakarta, Surabaya, Yogyakarta), kamu bisa naik kereta ke Stasiun Banyuwangi Kota atau Stasiun Ketapang (KTG). Perjalanan memakan waktu antara 15 hingga 23 jam tergantung kereta seperti Sri Tanjung atau Blambangan Express. Dari Stasiun Ketapang tinggal berjalan kaki sekitar 10 menit atau naik ojek ke Pelabuhan Ketapang untuk menyeberang ke Bali via ferry, dengan waktu tempuh sekitar 45 menit.

  • Bus atau travel darat dari Bali ke Banyuwangi: Bisa dimulai dari Denpasar atau Kuta, umumnya menggunakan bus reguler atau van ber-AC dengan estimasi biaya Rp 150.000–Rp 220.000 per orang dan waktu tempuh 5–6 jam termasuk penyebrangan ferry.

Setelah tiba di Banyuwangi, untuk kemudahan menjelajah destinasi wisata terutama yang terpencil seperti Kawah Ijen atau Teluk Hijau, penggunaan jasa sewa mobil Banyuwangi sangat disarankan.

Tarif rental mobil dengan sopir + BBM berkisar mulai Rp 300.000–Rp 800.000 per hari tergantung jenis kendaraan seperti Avanza, Innova, Hiace, atau Elf. Paket ini termasuk layanan antar jemput, fleksibilitas jadwal, serta kenyamanan agar bisa eksplorasi tanpa repot.

Tips praktis:

  • Pesan rental mobil lebih awal, terutama di musim liburan atau akhir pekan.

  • Pilih opsi “mobil + sopir + BBM” agar biaya transparan dan kamu bisa fokus menikmati perjalanan.

  • Cek kembali apakah sopir tahu rute wisata atau hidden‑gem lokal untuk rekomendasi.

  • Manfaatkan fasilitas grab/google maps namun siapkan juga offline maps jika sinyal di area pegunungan seperti Kawah Ijen lemah.

Dengan perencanaan ini, perjalanan ke Banyuwangi jadi lebih lancar, nyaman, dan bisa fleksibel menjelajah berbagai destinasi menarik tanpa kendala.

Bagaimana Persiapan Sebelum Berangkat?

Sebelum memulai perjalanan ke Kawah Ijen, persiapan fisik sangat penting, lakukan kegiatan ringan seperti jogging atau bersepeda beberapa minggu sebelumnya agar stamina terjaga.

Siapkan perlengkapan pendakian: jaket tebal tahan angin, sarung tangan, topi hangat, sepatu trekking atau sepatu enteng dengan grip kuat, serta headlamp dan masker gas untuk menghadapi asap belerang.

Bawa juga bekal makanan tinggi energi seperti cokelat, kacang-kacangan, buah kering dan air minum yang cukup. Jangan lupa cek cuaca dan jalur pendakian lewat situs tiket resmi, serta pesan tiket masuk online agar perjalanan lebih lancar.

Jika kamu ingin referensi tips dari komunitas lokal atau pengalaman traveler lainnya, cek tagar ayobanyuwangi di media sosial, banyak komunitas dan cerita bermanfaat yang bisa jadi inspirasi perencanaanmu.

Menu Utama