Menu Tutup

Apa Efek dari Makan Daging Kambing?

Daging kambing adalah salah satu jenis daging merah yang cukup populer di Indonesia. Daging kambing memiliki kandungan protein, vitamin B, zat besi, dan mineral yang baik untuk kesehatan. Namun, apakah Anda tahu bahwa makan daging kambing juga memiliki efek samping yang bisa berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan? Berikut ini adalah beberapa efek dari makan daging kambing yang perlu Anda ketahui:

1. Menyebabkan Bau Badan

Salah satu efek yang paling sering dirasakan oleh orang yang makan daging kambing adalah bau badan. Hal ini disebabkan oleh proses pencernaan protein dari daging kambing yang membutuhkan banyak energi dan meningkatkan suhu tubuh. Akibatnya, produksi keringat menjadi lebih banyak dan menyebabkan bau badan yang tidak sedap. Untuk mengurangi bau badan, Anda bisa minum air putih yang banyak, mandi dengan sabun antibakteri, dan menghindari makanan pedas atau berbumbu.

2. Menyebabkan Kantuk dan Lelah

Efek lain dari makan daging kambing adalah rasa kantuk dan lelah. Ini karena tubuh mengalihkan aliran darah ke saluran pencernaan untuk membantu mencerna protein dari daging kambing. Akibatnya, pasokan darah ke bagian tubuh lain, termasuk otak, berkurang dan menyebabkan rasa mengantuk dan lelah. Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa makan daging kambing dengan porsi yang wajar, mengimbanginya dengan sayur dan buah yang mengandung serat, dan tidak lupa berolahraga.

3. Menyebabkan Sembelit dan Gangguan Pencernaan

Makan daging kambing juga bisa menyebabkan sembelit dan gangguan pencernaan lainnya. Ini karena daging kambing tidak mengandung serat yang bisa membantu melancarkan buang air besar. Selain itu, daging kambing juga bisa meningkatkan asam lambung dan menyebabkan sakit maag, gastritis, atau tukak lambung. Untuk mencegah hal ini, Anda bisa minum air putih yang cukup, mengonsumsi probiotik atau yogurt, dan menghindari makan daging kambing yang terlalu berlemak atau digoreng.

4. Menyebabkan Kolesterol Tinggi

Meskipun daging kambing memiliki kandungan lemak dan kolesterol yang lebih rendah dibandingkan dengan daging merah lainnya, tetapi jika dikonsumsi secara berlebihan, tetap bisa menyebabkan kolesterol tinggi. Kolesterol tinggi adalah salah satu faktor risiko penyakit jantung, stroke, diabetes, dan hipertensi. Untuk mengontrol kadar kolesterol dalam tubuh, Anda bisa memilih bagian daging kambing yang lebih kurus, memasaknya dengan cara direbus atau dipanggang tanpa minyak, dan mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan gula.

5. Menyebabkan Obesitas dan Kegemukan

Efek terakhir dari makan daging kambing adalah obesitas dan kegemukan. Ini karena daging kambing memiliki kalori yang cukup tinggi, yaitu sekitar 149 kalori per 100 gram. Jika dikonsumsi secara berlebihan tanpa diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup, maka kalori tersebut akan menumpuk sebagai lemak dalam tubuh dan menyebabkan berat badan naik. Obesitas dan kegemukan juga bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis seperti jantung, diabetes, asam urat, dan osteoartritis. Untuk menjaga berat badan ideal, Anda bisa menerapkan pola makan sehat dan seimbang, serta rutin berolahraga.

Sumber:
(1) Efek Kebanyakan Makan Daging Kambing, Apa Dampaknya?. https://radartegal.com/efek-kebanyakan-makan-daging-kambing/.
(2) 7 Efek Berlebihan Makan Daging Kambing, Waspada! – theAsianparent. https://id.theasianparent.com/efek-berlebihan-makan-daging-kambing.
(3) 6 Bahaya Makan Daging Kambing bagi Kesehatan – HaloSehat. https://halosehat.com/makanan/daging-berbahaya/bahaya-makan-daging-kambing.

Baca Juga: