Menu Tutup

Apakah Zakat Fitrah Wajib Bagi Janin

Salah satu syarat wajib zakat fitrah adalah adanya kepemilikan nafkah (rizqi) yang mencukupi kebutuhan pokok diri dan keluarga. Dalam hal ini, timbul pertanyaan apakah zakat fitrah wajib bagi janin, yaitu bayi yang masih dalam kandungan ibunya. Apakah janin termasuk dalam anggota keluarga yang harus dikeluarkan zakat fitrahnya oleh orang tuanya?

Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum zakat fitrah bagi janin. Ada yang berpendapat bahwa zakat fitrah bagi janin adalah wajib, ada yang berpendapat bahwa zakat fitrah bagi janin adalah sunnah, dan ada juga yang berpendapat bahwa zakat fitrah bagi janin adalah tidak wajib.

Pendapat pertama, yaitu bahwa zakat fitrah bagi janin adalah wajib, didasarkan pada beberapa dalil, di antaranya:

– Hadits dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Zakat fitrah wajib atas setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, baik dewasa maupun anak-anak, baik merdeka maupun budak.” (HR. Bukhari dan Muslim)

– Hadits dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Zakat fitrah wajib atas setiap muslim yang lahir sebelum terbit fajar hari raya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

– Hadits dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Zakat fitrah wajib atas setiap muslim yang lahir sebelum matahari terbenam hari raya.” (HR. Ahmad dan Baihaqi)

– Qiyas (analogi) dengan hukum zakat mal, yang juga wajib atas harta yang dimiliki oleh anak-anak dan orang gila.

Pendapat kedua, yaitu bahwa zakat fitrah bagi janin adalah sunnah, didasarkan pada beberapa dalil, di antaranya:

– Hadits dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang mengeluarkan zakat fitrah sebelum shalat (Idul Fitri), maka ia termasuk zakat yang diterima (oleh Allah), dan barangsiapa yang mengeluarkannya setelah shalat, maka ia termasuk sedekah biasa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

– Hadits dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Zakat fitrah adalah pembersih bagi orang-orang yang berpuasa dari perkataan-perkataan kotor dan perbuatan-perbuatan keji.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

– Hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Zakat fitrah adalah makanan bagi orang-orang miskin.” (HR. Muslim)

– Qiyas (analogi) dengan hukum shalat Idul Fitri, yang juga sunnah bagi anak-anak.

Pendapat ketiga, yaitu Zakat fitrah bagi janin adalah tidak wajib, didasarkan pada beberapa dalil, di antaranya:

– Hadits dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Zakat fitrah wajib atas setiap muslim yang lahir sebelum terbit fajar hari raya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

– Hadits dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Zakat fitrah wajib atas setiap muslim yang lahir sebelum matahari terbenam hari raya.” (HR. Ahmad dan Baihaqi)

– Hadits dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Zakat fitrah tidak wajib kecuali atas orang yang hidup.” (HR. Daraquthni dan Hakim)

– Qiyas (analogi) dengan hukum zakat mal, yang juga tidak wajib atas harta yang belum dimiliki oleh orang yang belum lahir.

Dari ketiga pendapat di atas, pendapat yang paling kuat adalah pendapat pertama, yaitu bahwa zakat fitrah bagi janin adalah wajib. Hal ini karena dalil-dalil yang digunakan lebih shahih dan lebih umum daripada dalil-dalil yang digunakan oleh pendapat lain. Selain itu, pendapat ini juga lebih sesuai dengan tujuan zakat fitrah, yaitu untuk membersihkan diri dan membantu orang-orang miskin.

Adapun cara mengeluarkan zakat fitrah bagi janin adalah dengan menghitung jumlah janin yang ada dalam kandungan ibunya, kemudian mengeluarkan zakat fitrah sebesar 2,5 kg beras atau makanan pokok lainnya untuk setiap janin. Zakat fitrah ini bisa dikeluarkan oleh ayah atau ibu janin, atau oleh orang lain yang ditunjuk oleh mereka. Zakat fitrah ini harus dikeluarkan sebelum shalat Idul Fitri atau paling lambat sebelum matahari terbenam hari raya.

Zakat fitrah ini bisa disalurkan kepada orang-orang yang berhak menerimanya, yaitu orang-orang fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkannya. Zakat fitrah ini bisa diserahkan secara langsung kepada penerima atau melalui lembaga-lembaga amil zakat yang terpercaya. Zakat fitrah ini juga bisa diserahkan dalam bentuk uang atau barang lainnya yang setara dengan nilai makanan pokok.

Baca Juga: