Danau adalah salah satu sumber daya alam yang memiliki nilai ekonomi, ekologi, sosial, budaya, dan ilmu pengetahuan. Danau juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan hidrologi, menyediakan air bersih, menampung keanekaragaman hayati, dan mendukung kehidupan masyarakat sekitarnya. Namun, saat ini banyak danau di Indonesia yang mengalami degradasi dan kerusakan akibat berbagai faktor, seperti perubahan penggunaan lahan, pencemaran, sedimentasi, invasi spesies asing, dan perubahan iklim. Degradasi dan kerusakan danau dapat menimbulkan dampak negatif bagi ekosistem dan kesejahteraan masyarakat, seperti penurunan kualitas air, hilangnya habitat, penurunan produktivitas perikanan, peningkatan risiko bencana, dan penurunan nilai estetika.
Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah Indonesia telah menetapkan 15 danau sebagai Danau Prioritas Nasional (DPN) melalui Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2021 tentang Penyelamatan Danau Prioritas Nasional1. DPN adalah danau yang mengalami tekanan dan degradasi yang signifikan, memiliki nilai strategis tinggi, dan tercantum dalam dokumen perencanaan pembangunan nasional. Penyelamatan DPN adalah upaya untuk mengendalikan kerusakan, menjaga, memulihkan, dan mengembalikan kondisi dan fungsi badan air danau, daerah tangkapan air, dan sempadan danau sehingga bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan1.
Penyelamatan DPN dilakukan melalui lima strategi utama, yaitu pengintegrasian program dan kegiatan ke dalam penataan ruang dan perencanaan pembangunan; penyelamatan ekosistem perairan, sempadan, dan daerah tangkapan air; penerapan hasil riset, pemantauan, evaluasi, dan pengembangan basis data; pengembangan sosial ekonomi, penguatan kelembagaan, dan peningkatan peran pemangku kepentingan; serta pengembangan potensi wisata berkelanjutan1.
Daftar 15 Danau Prioritas Nasional
Berikut adalah daftar 15 DPN beserta lokasi dan karakteristiknya:
- Danau Toba di Provinsi Sumatera Utara. Danau Toba adalah danau vulkanik terbesar di dunia dengan luas sekitar 1.130 km2. Danau Toba memiliki potensi wisata yang sangat besar karena keindahan alamnya yang luar biasa. Namun, Danau Toba juga menghadapi berbagai ancaman seperti pencemaran dari limbah domestik dan industri, sedimentasi dari erosi lahan pertanian dan hutan di sekitarnya, serta invasi spesies asing seperti ikan nila2.
- Danau Singkarak di Provinsi Sumatera Barat. Danau Singkarak adalah danau tektonik terbesar kedua di Sumatera dengan luas sekitar 107 km2. Danau Singkarak merupakan sumber air utama untuk irigasi sawah di Sumatera Barat dan Riau. Danau Singkarak juga memiliki spesies endemik ikan bilih yang menjadi komoditas penting bagi masyarakat lokal. Namun, Danau Singkarak juga terancam oleh pencemaran dari limbah pertanian dan domestik, sedimentasi dari erosi lahan kritis di daerah aliran sungai (DAS), serta perubahan iklim yang mempengaruhi ketersediaan air3.
- Danau Maninjau di Provinsi Sumatera Barat. Danau Maninjau adalah danau vulkanik dengan luas sekitar 99 km2. Danau Maninjau memiliki nilai sejarah, budaya, dan religi yang tinggi bagi masyarakat Minangkabau. Danau Maninjau juga memiliki potensi wisata yang menarik karena pemandangan dan kekayaan hayatinya. Namun, Danau Maninjau juga mengalami penurunan kualitas air akibat pencemaran dari limbah pertanian, domestik, dan perikanan, serta sedimentasi dari erosi lahan di DAS4.
- Danau Kerinci di Provinsi Jambi. Danau Kerinci adalah danau vulkanik dengan luas sekitar 4,2 km2. Danau Kerinci terletak di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat yang merupakan salah satu kawasan konservasi terbesar di Indonesia. Danau Kerinci memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, termasuk spesies endemik ikan kerinci. Namun, Danau Kerinci juga terancam oleh pencemaran dari limbah pertanian dan domestik, sedimentasi dari erosi lahan di DAS, serta perburuan dan perdagangan ilegal satwa liar5.
- Danau Rawa Danau di Provinsi Banten. Danau Rawa Danau adalah danau rawa dengan luas sekitar 3 km2. Danau Rawa Danau merupakan bagian dari kawasan Suaka Margasatwa Rawa Danau yang memiliki fungsi ekologis sebagai habitat burung migran, penyangga banjir, dan penyedia air bersih. Namun, Danau Rawa Danau juga terancam oleh pencemaran dari limbah domestik dan industri, sedimentasi dari erosi lahan di DAS, serta konversi lahan menjadi perkebunan dan pemukiman.
- Danau Rawa Pening di Provinsi Jawa Tengah. Danau Rawa Pening adalah danau rawa dengan luas sekitar 25 km2. Danau Rawa Pening merupakan sumber air utama untuk irigasi sawah di Kabupaten Semarang, Boyolali, Salatiga, dan Ambarawa. Danau Rawa Pening juga memiliki spesies endemik ikan wader pari yang menjadi sumber protein bagi masyarakat lokal. Namun, Danau Rawa Pening juga mengalami penurunan kualitas air akibat pencemaran dari limbah pertanian, domestik, dan industri, serta sedimentasi dari erosi lahan di DAS.
- Danau Batur di Provinsi Bali. Danau Batur adalah danau vulkanik dengan luas sekitar 16 km2. Danau Batur terletak di kawasan Cagar Alam Gunung Batur yang merupakan salah satu situs warisan dunia UNESCO. Danau Batur memiliki nilai religi yang tinggi bagi masyarakat Hindu Bali. Danau Batur juga memiliki potensi wisata yang besar karena keindahan alamnya yang eksotis. Namun, Danau Batur juga terancam oleh pencemaran dari limbah pertanian, domestik, dan perikanan, serta sedimentasi dari erosi lahan di DAS.
- Danau Tondano di Provinsi Sulawesi Utara. Danau Tondano adalah danau tektonik dengan luas sekitar 100 km2. Danau Tondano merupakan sumber air utama untuk irigasi sawah dan perikanan di Sulawesi Utara. Danau Tondano juga memiliki nilai budaya yang tinggi bagi masyarakat Minahasa. Namun, Danau Tondano juga mengalami penurunan kualitas air akibat pencemaran dari limbah pertanian, domestik, dan perikanan, serta sedimentasi dari erosi lahan di DAS.
- Danau Kaskade Mahakam (Melintang, Semayang, dan Jempang) di Provinsi Kalimantan Timur. Danau Kaskade Mahakam adalah rangkaian tiga danau tektonik dengan luas total sekitar 200 km2. Danau Kaskade Mahakam merupakan bagian dari kawasan Delta Mahakam yang memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, termasuk spesies endemik ikan pesut mahakam dan buaya muara. Namun, Danau Kaskade Mahakam juga terancam oleh pencemaran dari limbah pertambangan batubara, minyak bumi, dan gas alam, serta sedimentasi dari erosi lahan di DAS.
- Danau Sentarum di Provinsi Kalimantan Barat. Danau Sentarum adalah danau rawa dengan luas sekitar 132 km2. Danau Sentarum merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional Danau Sentarum yang memiliki fungsi ekologis sebagai penyangga banjir, penyedia air bersih, dan habitat keanekaragaman hayati. Danau Sentarum juga memiliki nilai sosial dan budaya yang tinggi bagi masyarakat Dayak yang hidup di sekitarnya. Namun, Danau Sentarum juga terancam oleh pencemaran dari limbah pertanian, perkebunan, dan perikanan, serta konversi lahan menjadi lahan gambut dan hutan tanaman industri.
- Danau Poso di Provinsi Sulawesi Tengah. Danau Poso adalah danau tektonik dengan luas sekitar 323 km2. Danau Poso merupakan salah satu danau tertua di dunia yang memiliki keanekaragaman hayati yang unik, termasuk spesies endemik ikan marosatherina ladigesi dan udang karang caridina woltereckae. Danau Poso juga memiliki potensi wisata yang menawan karena kejernihan airnya yang mencapai 20 meter. Namun, Danau Poso juga terancam oleh pencemaran dari limbah pertanian, domestik, dan perikanan, serta sedimentasi dari erosi lahan di DAS.
- Danau Matano di Provinsi Sulawesi Selatan. Danau Matano adalah danau tektonik dengan luas sekitar 164 km2. Danau Matano merupakan danau terdalam di Indonesia dengan kedalaman mencapai 590 meter. Danau Matano memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, termasuk spesies endemik ikan matanoensis dan ikan towoetii. Danau Matano juga memiliki potensi wisata yang besar karena keindahan alamnya yang memesona. Namun, Danau Matano juga terancam oleh pencemaran dari limbah pertambangan nikel, pertanian, domestik, dan perikanan, serta sedimentasi dari erosi lahan di DAS.
- Danau Towuti di Provinsi Sulawesi Selatan. Danau Towuti adalah danau tektonik dengan luas sekitar 561 km2. Danau Towuti merupakan danau terluas kedua di Indonesia setelah Danau Toba. Danau Towuti memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, termasuk spesies endemik ikan towutiensis dan ikan adrianichthys. Danau Towuti juga memiliki potensi wisata yang besar karena keindahan alamnya yang menakjubkan. Namun, Danau Towuti juga terancam oleh pencemaran dari limbah pertambangan nikel, pertanian, domestik, dan perikanan, serta sedimentasi dari erosi lahan di DAS.
- Danau Limboto di Provinsi Gorontalo. Danau Limboto adalah danau rawa dengan luas sekitar 30 km2. Danau Limboto merupakan sumber air utama untuk irigasi sawah dan perikanan di Gorontalo. Danau Limboto juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi bagi masyarakat Gorontalo. Namun, Danau Limboto juga mengalami penurunan kedalaman akibat sedimentasi dari erosi lahan di DAS, serta pencemaran dari limbah pertanian, domestik, dan perikanan.
Kesimpulan
15 DPN adalah danau-danau yang memiliki nilai strategis tinggi bagi Indonesia, baik dari segi ekonomi, ekologi, sosial, budaya, maupun ilmu pengetahuan. Namun, 15 DPN juga mengalami degradasi dan kerusakan akibat berbagai faktor tekanan manusia dan alam. Oleh karena itu, penyelamatan 15 DPN menjadi prioritas nasional yang harus dilakukan secara terpadu, partisipatif, berkelanjutan, dan berbasis ilmiah.
Sumber:
(1) Pengamat : Pemulihan 15 Danau Prioritas Terkendala Pandemi – Greeners.Co. https://www.greeners.co/berita/pengamat-pemulihan-15-danau-prioritas-terkendala-pandemi/.
(2) Jokowi Teken Perpres 15 Danau Prioritas Nasional, Ini Daftarnya. https://nasional.kompas.com/read/2021/08/09/11530021/jokowi-teken-perpres-15-danau-prioritas-nasional-ini-daftarnya.
(3) 15 Danau Prioritas Nasional – JDIH Kemenko Marves. https://jdih.maritim.go.id/15-danau-prioritas-nasional.
(4) Jokowi Tetapkan 15 Danau Prioritas Nasional, Berikut Daftarnya. https://kabar24.bisnis.com/read/20210807/15/1427107/jokowi-tetapkan-15-danau-prioritas-nasional-berikut-daftarnya.
(5) 15 Danau Kritis Mulai Diperbaiki dan Direvitalisasi – Kompas.com. https://www.kompas.com/properti/read/2021/09/27/210000821/15-danau-kritis-mulai-diperbaiki-dan-direvitalisasi.