Menu Tutup

Kapal Pinisi: Warisan Maritim Indonesia dan Seni Pembuatannya

Pendahuluan

Kapal Pinisi adalah simbol kebanggaan maritim Indonesia, terutama bagi masyarakat Bugis dan Makassar di Sulawesi Selatan. Dengan sejarah yang kaya dan tradisi pembuatan kapal yang telah diakui oleh UNESCO, kapal Pinisi tidak hanya merupakan alat transportasi tetapi juga warisan budaya yang lisan dan takbenda1.

Sejarah dan Asal Usul

Kapal Pinisi telah ada sejak abad ke-14, menjadi bagian penting dari sejarah maritim Indonesia. Kapal ini dikembangkan oleh masyarakat desa Ara yang berbahasa Konjo di Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Seiring waktu, kapal Pinisi menjadi kapal layar terbesar di Indonesia sebelum era motorisasi armada perdagangan tradisional pada tahun 1970/80-an1.

Desain dan Arsitektur

Kapal Pinisi terkenal dengan sistem layarnya yang unik, yang terdiri dari tujuh hingga delapan layar dengan dua tiang, diatur seperti gaff-ketch. Layar utama tidak dibuka dengan menarik galahnya ke atas, tetapi ‘ditarik keluar’ seperti tirai dari sekitar tengah tiang. Desain ini mencerminkan keahlian arsitektur kapal laut yang telah diwariskan secara turun-temurun1.

Pembuatan dan Ritual

Proses pembuatan kapal Pinisi masih sangat tradisional, melibatkan kerja sama dan gotong royong komunitas lokal. Pembuat kapal biasanya juga nelayan yang membuat perahu untuk menangkap ikan. Kapal dibuat langsung di bibir pantai, memungkinkan kapal yang telah selesai untuk langsung didorong ke laut2.

UNESCO dan Pengakuan Internasional

Pada tanggal 7 Desember 2017, seni pembuatan kapal Pinisi di Sulawesi Selatan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO. Pengakuan ini menegaskan pentingnya kapal Pinisi tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga bagi dunia dalam hal pelestarian teknik pembuatan kapal tradisional1.

Kesimpulan

Kapal Pinisi adalah lebih dari sekadar kapal; ia adalah cerminan dari kekayaan budaya dan sejarah maritim Indonesia. Melalui pengakuan UNESCO, kapal Pinisi terus menginspirasi dan mengajar generasi mendatang tentang pentingnya melestarikan warisan budaya yang tak ternilai ini.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya