Menu Tutup

Adab Menerima Tamu dalam Islam

Islam mengajarkan umatnya untuk bersikap baik dan ramah terhadap tamu yang datang berkunjung. Menerima dan memuliakan tamu adalah bagian dari tanda keimanan seorang muslim. Rasulullah SAW adalah contoh teladan penerima tamu yang baik. Beliau selalu menyambut tamu dengan senyum, memberikan tempat duduk yang nyaman, dan menyediakan hidangan yang terbaik. Dalam hadits riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:

> مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلأخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

> Artinya: “Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.”

Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa adab menerima tamu dalam Islam yang dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Menyambut Tamu dengan Salam dan Senyum

Adab menerima tamu yang pertama adalah menyambut mereka dengan salam dan senyum. Salam adalah ucapan yang mengandung doa keselamatan dan kedamaian bagi orang yang disapa. Senyum adalah sedekah yang mudah dan murah, namun dapat menambah keceriaan dan keakraban. Dengan menyambut tamu dengan salam dan senyum, kita menunjukkan rasa hormat dan simpati kepada mereka.

2. Memberikan Tempat Duduk yang Nyaman

Adab menerima tamu yang kedua adalah memberikan tempat duduk yang nyaman. Tempat duduk yang nyaman adalah tempat yang bersih, luas, dan tidak mengganggu privasi. Kita harus mengutamakan kenyamanan tamu daripada diri kita sendiri. Kita harus menghindari memberikan tempat duduk yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, terlalu panas atau terlalu dingin, atau terlalu dekat dengan pintu atau jendela.

3. Menyediakan Hidangan yang Terbaik

Adab menerima tamu yang ketiga adalah menyediakan hidangan yang terbaik. Hidangan yang terbaik adalah hidangan yang halal, baik, dan cukup. Kita tidak perlu berlebihan dalam menyajikan hidangan, namun juga tidak boleh pelit atau kikir. Kita harus menghormati selera dan kebutuhan tamu, serta memperhatikan adab makan dan minum dalam Islam.

4. Menjaga Percakapan yang Baik

Adab menerima tamu yang keempat adalah menjaga percakapan yang baik. Percakapan yang baik adalah percakapan yang bermanfaat, sopan, dan santun. Kita harus menghindari topik-topik yang dapat menimbulkan perselisihan, gosip, fitnah, atau hal-hal negatif lainnya. Kita harus berbicara dengan bahasa yang jelas, mudah dimengerti, dan tidak ambigu. Kita juga harus mendengarkan dengan baik dan memberikan tanggapan yang sesuai.

5. Mengantarkan Tamu dengan Hormat

Adab menerima tamu yang kelima adalah mengantarkan tamu dengan hormat. Mengantarkan tamu dengan hormat adalah menemani mereka sampai ke pintu keluar atau kendaraan mereka dengan sopan dan ramah. Kita harus mengucapkan salam dan doa untuk keselamatan dan keberkahan mereka. Kita juga harus mengucapkan terima kasih atas kunjungan mereka dan mengundang mereka untuk datang kembali.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya