Kesultanan Ternate atau juga dikenal dengan Kerajaan Gapi adalah salah satu dari empat kerajaan Islam di Kepulauan Maluku dan merupakan salah satu kerajaan Islam tertua di Nusantara. Didirikan oleh Baab Mashur Malamo pada tahun 1257¹, Kesultanan Ternate memiliki peran penting di kawasan timur Nusantara antara abad ke-13 hingga abad ke-19.
Asal-Usul Kesultanan Ternate
Sejarah berdirinya Kesultanan Ternate bermula dari keberadaan empat kampung yang masing-masing dikepalai oleh seorang kepala marga atau disebut Momole. Empat kampung tersebut kemudian sepakat membentuk kerajaan, tetapi kala itu raja dan rakyatnya belum diketahui agamanya².
Sejak zaman dahulu, Ternate dikenal sebagai penghasil rempah-rempah, sehingga penduduknya telah berhubungan dengan para pedagang dari Arab, Melayu, ataupun China. Seiring ramainya aktivitas perdagangan, agama Islam mulai menyebar di Ternate pada abad ke-14 dan keluarga kerajaan baru memeluk Islam pada masa pemerintahan Raja Marhum (1432-1486 M)².
Struktur Pemerintahan Kesultanan Ternate
Kesultanan Ternate memiliki struktur pemerintahan yang terdiri dari Sultan sebagai kepala negara dan pemerintahan, yang dibantu oleh para pejabat tinggi seperti Wazir (Perdana Menteri), Sangaji (Gubernur), Bobato (Menteri), dan Kapita Laut (Laksamana). Selain itu, ada juga lembaga-lembaga seperti Dewan Adat, Dewan Agama, Dewan Perang, dan Dewan Perdagangan³.
Sultan Ternate memiliki hak prerogatif untuk menentukan siapa yang akan menjadi pewaris tahta. Pewaris tahta biasanya dipilih dari putra-putra Sultan yang berasal dari permaisuri atau istri pertama. Namun, Sultan juga dapat menunjuk putra-putranya yang lain atau bahkan saudara-saudaranya sebagai calon pengganti³.
Masa Kejayaan dan Perlawanan Kesultanan Ternate
Kesultanan Ternate mencapai puncak kejayaan ketika diperintah oleh Sultan Baabullah (1570-1583 M). Selain berhasil memperluas wilayah kekuasaan kerajaan, memperkuat angkatan militer, dan memajukan perdagangan, Sultan Baabullah juga gigih melakukan perlawanan terhadap Portugis yang mencoba menguasai sumber rempah-rempah di Maluku².
Sultan Baabullah berhasil mengusir Portugis dari benteng mereka di Pulau Tidore pada tahun 1574 dan dari Pulau Ternate pada tahun 1575. Ia juga membentuk persekutuan dengan kerajaan-kerajaan lain di Maluku untuk melawan kolonialisme Portugis. Sultan Baabullah dikenal sebagai pahlawan nasional Indonesia karena jasanya dalam mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa².
Warisan Peninggalan Kesultanan Ternate
Kesultanan Ternate masih ada hingga saat ini. Sultan Ternate sekarang bernama Sultan Hidayatullah Syah bin Mudaffar Syah, yang dinobatkan pada 18 Desember 2021². Meski tidak lagi memiliki kekuasaan politik, Sultan Ternate masih dihormati sebagai pemimpin adat dan simbol budaya masyarakat Maluku.
Beberapa peninggalan sejarah Kesultanan Ternate yang masih dapat dilihat hingga kini antara lain:
– Istana Kesultanan Ternate, yang merupakan bangunan bersejarah yang dibangun pada abad ke-16 dan telah mengalami beberapa kali renovasi. Istana ini berfungsi sebagai tempat tinggal Sultan dan keluarganya, serta sebagai pusat pemerintahan dan kebudayaan¹.
– Benteng Tolukko, yang merupakan benteng pertahanan yang dibangun oleh Portugis pada tahun 1540 dan kemudian direbut oleh Sultan Baabullah pada tahun 1575. Benteng ini memiliki arsitektur bergaya Eropa dengan dinding batu bata setebal 10 meter dan menara-menara sudut¹.
– Masjid Sultan Ternate, yang merupakan masjid tertua di Maluku yang dibangun pada abad ke-15 oleh Raja Marhum, raja pertama Ternate yang memeluk Islam. Masjid ini memiliki arsitektur bergaya tradisional dengan atap berbentuk limas dan menara-menara tinggi¹.
Sumber:
(1) Kesultanan Ternate – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Ternate.
(2) Kerajaan Ternate: Sejarah, Letak, Masa Kejayaan, dan Peninggalan. https://www.kompas.com/stori/read/2021/08/16/130000279/kerajaan-ternate-sejarah-letak-masa-kejayaan-dan-peninggalan.
(3) Kesultanan Ternate: Asal-Usul, Struktur, dan Warisan Peninggalan. https://www.gramedia.com/literasi/kesultanan-ternate/.