Offside adalah salah satu istilah yang sering digunakan dalam permainan sepak bola. Offside terjadi ketika seorang pemain menyerang berada lebih dekat dengan garis gawang tim lawan daripada bola dan pemain kedua terakhir lawan pada saat bola disentuh atau dimainkan oleh rekan setimnya¹. Offside bukanlah suatu pelanggaran, tetapi merupakan suatu pelanggaran aturan permainan yang akan menghentikan serangan tim yang melakukannya².
Sejarah offside dalam sepak bola
Aturan offside dalam sepak bola pertama kali diterapkan pada tahun 1863 oleh The Football Association (FA), badan sepak bola tertua di dunia. Saat itu, aturan offside berbunyi: “Seorang pemain dianggap offside jika ia berada di depan bola kecuali ada tiga pemain lawan di antara dirinya dan garis gawang lawan” ². Aturan ini kemudian mengalami beberapa perubahan seiring dengan perkembangan permainan sepak bola. Pada tahun 1925, jumlah pemain lawan yang harus ada di antara pemain menyerang dan garis gawang berkurang menjadi dua.
Pada tahun 1990, aturan offside dimodifikasi lagi dengan menambahkan kriteria “terlibat dalam permainan” untuk menentukan apakah seorang pemain offside atau tidak ².
Pada tahun 2005, IFAB mengubah definisi “terlibat dalam permainan” menjadi “mengganggu permainan, mengganggu lawan, atau memperoleh keuntungan” ².
Pada tahun 2023, FIFA akan mulai menerapkan aturan offside baru yang diusulkan oleh mantan pelatih Arsenal Arsene Wenger, yang disebut dengan “Wenger Law”. Aturan ini menyatakan bahwa seorang pemain hanya akan dinyatakan offside jika ada bagian tubuhnya yang dapat digunakan untuk mencetak gol berada lebih dekat dengan garis gawang lawan daripada bagian tubuh terakhir pemain bertahan ³⁴.
Cara menentukan offside dalam sepak bola
Untuk menentukan apakah seorang pemain berada dalam posisi offside atau tidak, wasit dibantu oleh hakim garis yang berada di sisi lapangan. Hakim garis harus memperhatikan posisi pemain menyerang dan pemain bertahan pada saat bola disentuh atau dimainkan oleh rekan setimnya. Jika hakim garis melihat bahwa ada pemain menyerang yang berada dalam posisi offside dan terlibat dalam permainan, maka ia akan mengangkat bendera dan memberi tanda kepada wasit. Wasit kemudian akan meniup peluit dan memberikan tendangan bebas tidak langsung kepada tim lawan dari tempat terjadinya offside ⁵⁶.
Berikut ini adalah kriteria yang digunakan untuk menentukan apakah seorang pemain terlibat dalam permainan atau tidak:
– Mengganggu permainan dengan memainkan atau menyentuh bola yang dioper oleh rekan setimnya.
– Mengganggu/menghalangi lawan dengan membuat tindakan nyata yang jelas berdampak pada kemampuan lawan untuk memainkan bola.
– Memperoleh keuntungan dengan berada di posisi tersebut, misalnya dengan menerima operan dari rekan setimnya atau memantulkan bola dari tiang gawang atau penjaga gawang ⁶.
Adapun, bagian tubuh yang diperhitungkan dalam aturan offside adalah kepala, badan, atau kaki. Tangan dan lengan semua pemain, termasuk penjaga gawang, tidak diperhitungkan. Batas bagian tubuh yang diatur dalam regulasi offside adalah di atas lapangan sejajar dengan bawah bagian ketiak ¹⁶.
Contoh offside dalam sepak bola
Berikut ini adalah beberapa contoh situasi offside dalam permainan sepak bola:
– Pemain A mengoper bola ke depan ke arah pemain B yang berlari menuju gawang lawan. Pada saat bola disentuh oleh pemain A, pemain B berada lebih dekat dengan garis gawang lawan daripada dua pemain terakhir lawan. Pemain B kemudian menerima bola dan mencetak gol. Gol ini tidak sah karena pemain B berada dalam posisi offside dan terlibat dalam permainan.
– Pemain C mengirim umpan silang ke kotak penalti lawan. Pemain D yang berada di dalam kotak penalti berlari ke arah bola. Pada saat bola disentuh oleh pemain C, pemain D berada lebih dekat dengan garis gawang lawan daripada dua pemain terakhir lawan. Namun, pemain D tidak menyentuh bola dan membiarkan bola melewatinya. Pemain E yang berada di belakang pemain D kemudian menyundul bola dan mencetak gol. Gol ini sah karena pemain D tidak terlibat dalam permainan meskipun berada dalam posisi offside.
– Pemain F menendang bola ke arah gawang lawan dari luar kotak penalti. Bola mengenai tiang gawang dan memantul kembali ke lapangan. Pemain G yang berada di depan gawang lawan kemudian menyambar bola dan mencetak gol. Pada saat bola ditendang oleh pemain F, pemain G berada lebih dekat dengan garis gawang lawan daripada dua pemain terakhir lawan. Gol ini tidak sah karena pemain G berada dalam posisi offside dan memperoleh keuntungan dari pantulan bola ⁶.
Sumber:
(1) Pengertian Offside dalam Sepak Bola, Ini Penyebab dan Teknisnya – IDN Times. https://www.idntimes.com/sport/soccer/yogama-wisnu-oktyandito/pengertian-offside-adalah-dalam-sepak-bola.
(2) Sejarah Offside dan Kapan Pertama Kali Diterapkan dalam Sepak Bola. https://www.metrotvnews.com/read/NG9C5p0x-sejarah-offside-dan-kapan-pertama-kali-diterapkan-dalam-sepak-bola.
(3) Gara-Gara Arsene Wenger, FIFA Ubah Aturan Offside. https://bola.okezone.com/read/2023/07/02/51/2839888/gara-gara-arsene-wenger-fifa-ubah-aturan-offside.
(4) FIFA akan Terapkan Aturan Baru Offside Wenger Law secara Bertahap, Apa yang Berubah?. https://www.kompas.tv/olahraga/421726/fifa-akan-terapkan-aturan-baru-offside-wenger-law-secara-bertahap-apa-yang-berubah.
(5) Apa yang Dimaksud dengan Offside dalam Sepak Bola? – Tirto.ID. https://tirto.id/apa-yang-dimaksud-dengan-offside-dalam-sepak-bola-gj84.
(6) Aturan Offside dalam Sepak Bola – Kompas.com. https://www.kompas.com/sports/read/2021/09/04/17000028/aturan-offside-dalam-sepak-bola.