Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik¹. Kurikulum ini dikembangkan sebagai respons terhadap krisis dan kesenjangan pembelajaran yang terjadi di Indonesia, terutama akibat pandemi COVID-19². Kurikulum Merdeka memiliki beberapa keunggulan, antara lain:
Pengembangan Soft Skills dan Karakter
Kurikulum Merdeka mengedepankan pengembangan soft skills dan karakter melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila. Projek ini merupakan kegiatan kokurikuler yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk:
– Mengeksplorasi ilmu pengetahuan, mengembangkan keterampilan, serta menguatkan pengembangan enam dimensi profil pelajar Pancasila, yaitu: religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, integritas, dan bermartabat¹.
– Mempelajari secara mendalam tema-tema atau isu penting, seperti gaya hidup berkelanjutan, toleransi, kesehatan mental, budaya, wirausaha, teknologi, dan kehidupan berdemokrasi¹.
– Melakukan aksi nyata sebagai respon terhadap isu-isu tersebut sesuai dengan perkembangan dan tahapan belajar mereka¹.
Fokus pada Materi Esensial
Kurikulum Merdeka fokus pada materi esensial, relevan, dan mendalam sehingga ada waktu cukup untuk membangun kreativitas dan inovasi peserta didik dalam mencapai kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi¹. Materi esensial adalah materi yang menjadi dasar untuk memahami konsep-konsep lain yang lebih kompleks. Materi esensial juga harus sesuai dengan konteks dan tantangan zaman². Kurikulum Merdeka menggunakan struktur kurikulum yang terdiri dari:
– Capaian pembelajaran, yaitu hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran pada jenjang pendidikan tertentu⁵.
– Muatan pembelajaran, yaitu isi atau materi pembelajaran yang disusun berdasarkan capaian pembelajaran⁵.
– Beban belajar, yaitu jumlah waktu tatap muka atau waktu belajar mandiri yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mencapai capaian pembelajaran⁵.
Pembelajaran yang Fleksibel
Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan tahap capaian dan perkembangan masing-masing peserta didik dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal¹. Guru dapat memilih berbagai perangkat pembelajaran yang relevan dengan minat dan bakat peserta didik². Guru juga dapat melakukan asesmen secara otentik untuk menilai kemampuan peserta didik dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam situasi nyata².
Sumber:
(1) Kurikulum Merdeka – Kemendikbudristek. https://kurikulum.kemdikbud.go.id/kurikulum-merdeka/.
(2) Kurikulum Merdeka – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Kurikulum_Merdeka.
(3) Kurikulum Merdeka – Kemendikbudristek. https://kurikulum.kemdikbud.go.id/kurikulum-merdeka/capaian-pembelajaran.
(4) Kupas Tuntas Kurikulum Merdeka, Begini Konsep & Implementasinya – Ruangguru. https://www.ruangguru.com/blog/kurikulum-merdeka.
(5) APA ITU KURIKULUM MERDEKA DAN MERDEKA BELAJAR. https://www.ainamulyana.com/2022/02/apa-itu-kurikulum-merdeka.html.