Laba adalah salah satu tujuan utama dari setiap perusahaan. Laba adalah selisih antara total penerimaan dan total biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam menjalankan usahanya. Semakin besar laba yang diperoleh, semakin baik kinerja perusahaan. Namun, bagaimana cara perusahaan dapat memaksimumkan laba yang didapat? Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk mencapai laba maksimum.
Menaikkan Penjualan atau Omzet
Penjualan atau omzet adalah jumlah uang yang diterima oleh perusahaan dari hasil menjual barang atau jasa kepada konsumen. Penjualan atau omzet merupakan sumber utama dari penerimaan perusahaan. Oleh karena itu, salah satu cara untuk meningkatkan laba adalah dengan menaikkan penjualan atau omzet. Ada beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk menaikkan penjualan atau omzet, antara lain:
- Meningkatkan kualitas barang atau jasa yang ditawarkan. Kualitas yang baik akan meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen, sehingga mereka akan lebih sering membeli dan merekomendasikan produk perusahaan kepada orang lain.
- Menurunkan harga jual barang atau jasa. Harga yang rendah akan menarik minat konsumen untuk membeli produk perusahaan, terutama jika produk tersebut memiliki nilai tambah atau diferensiasi yang kuat dibandingkan dengan produk pesaing.
- Melakukan promosi dan pemasaran yang efektif. Promosi dan pemasaran adalah cara untuk menginformasikan dan meyakinkan konsumen tentang keunggulan dan manfaat produk perusahaan. Promosi dan pemasaran dapat dilakukan melalui berbagai media, seperti iklan, brosur, website, sosial media, dll.
- Menciptakan inovasi dan variasi produk. Inovasi dan variasi produk adalah cara untuk menawarkan sesuatu yang baru dan berbeda kepada konsumen. Inovasi dan variasi produk dapat meningkatkan daya saing dan pangsa pasar perusahaan, serta memenuhi kebutuhan dan selera konsumen yang beragam.
Mengurangi Biaya
Biaya adalah jumlah uang yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memproduksi dan mendistribusikan barang atau jasa kepada konsumen. Biaya merupakan pengurang dari penerimaan perusahaan. Oleh karena itu, salah satu cara untuk meningkatkan laba adalah dengan mengurangi biaya. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk mengurangi biaya, antara lain:
- Menganalisis margin. Margin adalah selisih antara harga jual dan biaya produksi per unit barang atau jasa. Margin menunjukkan seberapa besar keuntungan yang didapat perusahaan dari setiap penjualan. Perusahaan harus mengetahui margin dari setiap produk yang dijual, dan berusaha untuk meningkatkannya dengan cara menaikkan harga jual atau menurunkan biaya produksi.
- Menambah produk atau layanan. Produk atau layanan tambahan adalah produk atau layanan yang ditawarkan oleh perusahaan sebagai pelengkap atau pendukung dari produk utama. Produk atau layanan tambahan dapat meningkatkan nilai jual dan kepuasan konsumen, serta menghasilkan penerimaan tambahan bagi perusahaan.
- Meneliti pada supplier. Supplier adalah pihak yang menyediakan bahan baku, komponen, mesin, alat, dll yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk memproduksi barang atau jasa. Perusahaan harus meneliti kembali supplier yang digunakan, dan mencari supplier yang dapat memberikan harga, kualitas, dan layanan yang lebih baik.
- Mengatur sistem dan struktur operasional. Sistem dan struktur operasional adalah cara kerja dan organisasi dari perusahaan dalam menjalankan usahanya. Perusahaan harus mengatur sistem dan struktur operasional yang efisien dan efektif, sehingga dapat menghemat waktu, tenaga, dan biaya.
Memperhatikan Perputaran Persediaan
Perputaran persediaan adalah rasio antara jumlah barang yang terjual dengan jumlah barang yang tersedia di gudang. Perputaran persediaan menunjukkan seberapa cepat barang berpindah dari gudang ke konsumen. Perputaran persediaan yang tinggi berarti barang tidak lama disimpan di gudang, sehingga menghemat biaya penyimpanan dan perawatan. Perputaran persediaan yang rendah berarti barang lama disimpan di gudang, sehingga menambah biaya penyimpanan dan perawatan, serta berisiko rusak atau kadaluarsa. Oleh karena itu, perusahaan harus memperhatikan perputaran persediaan, dan berusaha untuk meningkatkannya dengan cara:
- Menyesuaikan jumlah produksi dengan permintaan pasar. Perusahaan harus memproduksi barang sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan oleh konsumen, sehingga tidak terjadi kelebihan atau kekurangan persediaan.
- Melakukan pengendalian kualitas. Perusahaan harus melakukan pengendalian kualitas terhadap barang yang diproduksi, sehingga barang yang dijual memiliki standar yang baik dan tidak cacat atau rusak.
- Melakukan pengelolaan gudang. Perusahaan harus melakukan pengelolaan gudang yang baik, sehingga barang yang disimpan dapat diatur dengan rapi dan mudah dicari. Perusahaan juga harus melakukan inventarisasi secara berkala, sehingga dapat mengetahui jumlah dan kondisi barang yang ada di gudang.
Menghitung Laba Maksimum
Laba maksimum adalah laba tertinggi yang dapat dicapai oleh perusahaan dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi laba, seperti penjualan, biaya, dan perputaran persediaan. Laba maksimum dapat dihitung dengan rumus1:
π = TR – TC
Dimana:
π = Laba maksimum
TR = Total penerimaan (harga jual x jumlah barang terjual)
TC = Total biaya (biaya tetap + biaya variabel x jumlah barang terjual)
Untuk mencapai laba maksimum, perusahaan harus menentukan tingkat output yang optimal, yaitu output dimana biaya marjinal (biaya tambahan untuk memproduksi satu unit barang tambahan) sama dengan penerimaan marjinal (penerimaan tambahan dari menjual satu unit barang tambahan). Dengan kata lain, laba maksimum tercapai pada saat:
MC = MR
Dimana:
MC = Biaya marjinal (turunan pertama dari fungsi biaya total)
MR = Penerimaan marjinal (turunan pertama dari fungsi penerimaan total)
Syarat untuk mencapai laba maksimum adalah1:
- Perusahaan beroperasi dalam pasar persaingan sempurna, yaitu pasar dimana terdapat banyak penjual dan pembeli yang menjual produk homogen, tidak ada hambatan masuk dan keluar pasar, serta tidak ada intervensi pemerintah.
- Perusahaan merupakan price taker, yaitu perusahaan tidak dapat mempengaruhi harga pasar, melainkan hanya menerima harga yang ditentukan oleh mekanisme pasar.
- Perusahaan menghadapi kurva permintaan yang horizontal atau elastis sempurna, yaitu permintaan tidak berubah meskipun harga berubah.
Kesimpulan
Laba adalah tujuan utama dari setiap perusahaan. Laba dapat dimaksimumkan dengan cara menaikkan penjualan atau omzet, mengurangi biaya, memperhatikan perputaran persediaan, dan menghitung laba maksimum. Perusahaan harus menerapkan strategi-strategi tersebut secara tepat dan konsisten, sehingga dapat meningkatkan kinerja dan keberlangsungan usahanya.
Sumber:
(1) Pengertian, Rumus Menghitung, dan Syarat Laba Maksimum dalam Akuntansi …. https://kumparan.com/berita-terkini/pengertian-rumus-menghitung-dan-syarat-laba-maksimum-dalam-akuntansi-1yz6hpIwgSQ.
(2) Cara Meningkatkan Keuntungan (Laba) dan Profit … – Bisnis Dan Akuntansi. https://novalio.id/blog/cara-meningkatkan-keuntungan-laba-dan-profit-perusahaan-dalam-bisnis-ukm/.
(3) MEMAKSIMALKAN LABA PERUSAHAAN MELALUI BEBERAPA LANGKAH. https://jtanzilco.com/blog/detail/825/slug/memaksimalkan-laba-perusahaan-melalui-beberapa-langkah.
(4) Maksimalisasi laba / profit dalam jangka pendek. https://studiekonomi.com/ekonomi/mikro/maksimalisasi-laba-profit/.