Dalam dunia ekonomi, terdapat berbagai macam kebijakan yang dapat dilakukan oleh pemerintah untuk mengintervensi pasar. Tujuan dari intervensi pemerintah ini adalah untuk mencapai kesejahteraan sosial yang optimal, baik bagi produsen maupun konsumen. Beberapa kebijakan yang sering diterapkan oleh pemerintah adalah kuota, price ceiling, dan price floor. Apa itu kuota, price ceiling, dan price floor? Bagaimana cara kerja dan dampaknya terhadap pasar? Mari kita bahas satu per satu.
Kuota
Kuota adalah batasan jumlah barang atau jasa yang boleh diproduksi atau diimpor dalam suatu periode waktu tertentu1. Kuota biasanya diberlakukan oleh pemerintah untuk melindungi produsen lokal dari persaingan dengan produsen asing yang mungkin memiliki keunggulan komparatif atau harga yang lebih murah. Kuota juga dapat digunakan untuk mengendalikan pasokan barang atau jasa yang berpotensi menimbulkan kerugian sosial, seperti rokok, alkohol, atau narkoba.
Contoh kuota adalah ketika pemerintah Indonesia memberlakukan kuota impor gula sebesar 3 juta ton per tahun untuk menjaga stabilitas harga gula di dalam negeri. Dengan adanya kuota impor gula ini, maka jumlah gula yang masuk ke pasar Indonesia menjadi terbatas. Hal ini akan meningkatkan harga gula di pasar domestik dan menguntungkan para petani gula lokal. Namun, di sisi lain, hal ini juga akan merugikan para konsumen gula yang harus membayar harga yang lebih tinggi.
Price Ceiling
Price ceiling adalah batas harga maksimum yang ditetapkan oleh pemerintah untuk suatu barang atau jasa2. Price ceiling biasanya diberlakukan oleh pemerintah untuk melindungi konsumen dari kenaikan harga yang terlalu tinggi akibat kelangkaan barang atau jasa. Barang atau jasa yang sering dikenakan price ceiling adalah bahan pokok, produk energi, atau layanan publik.
Contoh price ceiling adalah ketika pemerintah Indonesia menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk beras sebesar Rp 12.800 per kilogram. Dengan adanya HET beras ini, maka harga beras di pasar tidak boleh melebihi batas tersebut. Hal ini akan melindungi konsumen beras dari kenaikan harga yang tidak wajar. Namun, di sisi lain, hal ini juga akan merugikan para produsen beras yang tidak dapat menjual beras dengan harga sesuai dengan biaya produksi dan permintaan pasar.
Price Floor
Price floor adalah batas harga minimum yang ditetapkan oleh pemerintah untuk suatu barang atau jasa3. Price floor biasanya diberlakukan oleh pemerintah untuk melindungi produsen dari penurunan harga yang terlalu rendah akibat kelebihan penawaran barang atau jasa. Barang atau jasa yang sering dikenakan price floor adalah produk pertanian, tenaga kerja, atau produk tertentu yang memiliki nilai strategis.
Contoh price floor adalah ketika pemerintah Indonesia menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah sebesar Rp 4.200 per kilogram. Dengan adanya HPP gabah ini, maka pemerintah akan membeli gabah dari petani dengan harga minimal tersebut jika harga pasar lebih rendah. Hal ini akan melindungi petani gabah dari kerugian akibat penurunan harga gabah di pasar. Namun, di sisi lain, hal ini juga akan menimbulkan beban subsidi bagi pemerintah dan kemungkinan surplus gabah yang tidak terserap oleh pasar.
Kesimpulan
Kuota, price ceiling, dan price floor adalah beberapa bentuk intervensi pemerintah ke pasar yang bertujuan untuk mencapai kesejahteraan sosial yang optimal. Namun, setiap kebijakan tersebut memiliki dampak positif dan negatif bagi produsen dan konsumen. Oleh karena itu, pemerintah harus mempertimbangkan berbagai faktor sebelum menerapkan kebijakan tersebut, seperti kondisi pasar, biaya produksi, permintaan dan penawaran, serta dampak sosial dan lingkungan.
Sumber:
(1) Intervensi Pemerintah ke Pasar: Kuota, Price Ceiling, Price Floor. https://www.zenius.net/materi-belajar/ekonomi-lp15691/keseimbangan-pasar-dan-struktur-pasar-k13r-k10-kumer-fase-e-lp16293/intervensi-pemerintah-ke-pasar-kuota-price-ceiling-price-floor%20%3E%20kebijakan-price-ceiling-lp16324-lu198161/.
(2) Pengertian Price Ceiling Dan 3 Jenisnya Bagi Bisnis – Blog Sirclo Store. https://store.sirclo.com/blog/jenis-price-ceiling/.
(3) Apa itu Ceiling Price dan Floor Price? | Pasar Properti – Rumah.com. https://www.rumah.com/berita-properti/2013/5/1297/apa-itu-ceiling-price-dan-floor-price.