Menu Tutup

Jurusan Akuntansi Syariah: Definisi, Gelar, Kompetensi, Mata Kuliah, Tempat Magang, dan Prospek Kerja

Definisi

Jurusan Akuntansi Syariah adalah bidang akuntansi yang menekankan pada dua hal, yaitu akuntabilitas dan pelaporan. Akuntabilitas tercermin dari tauhid yaitu dengan menjalankan segala aktivitas ekonomi sesuai dengan ketentuan Islam. Sedangkan pelaporan adalah bentuk pertanggungjawaban kepada Allah dan manusia.

Jurusan ini mengkaji tentang prinsip-prinsip akuntansi syariah termasuk pengembangan dan pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari. Akuntansi syariah adalah suatu kegiatan identifikasi, klasifikasi, dan pencatatan yang menghasilkan laporan keuangan berdasarkan prinsip akad-akad syariah yang dapat dijadikan acuan pengambilan keputusan.

Beberapa prinsip syariah yang patut dipenuhi antara lain tidak ada unsur penipuan, tidak menggunakan barang yang haram, tidak membahayakan, dan tidak mengandung kezaliman, riba, dan juga judi. Akuntansi syariah hadir sebagai penyempurnaan dari akuntansi konvensional yang belum menggunakan prinsip-prinsip syariah dalam kegiatan pencatatan. Selain itu, akuntansi syariah juga memberikan alternatif atas isu-isu yang terjadi dalam bisnis.

Salah satu hal paling mendasar yang menjadi tawaran dari prinsip akuntansi syariah adalah orientasinya. Akuntansi syariah berorientasi pada kemasyarakatan, sedangkan akuntansi konvensional berorientasi pada individu atau pemilik. Nah, karena itu, tujuan implementasinya pun menjadi berbeda. Akuntansi syariah bertujuan pada keuntungan yang wajar, sedangkan akuntansi konvensional bertujuan untuk mendapatkan keuntungan maksimal.

Gelar

Lulusan jurusan Akuntansi Syariah akan mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) dengan konsentrasi Akuntansi Syariah. Gelar ini menunjukkan bahwa lulusan memiliki kompetensi di bidang akuntansi yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Kompetensi

Lulusan jurusan Akuntansi Syariah diharapkan memiliki kompetensi sebagai berikut:

  • Mampu menerapkan konsep dan teori akuntansi syariah dalam praktik bisnis.
  • Mampu melakukan analisis dan interpretasi laporan keuangan syariah.
  • Mampu melakukan audit dan assurance atas laporan keuangan syariah.
  • Mampu menyusun anggaran dan perencanaan keuangan syariah.
  • Mampu melakukan penelitian dan pengembangan di bidang akuntansi syariah.
  • Mampu berkomunikasi secara efektif dan profesional dengan berbagai pihak terkait.
  • Mampu bersikap etis dan bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Mata Kuliah

Mata kuliah yang diajarkan di jurusan Akuntansi Syariah antara lain adalah :

  • Pengantar Akuntansi
  • Prinsip-prinsip Ekonomi Islam
  • Matematika Bisnis
  • Statistika
  • Pengantar Manajemen
  • Pengantar Hukum Bisnis
  • Akuntansi Dasar
  • Fiqih Muamalah
  • Akuntansi Keuangan Menengah
  • Akuntansi Keuangan Lanjutan
  • Akuntansi Biaya
  • Sistem Informasi Akuntansi
  • Perpajakan
  • Akad-akad Syariah
  • Akuntansi Syariah Dasar
  • Akuntansi Syariah Lanjutan
  • Audit Syariah
  • Laporan Keuangan Syariah
  • Manajemen Keuangan Syariah
  • Perbankan Syariah
  • Pasar Modal Syariah
  • Asuransi Syariah
  • Zakat dan Wakaf
  • Etika Bisnis Islam

Tempat Magang

Mahasiswa jurusan Akuntansi Syariah dapat melakukan magang di berbagai tempat yang berkaitan dengan bidangnya. Beberapa contoh tempat magang adalah:

  • Bank-bank syariah seperti Bank Muamalat, Bank Mandiri Syariah, Bank BNI Syariah, Bank BRI Syariah, dll.
  • Lembaga-lembaga keuangan syariah seperti BMT (Baitul Maal wa Tamwil), Koperasi Syariah, Pegadaian Syariah, dll.
  • Perusahaan-perusahaan yang menerapkan sistem akuntansi syariah seperti Pertamina EP Asset 5 Field Pendopo Barat (PEP5FPB), PT. Indosat Tbk., PT. Telkom Indonesia Tbk., dll.
  • Kantor-kantor akuntan publik yang menyediakan jasa audit syariah seperti KAP Abdul Rahman & Rekan (Deloitte), KAP Tanudiredja Wibisana Rintis & Rekan (PwC), KAP Siddik & Rekan (EY), dll.
  • Lembaga-lembaga pemerintah yang berkaitan dengan ekonomi syariah seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dll.

Prospek Kerja

Lulusan jurusan Akuntansi Syariah memiliki prospek kerja yang cukup luas dan menjanjikan. Hal ini sejalan dengan perkembangan ekonomi syariah di Indonesia maupun dunia. Beberapa contoh pekerjaan yang dapat dilakukan oleh lulusan jurusan ini adalah :

  • Akuntan Syariah: bertugas melakukan pencatatan, pelaporan, analisis, dan interpretasi transaksi-transaksi keuangan berdasarkan prinsip-prinsip syariah.
  • Auditor Syariah: bertugas melakukan pemeriksaan dan penilaian atas kewajaran laporan keuangan syariah serta memberikan opini atau rekomendasi perbaikan.
  • Konsultan Keuangan Syariah: bertugas memberikan saran atau solusi terkait masalah-masalah keuangan syariah baik untuk individu maupun organisasi.
  • Manajer Keuangan Syariah: bertugas merencanakan, mengelola, dan mengendalikan sumber-sumber dana serta alokasi penggunaannya sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
  • Peneliti Akuntansi Syariah: bertugas melakukan penelitian ilmiah di bidang akuntansi syariah untuk menghasilkan temuan atau inovasi baru.
Posted in Ragam

Artikel Lainnya