Menu Tutup

Islam dan Politik di Indonesia: Suatu Perspektif Historis

Islam adalah agama yang universal, yang membawa misi rahmatan lil alamin serta konsep-konsep yang terkait dengan berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk politik. Islam dan politik memiliki hubungan yang erat dan saling mempengaruhi sejak awal kedatangan Islam di Indonesia hingga saat ini. Artikel ini akan membahas bagaimana perkembangan Islam dan politik di Indonesia dari perspektif historis, dengan membaginya menjadi beberapa periode, yaitu:

  • Periode pra-kolonial, yang mencakup masa penyebaran Islam di Indonesia melalui jalur perdagangan dan dakwah, serta pembentukan kerajaan-kerajaan Islam yang berperan dalam membangun masyarakat berbasis Islam.
  • Periode kolonial, yang mencakup masa penjajahan Belanda dan Jepang, serta perjuangan kemerdekaan Indonesia yang melibatkan peran tokoh-tokoh Islam dan organisasi-organisasi Islam.
  • Periode pasca-kolonial, yang mencakup masa orde lama, orde baru, reformasi, dan demokrasi, serta dinamika politik Islam di Indonesia yang menghadapi berbagai tantangan dan peluang.

Periode Pra-Kolonial

Islam pertama kali masuk ke Indonesia sekitar abad ke-7 Masehi melalui jalur perdagangan maritim antara Nusantara dengan Timur Tengah, India, dan Cina. Pedagang-pedagang Muslim dari Arab dan Gujarat membawa ajaran Islam ke Indonesia dan berinteraksi dengan masyarakat lokal yang mayoritas menganut agama Hindu-Buddha1. Selain itu, penyebaran Islam juga dilakukan oleh para wali atau ulama yang bijaksana, seperti Sunan Giri, Sunan Kalijaga, Sunan Gunung Jati, dan lain-lain. Mereka menggunakan metode dakwah yang lembut dan akomodatif terhadap budaya lokal, seperti seni, musik, kesenian, dan tradisi1.

Penyebaran Islam di Indonesia juga dibarengi dengan pembentukan kerajaan-kerajaan Islam yang berperan dalam membangun masyarakat berbasis Islam. Beberapa kerajaan Islam yang terkenal di Indonesia antara lain adalah Kerajaan Samudera Pasai (abad ke-13), Kerajaan Demak (abad ke-15), Kerajaan Aceh (abad ke-16), Kerajaan Mataram (abad ke-16), Kerajaan Banten (abad ke-16), Kerajaan Gowa-Tallo (abad ke-17), dan Kerajaan Banjar (abad ke-17)1. Kerajaan-kerajaan Islam ini memiliki konsep politik yang berbeda-beda, tetapi umumnya mengakui otoritas agama Islam sebagai sumber hukum dan norma2. Salah satu perubahan konsep politik yang terjadi akibat kedatangan Islam adalah bergantinya gelar raja dari Sri Baginda menjadi Sultan2.

Periode Kolonial

Periode kolonial dimulai sejak kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia pada abad ke-16. Bangsa Eropa datang ke Indonesia untuk mencari rempah-rempah dan menjajah wilayah-wilayah strategis. Bangsa Portugis, Spanyol, Inggris, Prancis, dan Belanda bersaing untuk menguasai Indonesia. Namun, bangsa Belanda berhasil mendominasi Indonesia melalui VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) pada abad ke-17 hingga abad ke-191. Bangsa Belanda menerapkan sistem pemerintahan kolonial yang menindas dan mengeksploitasi rakyat Indonesia. Bangsa Belanda juga berusaha menghambat perkembangan Islam di Indonesia dengan melarang pendidikan agama, membatasi aktivitas organisasi Islam, dan memecah belah umat Islam1.

Namun, bangsa Belanda tidak berhasil menghapuskan pengaruh Islam di Indonesia. Justru sebaliknya, banyak tokoh-tokoh Islam dan organisasi-organisasi Islam yang berperan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Beberapa tokoh Islam yang terkenal antara lain adalah KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, Mohammad Hatta, Mohammad Natsir, dan Sukarno1. Beberapa organisasi Islam yang terkenal antara lain adalah Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Sarekat Islam, Masyumi, dan Persatuan Islam1. Tokoh-tokoh dan organisasi-organisasi Islam ini berjuang melawan penjajahan Belanda dengan berbagai cara, seperti gerakan sosial, pendidikan, politik, militer, dan diplomasi1.

Perjuangan kemerdekaan Indonesia juga menghadapi tantangan dari penjajahan Jepang yang berlangsung pada tahun 1942-1945. Jepang datang ke Indonesia dengan dalih sebagai pembebas Asia dari penjajahan Barat. Namun, Jepang juga menindas dan mengeksploitasi rakyat Indonesia. Jepang juga berusaha mempengaruhi ideologi dan politik Indonesia dengan mempromosikan paham nasionalisme, fasisme, dan militerisme1. Namun, Jepang juga memberikan kesempatan kepada tokoh-tokoh dan organisasi-organisasi Islam untuk berpartisipasi dalam pemerintahan dan politik. Jepang juga mendukung pembentukan BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang menghasilkan Piagam Jakarta yang mengandung sila Ketuhanan Yang Maha Esa dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya1.

Periode Pasca-Kolonial

Periode pasca-kolonial dimulai sejak Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Indonesia menghadapi berbagai tantangan dalam mempertahankan kemerdekaan dan membangun negara. Salah satu tantangan terbesar adalah menentukan bentuk negara dan ideologi yang sesuai dengan karakteristik bangsa Indonesia yang majemuk. Islam dan politik di Indonesia juga mengalami dinamika yang kompleks dan beragam dalam periode ini. Periode pasca-kolonial dapat dibagi menjadi beberapa sub-periode, yaitu:

  • Periode orde lama (1945-1965), yang mencakup masa revolusi fisik melawan Belanda dan pemberontakan DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia), masa demokrasi liberal dengan sistem multipartai yang didominasi oleh partai-partai Islam seperti Masyumi dan NU, serta masa demokrasi terpimpin dengan sistem satu partai yaitu PNI (Partai Nasional Indonesia) yang dipimpin oleh Sukarno1. Periode ini juga mencakup peristiwa G30S/PKI (Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia) yang menimbulkan konflik antara kelompok komunis dan anti-komunis1.
  • Periode orde baru (1966-1998), yang mencakup masa pemerintahan Soeharto yang otoriter dan represif terhadap oposisi politik, termasuk kelompok Islam1. Periode ini juga mencakup masa pembangunan ekonomi dan pembinaan ideologi Pancasila sebagai dasar negara1. Periode ini juga mencakup masa reformasi Islam dengan munculnya gerakan-gerakan Islam seperti ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia), DDII (Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia), PKS (Partai Keadilan Sejahtera), HTI (Hizbut Tahrir Indonesia), MMI (Majelis Mujahidin Indonesia), dan lain-lain1.
  • Periode reformasi (1998-sekarang), yang mencakup masa perubahan politik dan sosial yang signifikan di Indonesia setelah jatuhnya Soeharto akibat krisis ekonomi dan politik1. Periode ini juga mencakup masa demokratisasi dan desentralisasi dengan sistem multipartai yang lebih pluralis dan representatif1. Periode ini juga mencakup masa transformasi Islam dengan munculnya fenomena-fenomena seperti liberalisme Islam, radikalisme Islam, terorisme Islam, demokratisasi Islam, pluralisme Islam, dan lain-lain. Periode ini juga mencakup masa integrasi Islam dengan berbagai bidang seperti pendidikan, ekonomi, hukum, budaya, dan media.

Kesimpulan

Islam dan politik di Indonesia memiliki hubungan yang erat dan saling mempengaruhi sejak awal kedatangan Islam di Indonesia hingga saat ini. Islam dan politik di Indonesia mengalami perkembangan yang dinamis dan beragam dalam berbagai periode sejarah, yaitu periode pra-kolonial, periode kolonial, dan periode pasca-kolonial. Islam dan politik di Indonesia juga menghadapi berbagai tantangan dan peluang dalam membangun masyarakat yang adil, makmur, dan harmonis. Islam dan politik di Indonesia merupakan dua aspek yang tidak dapat dipisahkan dalam sejarah dan kehidupan bangsa Indonesia.

Sumber:
(1) Penyebaran Islam di Indonesia, Sejarah dan 7 Jalur Masuknya. https://www.liputan6.com/hot/read/5360640/penyebaran-islam-di-indonesia-sejarah-dan-7-jalur-masuknya.
(2) Perubahan Konsep di Bidang Politik Akibat Kedatangan Islam di Indonesia. https://kumparan.com/berita-terkini/perubahan-konsep-di-bidang-politik-akibat-kedatangan-islam-di-indonesia-20wUKqgFXjb.
(3) Suara Senyap Islam Politik di Pilpres 2024. https://news.detik.com/kolom/d-6862891/suara-senyap-islam-politik-di-pilpres-2024.
(4) Pentingnya Hubungan Islam dan Politik di Indonesia – Kompasiana. https://www.kompasiana.com/fransisca31854/61a11a4b06310e379e729142/pentingnya-hubungan-islam-dan-politik-di-indonesia.
(5) HUBUNGAN ISLAM DAN POLITIK DI INDONESIA PERSPEKTIF PEMIKIRAN HASAN AL-BANNA. https://media.neliti.com/media/publications/240417-hubungan-islam-dan-politik-di-indonesia-1db62d89.pdf.
(6) Islam Politik dan Demokrasi di Indonesia – Kompasiana.com. https://www.kompasiana.com/fauzan.ali/550d736d813311502cb1e3a9/islam-politik-dan-demokrasi-di-indonesia.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya