Bercerai merupakan hal yang tidak diinginkan oleh setiap pasangan suami istri. Namun, terkadang ada kondisi yang membuat perceraian menjadi pilihan terakhir untuk mengakhiri hubungan yang tidak harmonis. Meskipun sudah bercerai, seorang suami tetap memiliki tanggung jawab terhadap mantan istrinya dan anak-anaknya. Apa saja tanggung jawab suami setelah bercerai? Berikut adalah beberapa di antaranya:
Menghargai mantan istri
Meskipun sudah tidak lagi menjadi pasangan hidup, seorang suami harus tetap menghargai mantan istrinya sebagai wanita yang pernah memberikan kebahagiaan dan anak-anak kepadanya¹. Menghargai mantan istri berarti tidak berlaku kasar, menghina, atau menyebarkan aibnya kepada orang lain. Sebaliknya, seorang suami harus bersikap sopan, santun, dan menghormati hak-hak mantan istrinya sebagai perempuan dan ibu dari anak-anaknya.
Memberikan nafkah
Nafkah adalah kewajiban seorang suami untuk memenuhi kebutuhan hidup mantan istrinya dan anak-anaknya². Ada tiga jenis nafkah yang harus diberikan oleh suami setelah bercerai, yaitu:
– Nafkah iddah, yaitu nafkah yang diberikan selama masa iddah (tiga bulan sepuluh hari) jika perceraian terjadi karena talak dari pihak suami². Nafkah iddah bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada mantan istri selama masa tunggu sebelum ia bisa menikah lagi dengan orang lain.
– Nafkah anak, yaitu nafkah yang diberikan untuk membiayai kebutuhan pokok, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan anak-anak yang masih di bawah umur (belum mencapai usia 21 tahun) atau belum menikah². Nafkah anak menjadi kewajiban suami jika mantan istrinya mendapatkan hak asuh atas anak-anak mereka. Besarnya nafkah anak biasanya ditentukan oleh pengadilan berdasarkan kemampuan ekonomi suami dan kesepakatan bersama dengan mantan istrinya.
– Nafkah terutang, yaitu nafkah yang belum atau tidak diberikan oleh suami kepada istrinya selama masa perkawinan². Nafkah terutang bisa dituntut oleh mantan istri saat proses perceraian di pengadilan jika ia merasa dirugikan atau tidak mendapatkan haknya sebagai istri.
Menjaga harga diri dan nama baik keluarga mantan istri
Seorang suami yang baik tidak akan merusak harga diri dan nama baik keluarga mantan istrinya meskipun sudah bercerai¹. Sebaliknya, ia akan tetap menjaga hubungan baik dengan keluarga mantan istrinya dan menghormati mereka sebagai keluarga dari anak-anaknya. Seorang suami juga tidak akan mengumbar alasan atau masalah yang menyebabkan perceraian kepada orang lain, apalagi jika itu bisa menimbulkan fitnah atau gosip yang merugikan mantan istrinya.
Kesimpulan
Tanggung jawab suami setelah bercerai tidak hanya berakhir dengan putusan pengadilan. Seorang suami harus tetap memenuhi kewajiban-kewajibannya kepada mantan istrinya dan anak-anaknya sesuai dengan ketentuan agama dan negara. Tanggung jawab suami setelah bercerai meliputi menghargai mantan istri, memberikan nafkah, dan menjaga harga diri dan nama baik keluarga mantan istri. Dengan demikian, hubungan antara suami dan mantan istrinya bisa tetap baik dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Sumber:
(1) 5 Kewajiban Suami Setelah Cerai Dari Istrinya – KlubPria.com. https://klubpria.com/kewajiban-suami-setelah-cerai.
(2) Kewajiban Suami Setelah Perceraian – Kantor Pengacara.co. https://kantorpengacara.co/kewajiban-suami-setelah-perceraian/.
(3) HAK Isteri Selepas Bercerai, Tanggungjawab Suami BUKAN Ketika Hidup …. https://www.mingguanwanita.my/hak-isteri-selepas-bercerai-tanggungjawab-suami-bukan-ketika-hidup-bersama-sahaja-1/.
(4) Kewajiban Suami pada Istri Tak Hilang setelah Cerai. https://pwmu.co/151260/06/10/kewajiban-suami-pada-istri-tak-hilang-setelah-cerai/.
(5) Suami-Istri Bercerai Siapa Menanggung Nafkah Anak – Ahda Bina. https://www.ahdabina.com/suami-istri-bercerai-siapa-menanggung-nafkah-anak/.