Interaksi keruangan adalah hubungan timbal balik antara dua wilayah atau lebih yang meliputi pergerakan orang, barang, informasi, ide, atau gagasan³. Interaksi keruangan menjadi wujud dari adanya perbedaan wilayah (areal differentiation) atau variasi ruang (spatial variation).
Negara-negara ASEAN (Association of South East Asian Nations) merupakan organisasi negara-negara di Asia Tenggara yang terdiri dari 10 negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Brunei Darussalam, Kamboja, Vietnam, Myanmar, dan Laos². Negara-negara ASEAN memiliki letak geografis yang strategis di antara dua benua (Asia dan Australia) dan dua samudra (Hindia dan Pasifik), serta memiliki kekayaan sumber daya alam dan budaya yang beragam.
Interaksi keruangan dalam kehidupan di negara-negara ASEAN berkembang seiring dengan munculnya berbagai kebutuhan setiap negara anggota, yang terbagi dalam beberapa bidang, yaitu:
Interaksi Keruangan Bidang Ekonomi
Interaksi keruangan bidang ekonomi meliputi perdagangan barang dan jasa, investasi modal, kerja sama industri dan pertanian, serta pembentukan kawasan ekonomi terpadu. Contoh interaksi keruangan bidang ekonomi antara lain:
– Terbentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang diwujudkan sebagai sebuah pasar tunggal di kawasan Asia Tenggara pada tahun 2015⁴. MEA bertujuan untuk meningkatkan integrasi ekonomi antara negara-negara anggota ASEAN melalui penghapusan hambatan perdagangan dan investasi, harmonisasi standar dan regulasi, serta peningkatan konektivitas infrastruktur dan transportasi.
– Adanya kerja sama bilateral atau multilateral antara negara-negara ASEAN dengan negara-negara mitra di luar kawasan, seperti China, Jepang, Korea Selatan, India, Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Uni Eropa. Kerja sama ini meliputi perjanjian perdagangan bebas (FTA), perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif (CEPA), perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif (CECA), dan lain-lain. Kerja sama ini bertujuan untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk-produk ASEAN di pasar global.
– Adanya aliran modal asing masuk ke negara-negara ASEAN melalui investasi langsung maupun portofolio. Investasi langsung adalah investasi yang dilakukan oleh perusahaan asing untuk mendirikan atau mengakuisisi perusahaan lokal. Investasi portofolio adalah investasi yang dilakukan oleh individu atau lembaga asing untuk membeli saham, obligasi, atau instrumen keuangan lainnya di pasar modal lokal. Investasi asing dapat memberikan manfaat berupa peningkatan modal, teknologi, manajemen, lapangan kerja, dan pendapatan bagi negara-negara ASEAN.
– Adanya kerja sama sektoral antara negara-negara ASEAN dalam bidang industri dan pertanian. Contoh kerja sama sektoral ini adalah Inisiatif Pertumbuhan Brunei-Indonesia-Malaysia-Filipina Timur ASEAN (BIMP-EAGA), Inisiatif Pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Thailand Segitiga Pertumbuhan (IMT-GT), Inisiatif Pertumbuhan Singapura-Johor-Riau (SIJORI), dan Inisiatif Pertumbuhan Mekong-Ganga (MGC). Kerja sama sektoral ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi dan komplementaritas sumber daya alam dan manusia di kawasan subregional tertentu.
Interaksi Keruangan Bidang Sosial Budaya
Interaksi keruangan bidang sosial budaya meliputi perpindahan penduduk, pertukaran budaya, kerja sama pendidikan dan kesehatan, serta perlindungan hak asasi manusia. Contoh interaksi keruangan bidang sosial budaya antara lain:
– Adanya migrasi penduduk antara negara-negara ASEAN, baik yang bersifat permanen maupun sementara. Migrasi permanen adalah perpindahan penduduk yang menetap di negara tujuan untuk jangka waktu lama atau selamanya. Migrasi sementara adalah perpindahan penduduk yang tinggal di negara tujuan untuk jangka waktu pendek atau sementara, seperti pekerja migran, pelajar, wisatawan, dan pengungsi. Migrasi penduduk dapat dipengaruhi oleh faktor ekonomi, politik, sosial, budaya, lingkungan, dan lain-lain. Migrasi penduduk dapat memberikan dampak positif maupun negatif bagi negara asal dan negara tujuan.
– Adanya pertukaran budaya antara negara-negara ASEAN, baik yang bersifat formal maupun informal. Pertukaran budaya formal adalah pertukaran budaya yang dilakukan melalui program atau kegiatan resmi yang diselenggarakan oleh pemerintah atau lembaga tertentu. Pertukaran budaya informal adalah pertukaran budaya yang dilakukan melalui interaksi sehari-hari antara individu atau kelompok masyarakat dari negara-negara berbeda. Pertukaran budaya dapat meliputi aspek bahasa, seni, agama, adat istiadat, nilai-nilai, dan lain-lain. Pertukaran budaya dapat meningkatkan pemahaman, toleransi, dan keragaman di antara negara-negara ASEAN.
– Adanya kerja sama pendidikan dan kesehatan antara negara-negara ASEAN, baik yang bersifat bilateral maupun multilateral. Kerja sama pendidikan meliputi program beasiswa, pertukaran pelajar dan dosen, pengembangan kurikulum dan standar mutu, serta penelitian bersama. Kerja sama kesehatan meliputi program vaksinasi, pencegahan dan penanggulangan penyakit menular dan tidak menular, pengembangan fasilitas dan sumber daya kesehatan, serta penanganan bencana dan kedaruratan medis. Kerja sama pendidikan dan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat di negara-negara ASEAN.
– Adanya perlindungan hak asasi manusia (HAM) antara negara-negara ASEAN, baik yang bersifat preventif maupun responsif. Perlindungan HAM preventif adalah perlindungan HAM yang dilakukan dengan cara mencegah terjadinya pelanggaran HAM melalui penyuluhan, advokasi, monitoring, dan lain-lain. Perlindungan HAM responsif adalah perlindungan HAM yang dilakukan dengan cara menangani kasus-kasus pelanggaran HAM yang sudah terjadi melalui investigasi, mediasi, litigasi, dan lain-lain. Perlindungan HAM bertujuan untuk menjaga martabat dan hak-hak dasar setiap individu tanpa diskriminasi di negara-negara ASEAN.
Interaksi Keruangan Bidang Politik Keamanan
Interaksi keruangan bidang politik keamanan meliputi kerja sama politik luar negeri, penyelesaian sengketa wilayah, pemberantasan terorisme dan kejahatan lintas batas, serta peningkatan kapasitas pertahanan. Contoh interaksi keruangan bidang politik keamanan antara lain:
– Adanya kerja sama politik luar negeri antara negara-negara ASEAN dengan negara-negara mitra di luar kawasan maupun organisasi internasional lainnya. Kerja sama politik luar negeri ini meliputi dialog politik tingkat tinggi, forum regional dan multilateral, serta partisipasi dalam misi perdamaian PBB.
– Adanya penyelesaian sengketa wilayah antara negara-negara ASEAN, baik yang bersifat bilateral maupun multilateral. Sengketa wilayah dapat terjadi karena adanya klaim tumpang tindih atas wilayah darat atau laut yang memiliki nilai strategis atau ekonomis. Penyelesaian sengketa wilayah dilakukan dengan cara damai melalui negosiasi, mediasi, arbitrase, atau pengadilan internasional. Contoh sengketa wilayah yang telah diselesaikan antara lain adalah sengketa Pulau Sipadan dan Ligitan antara Indonesia dan Malaysia, sengketa Preah Vihear antara Kamboja dan Thailand, dan sengketa Pedra Branca antara Singapura dan Malaysia.
– Adanya pemberantasan terorisme dan kejahatan lintas batas antara negara-negara ASEAN, baik yang bersifat preventif maupun responsif. Pemberantasan terorisme dan kejahatan lintas batas preventif adalah pemberantasan yang dilakukan dengan cara mencegah terjadinya aksi terorisme dan kejahatan lintas batas melalui kerja sama intelijen, penguatan hukum, deradikalisasi, dan lain-lain. Pemberantasan terorisme dan kejahatan lintas batas responsif adalah pemberantasan yang dilakukan dengan cara menangani aksi terorisme dan kejahatan lintas batas yang sudah terjadi melalui kerja sama operasi, penangkapan, ekstradisi, dan lain-lain. Contoh terorisme dan kejahatan lintas batas yang menjadi ancaman bagi negara-negara ASEAN antara lain adalah Jemaah Islamiyah (JI), Abu Sayyaf Group (ASG), Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), perdagangan manusia, penyelundupan narkoba, dan perompakan laut.
– Adanya peningkatan kapasitas pertahanan antara negara-negara ASEAN, baik yang bersifat bilateral maupun multilateral. Peningkatan kapasitas pertahanan adalah peningkatan kemampuan negara-negara ASEAN untuk menjaga kedaulatan dan keamanan nasionalnya dari ancaman luar maupun dalam negeri. Peningkatan kapasitas pertahanan dilakukan dengan cara kerja sama militer, pembelian alutsista, latihan bersama, pertukaran personel, serta pembentukan mekanisme konsultasi dan koordinasi. Contoh peningkatan kapasitas pertahanan antara lain adalah Kerja Sama Pertahanan Indonesia-Malaysia (Keris), Latihan Bersama Angkatan Laut Indonesia-Singapura (Latma Eagle Indopura), Pertemuan Tingkat Tinggi Pertahanan ASEAN (ADMM), dan Komunitas Keamanan ASEAN (ASC).
Sumber:
(1) Penjelasan dan Contoh Interaksi Keruangan dalam Kehidupan di Negara …. https://bobo.grid.id/read/083462786/penjelasan-dan-contoh-interaksi-keruangan-dalam-kehidupan-di-negara-negara-asean.
(2) Rangkuman Materi IPS Kelas 8 Bab 1 Interaksi Keruangan dalam Kehidupan …. https://wirahadie.com/interaksi-keruangan-dalam-kehidupan/.
(3) Jelaskan interaksi keruangan dalam kehidupan di ne… – Roboguru. https://roboguru.ruangguru.com/question/jelaskan-interaksi-keruangan-dalam-kehidupan-di-negara-negara-asean-_QU-AE8KH9PE.
(4) Interaksi Keruangan dalam Kehidupan di Negara-Negara ASEAN. https://serupa.id/interaksi-keruangan-dalam-kehidupan-di-negara-negara-asean/.