Kekerasan dalam rumah tangga adalah bentuk pelecehan yang dilakukan oleh salah satu anggota keluarga terhadap anggota keluarga lainnya. Kekerasan ini bisa berupa fisik, seksual, psikologis, atau ekonomi. Kekerasan dalam rumah tangga bisa berdampak negatif bagi kesehatan, kesejahteraan, dan hak-hak korban dan saksi. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mencegah kekerasan dalam rumah tangga sebelum terlambat.
1. Menjalin Komunikasi dengan Baik
Komunikasi adalah salah satu kunci utama bertahannya setiap hubungan. Dengan berkomunikasi dengan baik, kita bisa menyampaikan perasaan, kebutuhan, harapan, dan masalah yang kita hadapi secara jujur dan terbuka. Komunikasi yang baik juga membantu kita untuk mendengarkan dan memahami sudut pandang pasangan atau anggota keluarga lainnya. Dengan begitu, kita bisa menyelesaikan konflik secara damai dan menghindari kesalahpahaman yang bisa memicu kekerasan.
2. Saling Percaya
Kepercayaan harus ada pada setiap pasangan yang menjalin hubungan. Kepercayaan berarti kita menghormati privasi, kebebasan, dan keputusan pasangan kita tanpa mencurigai atau mengontrolnya. Kepercayaan juga berarti kita tidak berbohong, menipu, atau berselingkuh dari pasangan kita. Dengan saling percaya, kita bisa menjaga hubungan yang sehat dan harmonis.
3. Hindari Prasangka Buruk
Dengan adanya kepercayaan, maka kita bisa menghindari munculnya prasangka buruk atau suudzan. Prasangka buruk adalah sikap negatif yang didasarkan pada asumsi atau dugaan tanpa bukti yang jelas. Prasangka buruk bisa menimbulkan rasa curiga, cemburu, marah, atau benci terhadap pasangan atau anggota keluarga lainnya. Prasangka buruk juga bisa membuat kita bertindak impulsif atau agresif tanpa memikirkan akibatnya.
4. Saling Berlapang Dada
Saling berlapang dada berarti kita bisa menerima dan menghargai perbedaan yang ada antara kita dan pasangan atau anggota keluarga lainnya. Perbedaan bisa berupa latar belakang, pendapat, minat, hobi, atau gaya hidup. Saling berlapang dada juga berarti kita tidak memaksakan kehendak atau pandangan kita kepada orang lain. Dengan saling berlapang dada, kita bisa menjalin hubungan yang toleran dan harmonis.
5. Jauhi Perselingkuhan
Perselingkuhan adalah tindakan yang melanggar janji kesetiaan yang telah dibuat oleh pasangan yang menjalin hubungan. Perselingkuhan bisa berupa fisik atau emosional. Perselingkuhan bisa menyebabkan kerusakan besar pada hubungan, seperti hilangnya kepercayaan, rasa sakit hati, pengkhianatan, atau perceraian. Perselingkuhan juga bisa menimbulkan kekerasan dalam rumah tangga, baik dari pihak yang berselingkuh maupun dari pihak yang diselingkuhi.
6. Pendidikan
Pendidikan adalah salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang hak-hak dan tanggung jawab sebagai anggota keluarga. Pendidikan juga bisa membantu kita untuk mengenali tanda-tanda dan dampak dari kekerasan dalam rumah tangga. Dengan pendidikan, kita bisa belajar untuk menghargai diri sendiri dan orang lain serta menghindari perilaku yang merugikan atau menyakiti orang lain.
7. Pendidikan Emosi Anak
Anak adalah salah satu kelompok yang rentan terhadap kekerasan dalam rumah tangga. Anak bisa menjadi korban langsung atau saksi dari kekerasan yang terjadi antara orang tua atau anggota keluarga lainnya. Kekerasan dalam rumah tangga bisa berpengaruh buruk bagi perkembangan fisik, mental, sosial, dan emosional anak. Oleh karena itu, penting untuk memberikan pendidikan emosi kepada anak sejak dini. Pendidikan emosi adalah proses untuk mengajarkan anak cara mengenali, mengungkapkan, dan mengelola emosi mereka secara positif. Pendidikan emosi juga bisa membantu anak untuk mengembangkan keterampilan sosial, seperti empati, kerjasama, dan penyelesaian masalah.
8. Melakukan Peran Antar Masing-Masing Anggota Keluarga dengan Baik
Setiap anggota keluarga memiliki peran dan fungsi yang berbeda-beda. Misalnya, orang tua sebagai pemimpin, pendidik, dan pelindung; anak sebagai penerus, pembelajar, dan penghibur; dan seterusnya. Dengan melakukan peran masing-masing dengan baik, kita bisa menciptakan suasana keluarga yang harmonis dan sejahtera. Sebaliknya, jika kita tidak melakukan peran kita dengan baik, kita bisa menimbulkan ketidakpuasan, ketegangan, atau konflik dalam keluarga.
9. Membangun Jaringan Sosial yang Positif
Jaringan sosial yang positif adalah kumpulan orang-orang yang memberikan dukungan, bantuan, saran, atau motivasi kepada kita. Jaringan sosial yang positif bisa berupa keluarga besar, teman, tetangga, rekan kerja, komunitas, atau organisasi. Dengan memiliki jaringan sosial yang positif, kita bisa merasa tidak sendirian dalam menghadapi masalah atau tantangan dalam hidup. Jaringan sosial yang positif juga bisa menjadi sumber informasi, inspirasi, atau solusi bagi kita.
10. Mencari Bantuan Profesional
Jika kita mengalami atau menyaksikan kekerasan dalam rumah tangga, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Bantuan profesional bisa berupa konseling psikologis, mediasi keluarga, bantuan hukum, perlindungan saksi, atau layanan kesehatan. Bantuan profesional bisa membantu kita untuk mengatasi trauma, stres, depresi, atau cedera akibat kekerasan dalam rumah tangga. Bantuan profesional juga bisa membantu kita untuk mendapatkan hak-hak dan perlindungan yang layak sebagai korban atau saksi kekerasan dalam rumah tangga.
Kesimpulan
Kekerasan dalam rumah tangga adalah masalah serius yang harus dicegah dan diatasi segera. Kekerasan dalam rumah tangga bisa merusak hubungan keluarga dan kesehatan individu. Untuk mencegah kekerasan dalam rumah tangga, kita perlu menjalin komunikasi dengan baik, saling percaya, hindari prasangka buruk, saling berlapang dada, jauhi perselingkuhan, mendapatkan pendidikan dan pendidikan emosi anak yang baik, melakukan peran antar masing-masing anggota keluarga dengan baik, membangun jaringan sosial yang positif, dan mencari bantuan profesional jika diperlukan.
Sumber:
(1) 5 Tips Mencegah Kekerasan dalam Rumah Tangga, Bikin Lebih Bahagia. https://yoursay.suara.com/lifestyle/2022/10/01/083218/5-tips-mencegah-kekerasan-dalam-rumah-tangga-bikin-lebih-bahagia.
(2) Catat, Ini 12 Cara Efektif Agar Terhindar dari KDRT. https://www.liputan6.com/citizen6/read/5091608/catat-ini-12-cara-efektif-agar-terhindar-dari-kdrt.
(3) Cara Mencegah Kekerasan Dalam Rumah Tangga: 10 Solusi. https://fiqihislam.id/news/cara-mencegah-kekerasan-dalam-rumah-tangga-10-solusi.html.
(4) 4 Cara Mengatasi Masalah Kekerasan Dalam Rumah Tangga. https://cintalia.com/cinta/pernikahan/cara-mengatasi-masalah-kekerasan-dalam-rumah-tangga.