Cerita pendek atau cerpen adalah salah satu jenis karya sastra yang berbentuk prosa fiksi. Cerpen memiliki ciri-ciri khusus, seperti jumlah kata yang tidak lebih dari 10.000, alur dan plot yang sederhana, serta tokoh dan latar yang terbatas. Dalam artikel ini, kita akan membahas dua unsur intrinsik cerpen yang sangat penting, yaitu alur dan latar.
Alur Cerita
Alur cerita adalah rangkaian peristiwa yang saling berhubungan secara sebab-akibat dalam sebuah cerpen. Alur cerita menentukan bagaimana cerpen tersebut disusun dan disajikan oleh pengarang. Ada dua jenis alur cerita, yaitu alur maju dan alur mundur.
- Alur maju adalah alur cerita yang disusun sesuai dengan urutan waktu yang kronologis, dari awal hingga akhir. Alur maju biasanya digunakan untuk cerpen yang sederhana dan mudah dipahami.
- Alur mundur adalah alur cerita yang disusun secara tidak berurutan, dengan menggunakan teknik flashback atau kilas balik. Alur mundur biasanya digunakan untuk cerpen yang kompleks dan menarik.
Biasanya, alur cerita dalam cerpen dibagi menjadi lima tahapan, yaitu pengenalan, konflik, klimaks, leraian, dan penyelesaian1.
- Pengenalan adalah tahapan di mana pembaca dikenalkan dengan tokoh, penokohan, dan latar cerpen.
- Konflik adalah tahapan di mana muncul masalah atau pertentangan yang dihadapi oleh tokoh utama. Konflik bisa bersifat internal (dalam diri tokoh) atau eksternal (antara tokoh dengan tokoh lain, lingkungan, atau masyarakat).
- Klimaks adalah tahapan di mana konflik mencapai titik puncaknya dan menimbulkan ketegangan bagi pembaca.
- Leraian adalah tahapan di mana konflik mulai mereda dan menuju penyelesaian.
- Penyelesaian adalah tahapan di mana konflik diselesaikan, baik dengan cara positif (tokoh berhasil mengatasi masalah) atau negatif (tokoh gagal mengatasi masalah).
Latar Cerita
Latar cerita adalah unsur intrinsik cerpen yang menggambarkan tempat, waktu, dan suasana di mana cerpen tersebut berlangsung. Latar cerita berfungsi untuk memberikan latar belakang dan nuansa bagi cerpen. Ada tiga jenis latar cerita, yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar suasana2.
- Latar tempat adalah keterangan tentang di mana peristiwa dalam cerpen tersebut terjadi. Misalnya: di rumah, di kamar, di dalam bus, di halaman, atau di Jakarta.
- Latar waktu adalah keterangan tentang kapan peristiwa dalam cerpen tersebut terjadi. Misalnya: pagi hari, siang hari, atau malam hari.
- Latar suasana adalah keterangan tentang bagaimana suasana peristiwa yang terjadi. Misalnya: sedih, gembira, tegang, atau menyeramkan.
Latar cerita bisa bersifat nyata atau fiktif, tergantung pada imajinasi pengarang. Latar cerita juga bisa bersifat statis atau dinamis, tergantung pada perkembangan cerpen. Latar cerita yang statis adalah latar cerita yang tidak berubah sepanjang cerpen, sedangkan latar cerita yang dinamis adalah latar cerita yang berubah seiring dengan perubahan cerpen.
Kesimpulan
Alur dan latar adalah dua unsur intrinsik cerpen yang sangat penting untuk dipahami. Alur cerita menunjukkan bagaimana cerpen disusun dan disajikan oleh pengarang, sedangkan latar cerita menunjukkan di mana, kapan, dan bagaimana cerpen berlangsung. Alur dan latar cerita bisa bervariasi, tergantung pada tujuan dan gaya pengarang. Dengan memahami alur dan latar cerita, kita bisa lebih menikmati dan mengapresiasi cerpen sebagai karya sastra yang indah.
(1) Menentukan Alur Cerita Pada Teks Cerita Pendek | Mikirbae.com. https://www.mikirbae.com/2021/12/alur-cerita-pada-teks-cerita-pendek.html.
(2) Menemukan Tema, Latar, dan Penokohan Cerita Pendek. https://www.mikirbae.com/2015/08/menemukan-tema-latar-dan-penokohan.html.
(3) Unsur Intrinsik Cerpen: Tokoh, Alur, Latar, Sudut Pandang, Majas, Tema. https://www.studiobelajar.com/unsur-intrinsik-cerpen/.
(4) Cerpen: Pengertian, Ciri, Unsur, Jenis, Struktur & Contoh | Bahasa …. https://www.ruangguru.com/blog/apa-itu-cerpen.
(5) Alur Cerita: Pengertian, Jenis, dan Tahapan – detikcom. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6346681/alur-cerita-pengertian-jenis-dan-tahapan.