Menu Tutup

Konsepsi Presiden Soekarno: Latar Belakang, Isi, dan Dampaknya

Latar Belakang

Konsepsi Presiden Soekarno adalah sebuah gagasan yang dicetuskan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 21 Februari 1957 dalam pidatonya yang berjudul “Menyelamatkan Republik Indonesia” 1. Gagasan ini lahir sebagai respons terhadap krisis politik yang terjadi di Indonesia pada masa Demokrasi Liberal (1950-1959).

Demokrasi Liberal adalah sistem pemerintahan yang menganut sistem parlementer, di mana kabinet pemerintahan dibentuk berdasarkan perimbangan kekuatan partai politik di parlemen 2. Presiden hanya berperan sebagai kepala negara, sedangkan kepala pemerintahan dipegang oleh perdana menteri 3. Sistem ini dianggap tidak sesuai dengan kondisi dan budaya Indonesia, karena menimbulkan banyak permasalahan, antara lain:

  • Perpecahan nasional akibat adanya berbagai partai politik yang berbeda ideologi dan kepentingan 4.
  • Pergantian kabinet yang sering terjadi karena mudahnya mosi tidak percaya dari parlemen 5.
  • Kemacetan dalam pembentukan UUD baru oleh Konstituante, yang bertugas menggantikan UUD Sementara 1950 6.
  • Terhambatnya pembangunan nasional karena kurangnya stabilitas dan konsensus politik 7.

Oleh karena itu, Presiden Soekarno mengusulkan sebuah konsep baru yang disebut dengan Demokrasi Terpimpin, yang bertujuan untuk mengatasi krisis politik dan menyelamatkan Republik Indonesia dari ancaman disintegrasi.

Isi Konsepsi Presiden

Konsepsi Presiden Soekarno mengandung beberapa poin penting, yaitu:

  • Kedudukan presiden sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan, yang memiliki kekuasaan luas dan tidak terbatas .
  • Dibentuknya poros nasionalis-agamis-komunis (NASAKOM), yang merupakan koalisi antara partai-partai besar di Indonesia, yaitu PNI, NU, Masyumi, dan PKI .
  • Penyederhanaan partai politik menjadi tiga kelompok besar, yaitu NASAKOM, golongan karya (Golkar), dan golongan demokrasi rakyat (GDR) .
  • Peran serta ABRI dalam politik sebagai unsur kekuatan revolusi .
  • Kebebasan pers dibatasi dan dikontrol oleh pemerintah .
  • Berlakunya politik mercusuar, yaitu menjadikan Indonesia sebagai pusat perjuangan dunia ketiga melawan imperialisme dan kolonialisme .

Dampak Konsepsi Presiden

Konsepsi Presiden Soekarno mendapat pro dan kontra dari berbagai pihak. Di satu sisi, konsepsi ini dianggap sebagai upaya untuk mengembalikan kedaulatan rakyat dan menjaga persatuan nasional. Di sisi lain, konsepsi ini juga dianggap sebagai bentuk otoritarianisme dan diktatorisme dari Presiden Soekarno.

Beberapa dampak dari konsepsi presiden adalah:

  • Pembubaran Konstituante pada tahun 1959 dan pengembalian UUD 1945 sebagai dasar negara .
  • Pembentukan kabinet-kabinet presidensial yang beranggotakan perwakilan NASAKOM dan ABRI .
  • Penguatan posisi PKI sebagai partai terbesar di Indonesia dan meningkatnya konflik antara PKI dengan partai-partai lainnya .
  • Munculnya gerakan regionalisme dan separatisme di beberapa daerah, seperti PRRI/Permesta di Sumatera dan Sulawesi, RMS di Maluku, dan DI/TII di Jawa Barat .
  • Meningkatnya ketegangan dengan negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat, yang menuduh Indonesia sebagai negara komunis .
  • Memburuknya kondisi ekonomi dan sosial Indonesia akibat inflasi, korupsi, kelangkaan bahan pokok, dan kemiskinan .

Konsepsi Presiden Soekarno berakhir pada tahun 1966, ketika terjadi peristiwa G30S/PKI yang mengguncang stabilitas politik Indonesia. Presiden Soekarno kemudian dicabut mandatnya oleh MPRS dan digantikan oleh Jenderal Soeharto, yang kemudian memimpin Indonesia dengan sistem Orde Baru.

Sumber:
(1) Konsepsi Presiden Soekarno – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Konsepsi_Presiden_Soekarno.
(2) Prolog Materi – Konsepsi Presiden 21 Februari 1957 – Zenius Education. https://www.zenius.net/prologmateri/sejarah/a/361/KonsepsiPresiden.
(3) Kabinet Berkaki Empat Halaman all – Kompas.com. https://www.kompas.com/stori/read/2021/07/01/131112879/kabinet-berkaki-empat?page=all.
(4) Konsepsi Presiden Adalah? – Menteeland.com. https://www.menteeland.com/konsepsi-presiden-adalah/.
(5) Sejarah Politik Masa Demokrasi Liberal: Pemerintahan dan Kepartaian. https://tirto.id/sejarah-politik-masa-demokrasi-liberal-pemerintahan-dan-kepartaian-gntU.
(6) Apa Itu Demokrasi Liberal? Ini Sejarah hingga Masa Berakhirnya di Indonesia. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5817976/apa-itu-demokrasi-liberal-ini-sejarah-hingga-masa-berakhirnya-di-indonesia.
(7) Sejarah Demokrasi Liberal Di Indonesia – Analitica Blog. https://blog.analitica.id/sejarah-demokrasi-liberal-indonesia/.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya