Menu Tutup

Sifat Perilaku yang Diharapkan sebagai Hasil Proses Sosialisasi

Sosialisasi adalah proses yang sangat fundamental dalam kehidupan manusia. Melalui proses ini, individu belajar nilai-nilai, norma, dan peran sosial yang berlaku di masyarakat. Hasil akhir dari proses sosialisasi ini adalah terbentuknya individu yang dapat berinteraksi dengan lingkungan sosialnya secara efektif dan sesuai dengan harapan masyarakat. Namun, seperti apa sebenarnya sifat perilaku yang diharapkan tersebut?

Sifat Perilaku yang Diharapkan

Perilaku yang diharapkan sebagai hasil sosialisasi memiliki beberapa sifat utama, antara lain:

1. Relatif dan Dinamis

  • Relatif terhadap budaya: Perilaku yang dianggap normal dan diharapkan dapat berbeda-beda antar budaya. Apa yang dianggap sopan di satu budaya, mungkin dianggap tidak sopan di budaya lain.
  • Dinamis seiring perubahan zaman: Nilai-nilai dan norma sosial terus berkembang seiring perubahan zaman. Oleh karena itu, perilaku yang diharapkan juga akan berubah.

2. Bersifat Sosial

  • Orientasi pada kelompok: Perilaku yang diharapkan selalu mengacu pada kepentingan kelompok atau masyarakat. Individu diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan norma-norma kelompok.
  • Ketergantungan pada interaksi sosial: Perilaku seseorang terbentuk melalui interaksi dengan orang lain. Oleh karena itu, perilaku seseorang akan terus berubah sepanjang hidupnya seiring dengan perubahan lingkungan sosialnya.

3. Berjenjang

  • Peran sosial: Setiap individu memiliki peran sosial yang berbeda-beda. Perilaku yang diharapkan akan berbeda pula tergantung pada peran sosial yang dimiliki.
  • Stratifikasi sosial: Stratifikasi sosial juga mempengaruhi perilaku yang diharapkan. Individu yang berasal dari kelas sosial yang berbeda akan memiliki perilaku yang berbeda pula.

4. Bersifat Internalisasi

  • Nilai-nilai internal: Nilai-nilai dan norma sosial tidak hanya dipelajari secara sadar, tetapi juga diinternalisasi sehingga menjadi bagian dari kepribadian individu.
  • Motivasi intrinsik: Individu akan termotivasi untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yang telah diinternalisasi, bukan hanya karena takut akan sanksi sosial.

5. Bersifat Sanksi

  • Sanksi positif dan negatif: Perilaku yang sesuai dengan norma sosial akan mendapat sanksi positif, sedangkan perilaku yang menyimpang akan mendapat sanksi negatif.
  • Mekanisme kontrol sosial: Sanksi sosial berfungsi sebagai mekanisme kontrol sosial untuk menjaga ketertiban dan stabilitas masyarakat.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Hasil Sosialisasi

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi sifat perilaku yang diharapkan sebagai hasil sosialisasi antara lain:

  • Agen sosialisasi: Keluarga, sekolah, teman sebaya, media massa, dan lembaga agama merupakan agen sosialisasi yang paling berpengaruh.
  • Status sosial: Status sosial seseorang dalam masyarakat akan mempengaruhi nilai-nilai dan norma yang diinternalisasikan.
  • Peran gender: Peran gender yang berbeda-beda akan menghasilkan perilaku yang diharapkan berbeda pula.
  • Perubahan sosial: Perubahan sosial yang cepat dapat menyebabkan disorientasi nilai dan norma, sehingga perilaku yang diharapkan juga menjadi tidak jelas.

Kesimpulan

Perilaku yang diharapkan sebagai hasil sosialisasi adalah perilaku yang relatif, dinamis, bersifat sosial, berjenjang, internalisasi, dan bersifat sanksi. Perilaku ini terbentuk melalui proses interaksi sosial yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Memahami sifat-sifat perilaku yang diharapkan ini sangat penting untuk memahami dinamika kehidupan sosial dan berbagai masalah sosial yang terjadi.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya