Perguruan tinggi adalah lembaga pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan akademik, vokasi, atau profesional dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya1. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara2.
Jenis-Jenis Perguruan Tinggi
Berdasarkan jenis pendidikan yang diselenggarakan, perguruan tinggi dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu1:
- Perguruan tinggi akademik, yaitu perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan akademik bertujuan untuk mengembangkan kemampuan intelektual, kreativitas, dan keterampilan ilmiah mahasiswa. Contoh perguruan tinggi akademik adalah universitas dan institut.
- Perguruan tinggi vokasi, yaitu perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam berbagai bidang keahlian tertentu. Pendidikan vokasi bertujuan untuk mengembangkan keterampilan praktis, profesional, dan aplikatif mahasiswa. Contoh perguruan tinggi vokasi adalah politeknik dan akademi.
- Perguruan tinggi profesional, yaitu perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan profesional dalam bidang-bidang tertentu yang memerlukan kualifikasi khusus. Pendidikan profesional bertujuan untuk mengembangkan kompetensi spesifik, etika, dan tanggung jawab profesional mahasiswa. Contoh perguruan tinggi profesional adalah sekolah tinggi.
Bentuk-Bentuk Perguruan Tinggi
Berdasarkan bentuk organisasi dan jumlah program studi yang diselenggarakan, perguruan tinggi dapat dibedakan menjadi lima bentuk, yaitu1:
- Universitas, yaitu perguruan tinggi yang menyelenggarakan jenis pendidikan akademik dan/atau profesional dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya. Universitas terdiri atas paling sedikit tiga fakultas atau sekolah tinggi yang masing-masing memiliki paling sedikit satu program studi pada jenjang sarjana dan/atau magister.
- Institut, yaitu perguruan tinggi yang menyelenggarakan jenis pendidikan akademik dan/atau profesional dalam satu atau beberapa cabang ilmu pengetahuan dan teknologi tertentu. Institut terdiri atas paling sedikit tiga fakultas atau sekolah tinggi yang masing-masing memiliki paling sedikit satu program studi pada jenjang sarjana dan/atau magister.
- Sekolah Tinggi, yaitu perguruan tinggi yang menyelenggarakan jenis pendidikan akademik dan/atau profesional dalam satu cabang ilmu pengetahuan tertentu. Sekolah Tinggi terdiri atas paling sedikit satu program studi pada jenjang sarjana dan/atau magister.
- Politeknik, yaitu perguruan tinggi yang menyelenggarakan jenis pendidikan vokasi dalam berbagai bidang keahlian tertentu. Politeknik terdiri atas paling sedikit tiga jurusan atau program studi pada Program Diploma Tiga atau Program Diploma Empat atau Sarjana Terapan.
- Akademi, yaitu perguruan tinggi yang menyelenggarakan jenis pendidikan vokasi dalam satu atau beberapa cabang ilmu pengetahuan dan teknologi tertentu. Akademi terdiri atas paling sedikit satu program studi pada Program Diploma Satu, Program Diploma Dua, Program Diploma Tiga, atau Program Diploma Empat atau Sarjana Terapan.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Bentuk Perguruan Tinggi
Bentuk perguruan tinggi tidak bersifat statis, tetapi dapat berubah seiring dengan perkembangan kebutuhan, tantangan, dan peluang yang dihadapi oleh perguruan tinggi itu sendiri. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi bentuk perguruan tinggi adalah2:
- Visi, misi, dan tujuan perguruan tinggi, yaitu arah dan cita-cita yang ingin dicapai oleh perguruan tinggi dalam jangka panjang. Visi, misi, dan tujuan perguruan tinggi dapat menentukan jenis, bidang, dan jenjang pendidikan yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.
- Kebijakan pemerintah, yaitu aturan dan ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah terkait dengan penyelenggaraan pendidikan tinggi. Kebijakan pemerintah dapat mempengaruhi persyaratan, prosedur, dan kriteria pendirian, perubahan bentuk, dan pembubaran perguruan tinggi.
- Kondisi internal dan eksternal perguruan tinggi, yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam dan luar perguruan tinggi yang dapat mempengaruhi kinerja dan perkembangan perguruan tinggi. Kondisi internal meliputi sumber daya manusia, sumber daya keuangan, sarana dan prasarana, kurikulum, sistem penjaminan mutu, dan tata kelola perguruan tinggi. Kondisi eksternal meliputi kebutuhan masyarakat, permintaan pasar kerja, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, persaingan antar perguruan tinggi, dan lingkungan sosial budaya.
Sumber: