Menu Tutup

Sumber Sejarah Kerajaan Singasari: Kitab Pararaton, Negarakertagama, dan Prasasti

Kerajaan Singasari, yang berdiri pada abad ke-13 di Jawa Timur, merupakan salah satu kerajaan besar dalam sejarah Indonesia. Untuk memahami sejarah dan perkembangan Kerajaan Singasari, para sejarawan mengandalkan berbagai sumber sejarah yang tersedia. Berikut adalah tiga sumber utama yang menjadi rujukan dalam mempelajari Kerajaan Singasari:

1. Kitab Pararaton

Kitab Pararaton, yang berarti “Kitab Raja-Raja,” adalah salah satu sumber tertulis penting mengenai sejarah Kerajaan Singasari. Kitab ini berisi riwayat Ken Arok dari lahir hingga menjadi raja, serta urutan raja-raja yang pernah memerintah Singasari. Meskipun terdapat beberapa unsur mitos, Pararaton memberikan gambaran tentang silsilah dan peristiwa penting yang terjadi selama masa Kerajaan Singasari. Kitab ini sering kali dianggap sebagai salah satu sumber utama karena mencatat banyak peristiwa penting yang menjadi dasar dari perkembangan kerajaan ini.

2. Kitab Negarakertagama

Ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365 Masehi, Kitab Negarakertagama memberikan informasi mendalam tentang Kerajaan Singasari dan Majapahit. Kitab ini mencatat silsilah raja-raja, struktur pemerintahan, serta ekspansi wilayah yang dilakukan oleh Kerajaan Singasari, khususnya pada masa pemerintahan Raja Kertanegara. Negarakertagama juga menggambarkan kehidupan sosial, budaya, dan keagamaan pada masa itu, sehingga menjadi sumber berharga dalam memahami konteks sejarah Kerajaan Singasari. Selain mencatat peristiwa-peristiwa penting, kitab ini juga berfungsi sebagai bukti adanya interaksi budaya dan politik yang kuat di masa kejayaan Singasari.

3. Prasasti-Prasasti Peninggalan

Selain sumber tertulis berupa kitab, prasasti-prasasti peninggalan Kerajaan Singasari juga menjadi sumber sejarah yang signifikan. Beberapa prasasti penting antara lain:

  • Prasasti Mula Malurung: Prasasti ini menyebutkan pendiri Tumapel adalah Bhatara Siwa, yang identik dengan tokoh pendiri Kerajaan Singasari. Prasasti ini memberikan bukti tentang pendirian dan perkembangan awal Singasari.
  • Prasasti Kudadu: Prasasti ini membahas nama resmi kerajaan dan beberapa kebijakan penting pada masa itu, mencerminkan sistem pemerintahan dan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Singasari.
  • Prasasti Wurare: Prasasti ini memberikan informasi tentang peristiwa dan tokoh penting dalam sejarah Kerajaan Singasari, serta mencatat peristiwa penobatan raja tertentu yang menjadi tonggak sejarah kerajaan tersebut.

Prasasti-prasasti tersebut tidak hanya mencatat peristiwa sejarah, tetapi juga memberikan wawasan tentang struktur pemerintahan, sistem keagamaan, dan kehidupan sosial masyarakat Kerajaan Singasari. Prasasti-prasasti ini menjadi bukti nyata dari keberadaan dan aktivitas Kerajaan Singasari yang dapat dikaji melalui tulisan-tulisan resmi yang terukir pada prasasti batu.

Dengan mengkaji ketiga sumber utama di atas—Kitab Pararaton, Kitab Negarakertagama, dan prasasti-prasasti peninggalan—para sejarawan dapat merekonstruksi sejarah Kerajaan Singasari secara lebih komprehensif. Meskipun setiap sumber memiliki keterbatasan dan interpretasi masing-masing, kombinasi dari ketiganya memberikan gambaran yang lebih utuh tentang kejayaan dan dinamika Kerajaan Singasari dalam sejarah Nusantara.

Posted in Sejarah

Artikel Lainnya