Kerajaan Perlak, yang berdiri pada tahun 840 M di wilayah Aceh Timur, Indonesia, mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin II Johan Berdaulat, antara tahun 1230 hingga 1267 M. Pada periode ini, Kerajaan Perlak mengalami kemajuan pesat dalam berbagai bidang, terutama pendidikan Islam dan perluasan dakwah.
Kemajuan Pendidikan dan Dakwah Islam
Selama masa kejayaan, Kerajaan Perlak menjadi pusat pendidikan Islam terkemuka di Asia Tenggara. Banyak ulama dan cendekiawan datang untuk belajar dan mengajar di kerajaan ini, menjadikannya sebagai kiblat ilmu pengetahuan Islam di kawasan tersebut. Pemerintah kerajaan mendirikan berbagai lembaga pendidikan, seperti dayah atau pesantren, yang berperan penting dalam penyebaran ajaran Islam.
Perkembangan Ekonomi dan Perdagangan
Selain kemajuan dalam bidang pendidikan, Kerajaan Perlak juga mengalami perkembangan ekonomi yang signifikan. Letaknya yang strategis di pesisir timur Sumatera menjadikannya sebagai pusat perdagangan yang ramai. Kerajaan ini dikenal sebagai penghasil kayu berkualitas tinggi, khususnya kayu perlak, yang digunakan untuk pembuatan kapal. Hasil alam ini menarik pedagang dari Gujarat, Arab, dan India untuk datang ke Perlak, menjadikannya bandar niaga yang maju.
Politik Perkawinan dan Aliansi
Untuk memperkuat posisinya, Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin II Johan Berdaulat menjalankan politik perkawinan dengan menjodohkan putrinya, Putri Ganggang Sari, dengan Sultan Al Malik Al Saleh, pendiri Kerajaan Samudera Pasai. Langkah ini tidak hanya mempererat hubungan diplomatik antara kedua kerajaan, tetapi juga memfasilitasi penyebaran Islam di wilayah tersebut.
Penyatuan dengan Kerajaan Samudera Pasai
Setelah wafatnya Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Aziz Johan Berdaulat pada tahun 1292 M, Kerajaan Perlak bergabung dengan Kerajaan Samudera Pasai di bawah pemerintahan Sultan Muhammad Malik Al Zahir. Penyatuan ini menandai berakhirnya era Kerajaan Perlak sebagai entitas politik yang berdiri sendiri, namun warisannya dalam penyebaran Islam dan kontribusinya terhadap peradaban di Nusantara tetap dikenang hingga kini.
Dengan demikian, masa kejayaan Kerajaan Perlak pada abad ke-13 ditandai oleh kemajuan dalam pendidikan Islam, perkembangan ekonomi melalui perdagangan, serta strategi politik yang cerdas dalam membangun aliansi dan memperluas pengaruhnya di Nusantara.