Kesultanan Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa yang berdiri pada akhir abad ke-15. Sebagai entitas penting dalam sejarah Indonesia, berbagai sumber sejarah telah mengungkapkan informasi mengenai asal-usul, perkembangan, dan peninggalan Kesultanan Demak. Sumber-sumber ini mencakup peninggalan fisik, naskah kuno, serta tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun.
Sumber Sejarah Kesultanan Demak
1. Masjid Agung Demak
Masjid Agung Demak adalah salah satu peninggalan terpenting dari Kesultanan Demak. Dibangun pada abad ke-15 oleh Raden Patah bersama Wali Songo, masjid ini menjadi pusat penyebaran Islam di Jawa. Arsitektur masjid mencerminkan akulturasi budaya lokal dan Islam, dengan atap tumpang tiga yang menyerupai punden berundak, simbol tradisi pra-Islam di Jawa. Masjid ini juga memiliki empat tiang utama (saka guru) yang konon dibuat oleh para wali, yaitu Sunan Kalijaga, Sunan Bonang, Sunan Ampel, dan Sunan Gunung Jati.
2. Pintu Bledeg
Pintu Bledeg adalah pintu utama Masjid Agung Demak yang diukir oleh Ki Ageng Selo. Pintu ini dihiasi dengan motif petir dan memiliki inskripsi tahun pembuatan yang menunjukkan angka 1401 Saka atau 1479 Masehi. Pintu Bledeg menjadi salah satu artefak penting yang menunjukkan keahlian seni ukir pada masa Kesultanan Demak.
3. Soko Guru dan Soko Tatal
Soko Guru adalah empat tiang utama yang menopang struktur Masjid Agung Demak. Salah satu tiang, dikenal sebagai Soko Tatal, dibuat dari potongan-potongan kayu yang disatukan oleh Sunan Kalijaga. Keberadaan Soko Tatal menunjukkan kreativitas dan kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya yang terbatas.
4. Makam Raja-Raja Demak
Makam para raja Kesultanan Demak, termasuk Raden Patah dan Sultan Trenggana, terletak di kompleks Masjid Agung Demak. Makam-makam ini menjadi bukti nyata keberadaan dan peran penting para pemimpin Demak dalam sejarah penyebaran Islam di Jawa.
5. Naskah Babad Tanah Jawi
Babad Tanah Jawi adalah kumpulan naskah berbahasa Jawa yang berisi sejarah raja-raja di Pulau Jawa, termasuk Kesultanan Demak. Naskah ini memberikan informasi mengenai silsilah, peristiwa penting, dan tokoh-tokoh yang berperan dalam perkembangan Demak sebagai kerajaan Islam pertama di Jawa.
6. Tradisi Lisan dan Kesenian
Tradisi lisan, seperti cerita rakyat dan kesenian tradisional, juga menjadi sumber informasi mengenai Kesultanan Demak. Salah satu contohnya adalah kisah Sunan Kalijaga yang menggunakan media wayang kulit untuk menyebarkan ajaran Islam, menunjukkan bagaimana budaya lokal diintegrasikan dengan ajaran agama.
Kesimpulan
Sumber-sumber sejarah Kesultanan Demak, baik berupa peninggalan fisik, naskah kuno, maupun tradisi lisan, memberikan gambaran komprehensif mengenai peran penting kerajaan ini dalam penyebaran Islam di Jawa. Melalui pemahaman terhadap sumber-sumber tersebut, kita dapat menghargai warisan budaya dan sejarah yang ditinggalkan oleh Kesultanan Demak.