Dalam tata bahasa Inggris, penggunaan kata kerja bantu seperti ‘do’ dan ‘does’ adalah fondasi penting untuk membentuk kalimat tanya yang benar, terutama dalam simple present tense. Memahami kapan dan bagaimana menggunakan keduanya adalah kunci untuk berkomunikasi secara efektif dan menghindari kesalahan tata bahasa yang umum. Artikel ini akan mengupas tuntas seluk-beluk penggunaan ‘do’ dan ‘does’ dalam pertanyaan, memberikan panduan yang jelas serta contoh-contoh yang relevan.
Peran ‘Do’ dan ‘Does’ sebagai Kata Kerja Bantu
Sebelum menyelami penggunaannya dalam pertanyaan, penting untuk memahami peran ‘do’ dan ‘does’ sebagai kata kerja bantu (auxiliary verbs). Dalam konteks ini, mereka tidak memiliki arti leksikal sendiri, melainkan berfungsi untuk membantu kata kerja utama membentuk kalimat tanya atau negatif. Mereka bertindak sebagai penanda bahwa kalimat tersebut adalah pertanyaan atau penyangkalan, serta menunjukkan subjek dan waktu kalimat.
‘Do’: Untuk Subjek Jamak dan Orang Pertama/Kedua Tunggal
‘Do’ digunakan sebagai kata kerja bantu untuk membentuk pertanyaan dengan subjek sebagai berikut:
- Kata ganti orang pertama tunggal: I (saya)
- Kata ganti orang kedua tunggal dan jamak: You (kamu/kalian)
- Kata ganti orang ketiga jamak: They (mereka)
- Kata benda jamak: Children, students, books, cats (anak-anak, siswa-siswa, buku-buku, kucing-kucing)
Ketika ‘do’ digunakan dalam pertanyaan, kata kerja utama (main verb) yang mengikutinya harus dalam bentuk dasar atau base form (infinitive tanpa ‘to’). Ini adalah aturan krusial yang sering dilupakan.
Struktur Kalimat Tanya dengan ‘Do’:
Do + Subjek (I, You, They, Kata benda jamak) + Kata Kerja Utama (bentuk dasar) + Objek/Keterangan?
Contoh Penggunaan ‘Do’ dalam Pertanyaan:
- Do you speak English? (Apakah kamu berbicara bahasa Inggris?)
- Do they live in Jakarta? (Apakah mereka tinggal di Jakarta?)
- Do I need to bring my ID? (Apakah saya perlu membawa kartu identitas saya?)
- Do the children play outside? (Apakah anak-anak bermain di luar?)
- Do you understand the lesson? (Apakah kamu memahami pelajaran ini?)
- Do we have enough time? (Apakah kita punya cukup waktu?)
‘Does’: Untuk Subjek Orang Ketiga Tunggal
Berbeda dengan ‘do’, ‘does’ digunakan khusus untuk membentuk pertanyaan dengan subjek sebagai berikut:
- Kata ganti orang ketiga tunggal: He (dia laki-laki), She (dia perempuan), It (ini/itu – untuk benda/hewan)
- Kata benda tunggal: John, Sarah, the dog, the book, the car (John, Sarah, anjing itu, buku itu, mobil itu)
Sama seperti ‘do’, ketika ‘does’ digunakan, kata kerja utama yang mengikutinya harus dalam bentuk dasar. Perubahan bentuk kata kerja (-s/-es) yang biasanya terjadi pada subjek orang ketiga tunggal dalam kalimat positif tidak berlaku dalam kalimat tanya atau negatif dengan ‘does’.
Struktur Kalimat Tanya dengan ‘Does’:
Does + Subjek (He, She, It, Kata benda tunggal) + Kata Kerja Utama (bentuk dasar) + Objek/Keterangan?
Contoh Penggunaan ‘Does’ dalam Pertanyaan:
- Does he work here? (Apakah dia bekerja di sini?)
- Does she like coffee? (Apakah dia suka kopi?)
- Does it rain a lot in November? (Apakah sering hujan di bulan November?)
- Does John study hard? (Apakah John belajar dengan giat?)
- Does the cat sleep all day? (Apakah kucing itu tidur sepanjang hari?)
- Does your car have air conditioning? (Apakah mobilmu punya AC?)
Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari
Dua kesalahan paling umum yang sering dilakukan oleh pembelajar bahasa Inggris terkait ‘do’ dan ‘does’ adalah:
-
Menggunakan ‘do’ atau ‘does’ bersamaan dengan bentuk ‘to be’ (am, is, are): Ini adalah kesalahan fatal. ‘Do/does’ digunakan untuk kata kerja tindakan, sementara ‘to be’ digunakan untuk menjelaskan keadaan, identitas, atau lokasi.
- Salah: Do you are happy?
- Benar: Are you happy?
- Salah: Does he is a doctor?
- Benar: Is he a doctor?
-
Tidak mengubah kata kerja utama ke bentuk dasar setelah ‘do’ atau ‘does’:
- Salah: Does she likes chocolate? (Kata kerja utama ‘likes’ tidak boleh memiliki -s)
- Benar: Does she like chocolate?
- Salah: Do they goes to school? (Kata kerja utama ‘goes’ tidak boleh memiliki -es)
- Benar: Do they go to school?
Pertanyaan dengan Kata Tanya (Wh-Questions)
‘Do’ dan ‘does’ juga digunakan dalam pertanyaan yang dimulai dengan kata tanya (wh-words) seperti what, where, when, why, who, how. Dalam kasus ini, kata tanya diletakkan di awal kalimat, diikuti oleh ‘do’ atau ‘does’, subjek, dan kata kerja utama dalam bentuk dasar.
Struktur:
Wh-word + Do/Does + Subjek + Kata Kerja Utama (bentuk dasar) + Objek/Keterangan?
Contoh:
- Where do you live? (Di mana kamu tinggal?)
- When does she usually wake up? (Kapan dia biasanya bangun tidur?)
- Why do they study so hard? (Mengapa mereka belajar begitu giat?)
- How does he know that? (Bagaimana dia tahu itu?)
- What do you want for dinner? (Apa yang kamu inginkan untuk makan malam?)
Pengecualian: ‘Who’ sebagai Subjek
Ketika ‘who’ bertindak sebagai subjek pertanyaan, ‘do’ atau ‘does’ biasanya tidak digunakan. Kata kerja utama akan mengikuti aturan orang ketiga tunggal jika ‘who’ mengacu pada satu orang yang tidak diketahui.
- Who lives in that house? (Siapa yang tinggal di rumah itu?) (Bukan: Who does live in that house?)
- Who broke the window? (Siapa yang memecahkan jendela?) (Bukan: Who did break the window?)
Namun, jika ‘who’ adalah objek dari kata kerja, maka ‘do’ atau ‘does’ akan digunakan.
- Who do you see? (Siapa yang kamu lihat?)
- Who does she love? (Siapa yang dia cintai?)
Kesimpulan
Penggunaan ‘do’ dan ‘does’ dalam pertanyaan adalah aspek fundamental dari tata bahasa Inggris, khususnya dalam simple present tense. Dengan memahami perbedaan antara keduanya—’do’ untuk subjek jamak dan orang pertama/kedua tunggal, dan ‘does’ untuk subjek orang ketiga tunggal—serta selalu memastikan kata kerja utama dalam bentuk dasar, Anda dapat membangun kalimat tanya yang akurat dan alami. Menguasai aturan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris Anda, tetapi juga membantu Anda berkomunikasi dengan lebih percaya diri dan efektif. Latihan yang konsisten adalah kunci untuk mengubah pemahaman teoretis ini menjadi keahlian praktis.