Menu Tutup

Strategi Militer Kesultanan Demak dalam Menghadapi Portugis di Malaka

Kesultanan Demak, sebagai kerajaan Islam pertama di Jawa, memainkan peran penting dalam upaya menghalangi ekspansi Portugis di Nusantara pada awal abad ke-16. Setelah jatuhnya Malaka ke tangan Portugis pada tahun 1511, Demak melihat kehadiran Portugis sebagai ancaman serius terhadap dominasi Islam dan perdagangan di wilayah tersebut. Untuk itu, Demak merancang dan melaksanakan berbagai strategi militer guna menghadapi kekuatan Portugis di Malaka.

1. Mobilisasi Armada Laut yang Kuat

Demak menyadari pentingnya kekuatan maritim dalam menghadapi Portugis yang unggul dalam teknologi dan persenjataan laut. Pada tahun 1513, di bawah kepemimpinan Pati Unus, Demak mengerahkan sekitar 100 kapal dengan 5.000 prajurit dari Jepara dan Palembang untuk menyerang Malaka. Armada ini terdiri dari berbagai jenis kapal, termasuk jung besar dengan bobot antara 350 hingga 600 ton, serta kapal-kapal lebih kecil seperti pangajava, lancaran, dan kelulus. Meskipun serangan ini belum berhasil merebut Malaka, upaya tersebut menunjukkan komitmen Demak dalam menghadapi dominasi Portugis di wilayah tersebut.

2. Penggunaan Teknologi Persenjataan Lokal

Dalam menghadapi keunggulan persenjataan Portugis, Demak memanfaatkan teknologi persenjataan lokal. Kapal-kapal Demak dilengkapi dengan meriam buatan Jawa yang dikenal dengan kualitasnya. Meskipun demikian, dalam pertempuran di Malaka, meriam Portugis yang lebih canggih memberikan tantangan signifikan bagi armada Demak. Hal ini mendorong Demak untuk terus meningkatkan kualitas persenjataan mereka dalam upaya selanjutnya.

3. Aliansi dengan Kerajaan-Kerajaan Islam Lain

Demak tidak berjuang sendirian dalam menghadapi Portugis. Kerajaan ini menjalin aliansi dengan kerajaan-kerajaan Islam lainnya di Nusantara. Misalnya, pada tahun 1550, Ratu Kalinyamat dari Jepara mengirimkan bantuan 40 kapal dan 4.000 personel atas permintaan Sultan Johor untuk menyerang Malaka. Gabungan armada Jepara, Melayu, dan Aceh berjumlah total 200 kapal mengepung Malaka. Meskipun serangan ini belum berhasil mengusir Portugis, upaya tersebut menunjukkan solidaritas antar kerajaan Islam dalam menghadapi musuh bersama.

4. Penyerangan Terhadap Sekutu Portugis

Selain menyerang langsung Portugis, Demak juga menargetkan kerajaan-kerajaan yang bersekutu dengan Portugis. Pada tahun 1527, di bawah pimpinan Fatahillah, Demak berhasil merebut Sunda Kelapa dari Kerajaan Pajajaran yang bersekutu dengan Portugis. Kemenangan ini tidak hanya memperluas wilayah kekuasaan Demak tetapi juga menghalangi rencana Portugis untuk memperkuat posisinya di Jawa Barat.

5. Peningkatan Infrastruktur Militer

Demak juga fokus pada peningkatan infrastruktur militer, khususnya pelabuhan dan galangan kapal. Pelabuhan Jepara, misalnya, dikembangkan menjadi pangkalan militer utama yang mendukung ekspedisi laut Demak. Dari Jepara pula, ekspedisi militer laut ke Malaka dipersiapkan dan diberangkatkan. Pengembangan ini menunjukkan betapa pentingnya Jepara sebagai pusat logistik dan militer bagi Demak dalam menghadapi Portugis.

Kesimpulan

Strategi militer Kesultanan Demak dalam menghadapi Portugis di Malaka mencerminkan upaya gigih kerajaan ini dalam mempertahankan dominasi Islam dan perdagangan di Nusantara. Meskipun menghadapi tantangan besar dari kekuatan militer dan teknologi Portugis, Demak terus berupaya melalui mobilisasi armada laut yang kuat, penggunaan teknologi persenjataan lokal, aliansi dengan kerajaan-kerajaan Islam lain, penyerangan terhadap sekutu Portugis, dan peningkatan infrastruktur militer. Upaya-upaya ini menunjukkan komitmen Demak dalam mempertahankan kedaulatan dan pengaruhnya di wilayah tersebut.

Sumber:

  • Wikipedia. “Djong.” Wikipedia, The Free Encyclopedia. Diakses pada 8 November 2024, dari https://en.wikipedia.org/wiki/Djong
  • UIN Sunan Ampel Surabaya. “Bab 4.” Digilib UIN Sunan Ampel Surabaya. Diakses pada 8 November 2024, dari https://digilib.uinsa.ac.id/18196/7/Bab%204.pdf
  • Universitas Stikubank. “Invasi Melaka Portugis oleh Kesultanan Demak.” P2K STEKOM. Diakses pada 8 November 2024, dari https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Invasi_Melaka_Portugis_oleh_Kesultanan_Demak
  • Universitas Negeri Semarang. “Pengembangan Pelabuhan Jepara sebagai Pangkalan Militer Demak.” Journal of Paramita. Diakses pada 8 November 2024, dari https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/paramita/article/download/3419/3305
Posted in Ragam

Artikel Lainnya