Benteng Fort Rotterdam, yang terletak di tepi barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan, merupakan salah satu peninggalan sejarah paling signifikan dari Kerajaan Gowa-Tallo. Dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-10, I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung, benteng ini awalnya dikenal sebagai Benteng Ujung Pandang. Setelah penandatanganan Perjanjian Bongaya pada abad ke-17, benteng ini jatuh ke tangan Belanda dan diubah namanya menjadi Fort Rotterdam, sesuai dengan nama kota kelahiran Cornelis J. Speelman, pemimpin VOC yang berhasil menaklukkan Gowa-Tallo.
Sejarah dan Peran Benteng Fort Rotterdam
Benteng ini awalnya dibangun dengan material tanah liat dan berbentuk segi empat, mengikuti arsitektur khas Portugis. Pada masa pemerintahan Sultan Alauddin, konstruksi benteng diperkuat dengan batu padas yang diambil dari Pegunungan Karst di Maros. Setelah dikuasai Belanda, benteng ini dibangun kembali dengan gaya arsitektur Belanda dan berfungsi sebagai pusat kekuasaan kolonial di Sulawesi. Selain itu, benteng ini juga pernah menjadi tempat penahanan Pangeran Diponegoro dari tahun 1833 hingga 1855.
Arsitektur dan Desain Benteng
Dari atas, Benteng Fort Rotterdam tampak seperti penyu yang hendak merangkak ke laut, melambangkan filosofi Kerajaan Gowa yang ingin berjaya di darat dan laut. Benteng ini memiliki lima bastion yang masih terlihat hingga kini, yaitu Bastion Bonie, Bastion Boeton, Bastion Batjang, Bastion Mandassar, dan Bastion Amboina. Dinding benteng setinggi tujuh meter dan dikelilingi oleh parit sedalam dua meter, meskipun saat ini hanya sebagian parit yang masih tersisa.
Fungsi dan Peran Benteng dalam Sejarah
Selama masa kolonial, Benteng Fort Rotterdam berfungsi sebagai markas militer, pusat perdagangan, dan pusat pemerintahan Belanda di wilayah timur Indonesia. Setelah kemerdekaan Indonesia, benteng ini mengalami berbagai fungsi, termasuk sebagai pusat kebudayaan dan pendidikan. Saat ini, benteng ini menjadi destinasi wisata sejarah yang populer, menampilkan berbagai artefak dan informasi mengenai sejarah Makassar dan Sulawesi Selatan.
Mengunjungi Benteng Fort Rotterdam
Benteng Fort Rotterdam berlokasi di Jalan Ujung Pandang No. 1, Bulo Gading, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar. Lokasinya yang strategis memudahkan akses bagi wisatawan yang ingin menjelajahi sejarah dan budaya Makassar. Di dalam kompleks benteng, terdapat Museum La Galigo yang menyimpan berbagai koleksi artefak bersejarah, termasuk naskah kuno, patung, keramik, dan busana adat.
Dengan mengunjungi Benteng Fort Rotterdam, pengunjung dapat merasakan jejak sejarah panjang yang telah dilalui oleh Kota Makassar, mulai dari masa kejayaan Kerajaan Gowa-Tallo hingga era kolonial Belanda. Benteng ini tidak hanya menjadi saksi bisu peristiwa penting dalam sejarah Indonesia, tetapi juga simbol ketahanan dan adaptasi budaya lokal terhadap perubahan zaman.