Kingdom Plantae adalah salah satu kelompok makhluk hidup yang terdiri dari tumbuhan bersel banyak, eukariotik, berdinding sel selulosa, memiliki klorofil, dan hidup secara autotrof. Tumbuhan memiliki peran penting dalam kehidupan makhluk hidup lainnya, baik sebagai sumber makanan, oksigen, obat-obatan, maupun bahan industri. Tumbuhan juga berkontribusi dalam menjaga keseimbangan lingkungan dengan mengikat karbon dioksida dan mencegah erosi tanah.
Ciri-Ciri Kingdom Plantae
Tumbuhan memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut1:
- Bersel banyak (multiseluler) dan eukariotik, yaitu memiliki membran inti dan organel sel lainnya.
- Berdinding sel yang tersusun dari selulosa, yaitu polisakarida yang memberikan kekuatan dan bentuk pada sel tumbuhan.
- Memiliki klorofil, yaitu pigmen hijau yang berperan dalam fotosintesis, yaitu proses pembuatan makanan dengan menggunakan energi cahaya matahari.
- Hidup secara autotrof, yaitu dapat membuat makanan sendiri tanpa bergantung pada makhluk hidup lain.
- Berkembang biak secara seksual dan aseksual. Pada perkembangbiakan seksual, terjadi pergiliran keturunan antara fase sporofit (tumbuhan yang menghasilkan spora) dan fase gametofit (tumbuhan yang menghasilkan gamet). Pada perkembangbiakan aseksual, terjadi pembentukan individu baru tanpa melalui proses penyatuan gamet.
- Memiliki siklus hidup yang diploid (2n), yaitu memiliki dua set kromosom pada setiap selnya. Hanya sel-sel gamet yang haploid (n), yaitu memiliki satu set kromosom.
Klasifikasi Kingdom Plantae
Kingdom Plantae memiliki keanekaragaman yang sangat tinggi sehingga tidak mudah untuk mengklasifikasikannya. Para ahli membagi dunia tumbuhan menjadi dua kelompok besar, yaitu tumbuhan tidak berpembuluh (nonvaskuler) dan tumbuhan berpembuluh (vaskuler)1.
Tumbuhan Tidak Berpembuluh (Nonvaskuler)
Tumbuhan tidak berpembuluh adalah tumbuhan yang tidak memiliki jaringan pembuluh untuk mengangkut air dan zat-zat hara. Tumbuhan ini biasanya hidup di tempat yang lembab dan memiliki ukuran yang kecil. Contoh tumbuhan tidak berpembuluh adalah lumut (Bryophyta)1.
Ciri-ciri tumbuhan lumut adalah sebagai berikut2:
- Bertalus, yaitu tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati.
- Bagian akar pada lumut disebut rizoid, yaitu akar semu yang berfungsi untuk menempel pada substrat.
- Mengalami metagenesis, yaitu pergiliran keturunan antara fase sporofit (tumbuhan yang menghasilkan spora) dan fase gametofit (tumbuhan yang menghasilkan gamet).
- Fase gametofit lebih dominan daripada fase sporofit. Fase gametofit terdiri dari dua jenis, yaitu gametofit jantan (anteridium) dan gametofit betina (arkigonium).
- Perkembangbiakan seksual terjadi melalui penyerbukan air atau hujan. Gamet jantan (spermatozoid) bergerak menuju gamet betina (ovum) dengan bantuan air. Setelah terjadi fertilisasi, terbentuk zigot yang berkembang menjadi sporofit.
- Sporofit tumbuh menempel pada gametofit betina dan menghasilkan spora di dalam kapsul. Spora akan menyebar dengan bantuan angin atau air dan tumbuh menjadi protonema, yaitu benang-benang halus yang akan berkembang menjadi gametofit baru.
Tumbuhan Berpembuluh (Vaskuler)
Tumbuhan berpembuluh adalah tumbuhan yang memiliki jaringan pembuluh untuk mengangkut air dan zat-zat hara. Tumbuhan ini biasanya hidup di darat dan memiliki ukuran yang besar. Contoh tumbuhan berpembuluh adalah paku-pakuan (Pteridophyta) dan tumbuhan berbiji (Spermatophyta)1.
Paku-Pakuan (Pteridophyta)
Paku-pakuan adalah tumbuhan berpembuluh yang tidak berbiji, tetapi menghasilkan spora sebagai alat perkembangbiakan. Paku-pakuan memiliki akar, batang, dan daun sejati. Contoh paku-pakuan adalah pakis, suplir, dan tanduk rusa1.
Ciri-ciri paku-pakuan adalah sebagai berikut2:
- Hidup di tempat yang lembab dan teduh.
- Berpembuluh, yaitu memiliki xilem dan floem untuk mengangkut air dan zat-zat hara.
- Mengalami metagenesis, yaitu pergiliran keturunan antara fase sporofit (tumbuhan yang menghasilkan spora) dan fase gametofit (tumbuhan yang menghasilkan gamet).
- Fase sporofit lebih dominan daripada fase gametofit. Fase sporofit terdiri dari akar, batang, dan daun. Daun paku-pakuan disebut frond, yaitu daun yang menyirip atau menjari. Pada bagian bawah frond terdapat bintik-bintik cokelat yang disebut sorus, yaitu tempat pembentukan spora.
- Perkembangbiakan seksual terjadi melalui penyerbukan air atau hujan. Spora yang jatuh ke tanah akan tumbuh menjadi gametofit yang disebut protalus, yaitu talus berbentuk jantung yang memiliki rizoid. Protalus memiliki dua jenis organ seksual, yaitu antheridium (menghasilkan spermatozoid) dan arkigonium (menghasilkan ovum). Spermatozoid akan bergerak menuju ovum dengan bantuan air. Setelah terjadi fertilisasi, terbentuk zigot yang berkembang menjadi sporofit baru.
Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)
Tumbuhan berbiji adalah tumbuhan berpembuluh yang menghasilkan biji sebagai alat perkembangbiakan. Biji merupakan hasil dari fertilisasi antara sel telur (ovum) dan sel sperma (spermatozoid) pada tumbuhan. Biji mengandung embrio (calon tumbuhan baru) dan cadangan makanan. Tumbuhan berbiji dibagi menjadi dua kelompok, yaitu tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae)1.
Tumbuhan Berbiji Terbuka (Gymnospermae)
Tumbuhan berbiji terbuka adalah tumbuhan berpembuluh yang bijinya tidak terbungkus oleh daun buah (ovarium). Biji biasanya terletak pada daun biji (ovul) yang tersusun dalam strobilus atau kerucut. Contoh tumbuhan berbiji terbuka adalah pinus, cemara, ginkgo, dan melinjo1.
Ciri-ciri tumbuhan berbiji terbuka adalah sebagai berikut2:
- Hidup di tempat yang kering dan dingin.
- Berpembuluh, yaitu memiliki xilem dan floem untuk mengangkut air dan zat-zat hara.
- Berkayu atau berkambium, yaitu memiliki lapisan sel pembagi antara xilem dan floem yang dapat meningkatkan diameter batang.
- Daunnya biasanya berselaput lilin atau kutikula tebal untuk mencegah penguapan air.
- Mengalami metagenesis, yaitu pergiliran keturunan antara fase sporofit (tumbuhan yang menghasilkan spora) danĀ Fase gametofit sangat tereduksi dan tergantung pada fase sporofit. Fase gametofit terdiri dari dua jenis, yaitu gametofit jantan (mikrosporofit) dan gametofit betina (megasporofit). Gametofit jantan menghasilkan mikrospora yang berkembang menjadi serbuk sari (pollen), sedangkan gametofit betina menghasilkan megaspora yang berkembang menjadi sel telur (ovum).
- Perkembangbiakan seksual terjadi melalui penyerbukan angin. Serbuk sari yang dibawa oleh angin akan menempel pada ovul yang terletak pada strobilus betina. Serbuk sari akan membentuk tabung sari yang menembus ovul dan melepaskan spermatozoid. Spermatozoid akan bergerak menuju ovum dan melakukan fertilisasi. Hasil fertilisasi adalah zigot yang berkembang menjadi biji. Biji akan tumbuh menjadi sporofit baru.
Tumbuhan Berbiji Tertutup (Angiospermae)
Tumbuhan berbiji tertutup adalah tumbuhan berpembuluh yang bijinya terbungkus oleh daun buah (ovarium). Biji biasanya terletak di dalam buah yang merupakan hasil dari perkembangan ovarium setelah fertilisasi. Contoh tumbuhan berbiji tertutup adalah bunga, padi, jagung, apel, dan mangga.
Ciri-ciri tumbuhan berbiji tertutup adalah sebagai berikut:
- Hidup di berbagai macam habitat, baik darat maupun air.
- Berpembuluh, yaitu memiliki xilem dan floem untuk mengangkut air dan zat-zat hara.
- Berkayu atau berkambium, yaitu memiliki lapisan sel pembagi antara xilem dan floem yang dapat meningkatkan diameter batang.
- Daunnya bervariasi bentuk, ukuran, dan susunan.
- Mengalami metagenesis, yaitu pergiliran keturunan antara fase sporofit (tumbuhan yang menghasilkan spora) dan fase gametofit (tumbuhan yang menghasilkan gamet).
- Fase sporofit lebih dominan daripada fase gametofit. Fase sporofit terdiri dari akar, batang, daun, dan bunga. Bunga adalah organ reproduksi pada tumbuhan berbiji tertutup yang memiliki bagian-bagian sebagai berikut:
- Kelopak bunga (sepal), yaitu bagian bunga yang berwarna hijau dan berfungsi untuk melindungi bunga sebelum mekar.
- Mahkota bunga (petal), yaitu bagian bunga yang berwarna-warni dan berfungsi untuk menarik perhatian serangga penyerbuk.
- Benang sari (stamen), yaitu bagian bunga jantan yang menghasilkan serbuk sari. Benang sari terdiri dari kepala sari (anther) dan tangkai sari (filamen).
- Putik (pistil), yaitu bagian bunga betina yang menghasilkan ovum. Putik terdiri dari bakal buah (ovarium), tangkai putik (stilus), dan kepala putik (stigma).
- Perkembangbiakan seksual terjadi melalui penyerbukan serangga, burung, atau mamalia. Serbuk sari yang dibawa oleh penyerbuk akan menempel pada stigma putik. Serbuk sari akan membentuk tabung sari yang menembus stilus dan masuk ke dalam ovarium. Tabung sari akan melepaskan spermatozoid yang akan bergerak menuju ovum dan melakukan fertilisasi ganda. Fertilisasi ganda adalah proses dimana satu spermatozoid menyatu dengan ovum membentuk zigot, sedangkan spermatozoid lain menyatu dengan sel pusat membentuk endosperm (cadangan makanan). Zigot akan berkembang menjadi embrio, sedangkan endosperm akan berkembang menjadi endosperma. Ovarium akan berkembang menjadi buah, sedangkan ovul akan berkembang menjadi biji. Biji akan tumbuh menjadi sporofit baru.
Manfaat Kingdom Plantae
Tumbuhan memiliki manfaat yang sangat besar bagi kehidupan makhluk hidup lainnya, antara lain:
- Sebagai sumber makanan, baik bagi manusia maupun hewan. Contoh: beras, jagung, kentang, wortel, apel, pisang, dll.
- Sebagai sumber oksigen, yaitu gas yang dibutuhkan untuk bernapas. Tumbuhan menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis.
- Sebagai sumber obat-obatan, baik tradisional maupun modern. Contoh: jahe, kunyit, lidah buaya, daun sirih, dll.
- Sebagai sumber bahan industri, baik tekstil, kertas, kayu, karet, minyak, dll. Contoh: kapas, bambu, jati, karet, kelapa sawit, dll.
- Sebagai sumber keindahan dan estetika. Contoh: bunga mawar, anggrek, melati, dll.
- Sebagai penjaga keseimbangan lingkungan. Tumbuhan dapat mengikat karbon dioksida yang merupakan gas rumah kaca penyebab pemanasan global. Tumbuhan juga dapat mencegah erosi tanah dengan akarnya yang menancap kuat.