Kesultanan Ternate, didirikan pada tahun 1257 oleh Baab Mashur Malamo, merupakan salah satu kerajaan Islam tertua di Nusantara. Terletak di Maluku Utara, kesultanan ini mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-16 di bawah pemerintahan Sultan Baabullah. Warisan sejarahnya masih dapat disaksikan melalui berbagai peninggalan yang tersebar di wilayah Ternate.
Istana Kesultanan Ternate
Istana Kesultanan Ternate, dikenal sebagai Kedaton, dibangun pada 24 November 1813 oleh Sultan Muhammad Ali. Bangunan ini menghadap ke arah laut dan memiliki arsitektur unik yang menyerupai singa duduk. Dengan luas sekitar 1.500 meter persegi, Kedaton menjadi pusat pemerintahan dan kediaman resmi para sultan Ternate. Saat ini, sebagian bangunan difungsikan sebagai museum yang menyimpan berbagai artefak bersejarah, termasuk mahkota sultan, singgasana, serta peralatan perang seperti senapan, tombak, dan meriam kecil.
Masjid Sultan Ternate
Masjid Sultan Ternate, juga dikenal sebagai Masjid Jami Kesultanan Ternate, merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia bagian timur. Pembangunannya dirintis pada masa Sultan Zainal Abidin (1486–1500), sultan pertama yang memeluk Islam dan menetapkan agama Islam sebagai agama resmi kerajaan. Masjid ini memiliki arsitektur khas dengan atap bersusun tujuh dan dibangun dari susunan batu yang direkatkan dengan campuran kulit kayu pohon kalumpang. Hingga kini, masjid ini masih aktif digunakan sebagai tempat ibadah dan menjadi saksi bisu perkembangan Islam di Ternate.
Makam Sultan Baabullah
Sultan Baabullah, yang memerintah pada tahun 1570–1583, dikenal sebagai penguasa 72 negeri dan berhasil mengusir Portugis dari Ternate. Makamnya terletak di puncak Bukit Foramadiahi, kampung tertua dan tertinggi di Ternate. Untuk mencapai makam ini, pengunjung harus mendaki kaki Gunung Gamalama sejauh sekitar 1 kilometer. Makam Sultan Baabullah berada di bawah pohon besar yang dikenal sebagai “pohon dara” oleh masyarakat setempat. Tempat ini sering dikunjungi oleh peziarah yang ingin mengenang jasa sang sultan dalam mempertahankan kedaulatan Ternate.
Benteng Tolukko
Benteng Tolukko adalah salah satu benteng peninggalan Kesultanan Ternate yang masih berdiri kokoh hingga kini. Terletak di Kelurahan Sangaji, Ternate Utara, benteng ini dibangun di atas bukit batu dan menawarkan pemandangan laut yang indah. Meskipun ada perbedaan pendapat mengenai asal usul namanya, benteng ini diyakini dibangun pada masa kolonial Portugis dan kemudian digunakan oleh Kesultanan Ternate sebagai pertahanan terhadap serangan musuh. Benteng Tolukko menjadi saksi bisu berbagai peristiwa sejarah yang terjadi di Ternate.
Museum Kedaton Kesultanan Ternate
Museum Kedaton Kesultanan Ternate, yang terletak di Jalan Sultan Khairun, Kelurahan Sao-Siao, Ternate Utara, menyimpan berbagai artefak bersejarah peninggalan kesultanan. Di museum ini, pengunjung dapat melihat koleksi perhiasan emas, pakaian kebesaran sultan, senjata tradisional, serta berbagai benda bersejarah lainnya yang mencerminkan kejayaan Kesultanan Ternate di masa lalu. Museum ini menjadi destinasi wisata edukatif bagi mereka yang ingin mempelajari sejarah dan budaya Ternate lebih dalam.
Peninggalan-peninggalan tersebut tidak hanya menjadi saksi bisu kejayaan masa lalu Kesultanan Ternate, tetapi juga menjadi warisan budaya yang terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat setempat. Melalui situs-situs bersejarah ini, generasi masa kini dapat belajar dan menghargai sejarah panjang serta kontribusi Kesultanan Ternate dalam perkembangan budaya dan agama di Indonesia.