Peradaban India adalah salah satu peradaban tertua dan terbesar di dunia. Peradaban ini berkembang di sepanjang dua sungai utama, yaitu Sungai Indus dan Sungai Gangga, yang menjadi sumber kehidupan bagi masyarakatnya. Peradaban India memiliki sejarah yang panjang dan kaya, yang mencakup berbagai aspek seperti ekonomi, sosial, budaya, politik, agama, seni, dan ilmu pengetahuan. Peradaban India juga memberikan pengaruh besar bagi peradaban lain di Asia dan dunia.
Peradaban Lembah Indus
Peradaban Lembah Indus adalah peradaban pertama yang muncul di India. Peradaban ini berlangsung sekitar tahun 3300-1700 SM1. Peradaban ini juga disebut sebagai peradaban Harappa, karena salah satu kota terbesarnya adalah Harappa2. Kota lain yang terkenal adalah Mohenjodaro, yang berarti “gundukan mati” dalam bahasa Sindhi2. Kedua kota ini terletak di Provinsi Sindh, Pakistan sekarang2.
Peradaban Lembah Indus memiliki ciri khas sebagai peradaban yang maju dan teratur. Masyarakatnya memiliki sistem irigasi, sanitasi, tata kota, tulisan, perdagangan, dan pemerintahan yang baik23. Mereka juga menghasilkan berbagai produk kerajinan seperti tembikar, perhiasan, patung, mainan, dan segel3. Mereka juga memiliki kepercayaan religius yang berkaitan dengan alam, binatang, dan dewa-dewi3.
Penduduk asli peradaban Lembah Indus adalah bangsa Dravida, yang memiliki ciri fisik berkulit gelap, hidung pesek, bibir tebal, mata cokelat, dan postur pendek3. Bangsa Dravida memiliki hubungan dagang dengan peradaban Mesir, Mesopotamia, dan Arab2. Mereka juga memiliki bahasa sendiri yang belum dapat ditafsirkan sampai sekarang3.
Peradaban Lembah Indus mengalami kemunduran sekitar tahun 1700 SM. Penyebabnya belum diketahui pasti, tetapi ada beberapa kemungkinan seperti bencana alam, perubahan iklim, atau invasi dari bangsa lain3.
Peradaban Lembah Gangga
Peradaban Lembah Gangga adalah peradaban kedua yang muncul di India. Peradaban ini berlangsung sekitar tahun 1500-500 SM3. Peradaban ini juga disebut sebagai peradaban Weda atau peradaban Arya, karena didominasi oleh bangsa Arya yang datang dari wilayah Kaukasus sekitar Laut Kaspia3. Bangsa Arya adalah bangsa peternak nomaden yang berpindah ke selatan untuk mencari kehidupan yang lebih baik3.
Bangsa Arya menyerbu bangsa Dravida dan mengambil alih lembah Indus. Mereka kemudian memindahkan pusat peradabannya ke lembah Gangga, yang lebih subur dan luas3. Mereka membawa budaya dan bahasa mereka sendiri, yaitu bahasa Sanskerta3. Mereka juga membawa kitab suci mereka, yaitu Weda3.
Peradaban Lembah Gangga memiliki ciri khas sebagai peradaban yang berkembang dalam bidang agama dan filsafat. Masyarakatnya memiliki sistem kasta atau warna, yang membedakan status sosial mereka berdasarkan pekerjaan dan keturunan3. Mereka juga mengembangkan konsep Hinduisme, yang merupakan agama tertua di dunia4. Hinduisme mengajarkan tentang adanya Brahman sebagai sumber segala sesuatu, atman sebagai jiwa manusia, karma sebagai hukum sebab akibat, reinkarnasi sebagai siklus kelahiran kembali, dharma sebagai tugas hidup manusia, moksa sebagai pembebasan dari siklus reinkarnasi, dan trimurti sebagai manifestasi Brahman dalam tiga dewa utama, yaitu Brahma, Wisnu, dan Siwa4.
Peradaban Lembah Gangga juga melahirkan dua tokoh agama yang terkenal, yaitu Mahavira dan Gautama Buddha. Mahavira adalah pendiri agama Jainisme, yang mengajarkan tentang ahimsa atau non-kekerasan, anekantavada atau relativisme, dan aparigraha atau non-kekayaan1. Gautama Buddha adalah pendiri agama Buddha, yang mengajarkan tentang empat kebenaran mulia, yaitu dukkha atau penderitaan, samudaya atau penyebab penderitaan, nirodha atau penghentian penderitaan, dan magga atau jalan menuju penghentian penderitaan1. Agama Buddha kemudian menyebar ke berbagai negara di Asia, seperti Sri Lanka, Tibet, China, Jepang, Korea, dan Thailand1.
Peradaban Lembah Gangga mengalami kemajuan sekitar tahun 500 SM. Pada masa ini, muncul berbagai kerajaan dan dinasti yang berkuasa di India. Salah satu yang terkenal adalah Kerajaan Magadha, yang melahirkan raja-raja besar seperti Bimbisara, Ajatasatru, Mahapadma Nanda, Candragupta Maurya, Asoka, dan Candragupta II1. Mereka berhasil mempersatukan sebagian besar India dan membawa kemakmuran dan perdamaian bagi rakyatnya1.
Kehidupan Masyarakat India Kuno
Masyarakat India Kuno memiliki kehidupan yang beragam dan dinamis. Mereka memiliki berbagai aspek kehidupan yang dapat dikaji sebagai berikut.
A. Ekonomi
Masyarakat India Kuno memiliki ekonomi yang berkembang dalam bidang pertanian, peternakan, kerajinan, perdagangan, dan industri. Mereka menanam berbagai tanaman seperti padi, gandum, jelai, kacang-kacangan, kapas, tebu, rempah-rempah, dan buah-buahan3. Mereka juga memelihara berbagai hewan seperti sapi, kerbau, kambing, domba, kuda, gajah, unta, anjing, dan ayam3. Mereka menghasilkan berbagai produk kerajinan seperti tembikar, perhiasan dari emas dan perak, patung dari batu dan logam, mainan dari tanah liat dan kayu, segel dari tanah liat dan batu permata3. Mereka juga menghasilkan berbagai produk industri seperti kain dari kapas dan sutra, kertas dari bambu dan kulit binatang, tinta dari jelaga dan getah pohon, senjata dari besi dan perunggu, obat-obatan dari tumbuhan dan mineral3.
Masyarakat India Kuno memiliki perdagangan yang luas baik dalam maupun luar negeri. Mereka menggunakan berbagai alat tukar seperti koin dari emas dan perak, barang-barang bernilai seperti sapi dan garam, dan satuan ukur seperti karsha (16 gram) dan pala (4 gram)3. Mereka memiliki jalur perdagangan darat yang menghubungkan berbagai kota di India dengan menggunakan kereta kuda atau gajah3. Mereka juga memiliki jalur perdagangan laut yang menghubungkan India dengan negara-negara lain seperti Mesir, Mesopotamia, Arab, Persia, Yunani, Roma, Cina, dan Asia Tenggara3. Mereka mengekspor berbagai barang seperti kain sutra, rem pah-rempah, emas, perak, mutiara, berlian, dan gading3. Mereka mengimpor berbagai barang seperti kuda, unta, gandum, anggur, kaca, tembaga, timah, dan sutra3.
B. Sosial Budaya
Masyarakat India Kuno memiliki sosial budaya yang unik dan beragam. Mereka memiliki sistem kasta atau warna yang membedakan status sosial mereka berdasarkan pekerjaan dan keturunan3. Sistem ini terdiri dari empat kasta utama, yaitu Brahmana (pendeta), Ksatria (pejuang), Waisya (pedagang), dan Sudra (pekerja). Di luar empat kasta ini, ada juga golongan yang disebut Paria atau Dalit, yang dianggap sebagai orang hina dan terbuang. Sistem kasta ini sangat ketat dan tidak dapat berubah seumur hidup. Sistem ini juga mempengaruhi hak, kewajiban, hubungan, dan kehidupan sosial masyarakat India Kuno.
Masyarakat India Kuno memiliki budaya yang kaya dan beraneka ragam. Mereka memiliki berbagai kepercayaan religius, seperti Hinduisme, Buddha, Jainisme, dan Sikhisme. Mereka juga memiliki berbagai filsafat dan aliran pemikiran, seperti Wedanta, Samkhya, Yoga, Nyaya, Waisesika, Mimamsa, dan Lokayata. Mereka juga memiliki berbagai sastra dan seni, seperti Weda, Ramayana, Mahabharata, Purana, Upanisad, Bhagawadgita, Arthasastra, Kamasutra, Natyasastra, Sanghyang Kamahayanikan, dan Mahawanso. Mereka juga memiliki berbagai bentuk kesenian seperti musik, tari, teater, lukisan, pahatan, arsitektur, dan kaligrafi.
C. Politik
Masyarakat India Kuno memiliki politik yang dinamis dan bervariasi. Mereka memiliki berbagai bentuk pemerintahan, seperti monarki absolut, monarki konstitusional, oligarki, republik, dan demokrasi. Mereka juga memiliki berbagai sistem administrasi, seperti pusat-sentris, daerah-sentris, federal, dan konfederasi. Mereka juga memiliki berbagai lembaga politik, seperti raja, menteri, dewan, majelis, hakim, dan duta besar.
Masyarakat India Kuno memiliki sejarah politik yang panjang dan kompleks. Mereka mengalami berbagai peristiwa politik penting, seperti invasi Arya, perang Kuruksetra, penyatuan India oleh Maurya, penyebaran Buddha oleh Asoka, penjajahan Yunani oleh Seleukos, penjajahan Persia oleh Darius, penjajahan Arab oleh Muhammad bin Qasim, penjajahan Turki oleh Mahmud Ghazni, penjajahan Mongol oleh Genghis Khan, penjajahan Inggris oleh East India Company, pergerakan kemerdekaan India oleh Mahatma Gandhi, pembagian India menjadi India dan Pakistan oleh Lord Mountbatten, dan perang antara India dan Pakistan.
Masyarakat India Kuno memiliki hubungan politik dengan negara-negara lain. Mereka memiliki hubungan baik dengan negara-negara tetangga seperti Nepal, Sri Lanka, Bangladesh, Bhutan, dan Tibet. Mereka juga memiliki hubungan dagang dengan negara-negara jauh seperti Mesir, Mesopotamia, Arab, Persia, Yunani, Roma, Cina, dan Asia Tenggara. Mereka juga memiliki hubungan budaya dengan negara-negara lain seperti Cina, Jepang, Korea, Thailand, Kamboja, Vietnam, Indonesia, Malaysia, dan Filipina.
Sumber:
(1) Sejarah India – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_India.
(2) Sejarah Peradaban India Kuno – Kompas.com. https://www.kompas.com/skola/read/2020/05/29/113000769/sejarah-peradaban-india-kuno.
(3) Peradaban India Kuno (Sungai Indus & Gangga): Sejarah, Peninggalan. https://www.studiobelajar.com/peradaban-india-kuno/.
(4) Mengenal Peradaban India Kuno – Materi Sejarah Kelas 10 – Zenius Education. https://www.zenius.net/blog/peradaban-india-kuno.