1. Pengertian Prestasi Belajar
Prestasi belajar merupakan istilah yang sering digunakan dalam dunia pendidikan untuk menggambarkan hasil dari proses belajar. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), prestasi diartikan sebagai hasil yang telah dicapai dari kegiatan yang dilakukan. Pengertian ini mencerminkan esensi prestasi sebagai indikator keberhasilan individu dalam memenuhi target yang telah ditetapkan.
Secara etimologis, istilah prestasi berasal dari bahasa Belanda “prestatie”, yang berarti hasil yang dicapai. Menurut Syaiful Bahri Djamarah, prestasi adalah hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas belajar. Definisi ini menekankan bahwa prestasi belajar tidak hanya bersifat kuantitatif (misalnya nilai atau angka) tetapi juga kualitatif, seperti perubahan dalam pemahaman, keterampilan, atau sikap.
Dalam pandangan lain, Nasrun Harahap menyebutkan bahwa prestasi merupakan penilaian pendidikan terhadap perkembangan dan kemajuan murid dalam penguasaan materi pelajaran serta nilai-nilai dalam kurikulum. Penekanan ini menyoroti bahwa prestasi belajar berhubungan erat dengan penilaian hasil belajar siswa di sekolah.
2. Pengertian Belajar
Belajar adalah proses fundamental dalam kehidupan manusia. Secara sederhana, belajar dapat dipahami sebagai usaha yang dilakukan individu untuk mencapai perubahan, baik dalam pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Menurut Drs. Moh. Uzer Usman, belajar adalah “proses perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dan lingkungan.”
Sementara itu, Hilgard dan Bower mengartikan belajar sebagai perubahan tingkah laku seseorang terhadap suatu situasi tertentu, yang dihasilkan dari pengalaman berulang dalam situasi tersebut. Definisi ini menggarisbawahi bahwa belajar adalah proses adaptif yang berlangsung secara progresif.
Dari berbagai definisi yang telah disebutkan, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah proses yang menghasilkan perubahan pada individu, baik secara fisik maupun psikis. Perubahan ini mencakup cara berpikir, keterampilan, kebiasaan, hingga sikap yang menunjukkan perkembangan kualitatif individu.
3. Hubungan antara Prestasi dan Belajar
Prestasi belajar merupakan hasil dari proses belajar yang dilakukan individu. Syaiful Bahri Djamarah menegaskan bahwa prestasi belajar mencerminkan kesan-kesan yang diperoleh dari proses belajar, baik berupa pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Dengan kata lain, prestasi belajar adalah wujud nyata dari keberhasilan proses belajar yang telah dilalui siswa.
4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Prestasi belajar siswa tidak terlepas dari berbagai faktor yang mempengaruhi. Secara garis besar, faktor-faktor ini dapat dikelompokkan menjadi dua kategori utama: faktor internal dan faktor eksternal.
4.1 Faktor Internal
Faktor internal berasal dari dalam diri siswa, meliputi:
- Faktor fisiologis: mencakup kondisi kesehatan dan kebugaran fisik siswa. Kesehatan tubuh yang baik akan mendukung kemampuan siswa dalam memahami dan menyerap pelajaran.
- Faktor psikologis: meliputi minat, bakat, motivasi, dan inteligensi. Faktor ini berpengaruh besar terhadap keberhasilan belajar siswa. Motivasi belajar, misalnya, menjadi pendorong utama yang menentukan sejauh mana siswa bersungguh-sungguh dalam belajar.
4.2 Faktor Eksternal
Faktor eksternal melibatkan elemen-elemen dari luar diri siswa yang memengaruhi proses belajar, antara lain:
- Faktor lingkungan:
- Lingkungan sosial: mencakup interaksi dengan teman, keluarga, dan guru. Hubungan yang harmonis dan mendukung dapat memberikan pengaruh positif pada motivasi dan semangat belajar siswa.
- Lingkungan non-sosial: seperti kondisi fisik sekolah, suhu ruangan, dan fasilitas belajar.
- Faktor instrumental:
- Sarana fisik: seperti gedung sekolah, ruang kelas, dan fasilitas pendukung lainnya.
- Kurikulum: materi pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
- Strategi pembelajaran: metode pengajaran yang digunakan guru untuk menyampaikan materi pelajaran.
Menurut Roestiyah, keadaan keluarga juga memainkan peran penting dalam memengaruhi prestasi belajar siswa. Faktor-faktor tersebut meliputi:
- Cara orang tua mendidik: pola asuh yang demokratis dan mendukung dapat membantu siswa meraih prestasi belajar yang optimal.
- Suasana keluarga: lingkungan keluarga yang harmonis menciptakan suasana belajar yang kondusif.
- Pengertian orang tua: perhatian dan dukungan dari orang tua terhadap pendidikan anak sangat berpengaruh pada motivasi belajar siswa.
5. Tantangan dalam Mencapai Prestasi Belajar
Proses untuk mencapai prestasi belajar tidak terlepas dari tantangan dan rintangan. Siswa harus menghadapi berbagai tekanan, baik dari diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Menurut Djalinus Syah, prestasi adalah hasil dari kerja keras yang dilakukan secara konsisten. Oleh karena itu, kemampuan siswa untuk mengelola waktu, menjaga kesehatan, dan mempertahankan motivasi sangat diperlukan.
Kesimpulan
Prestasi belajar merupakan gambaran dari hasil proses belajar yang mencerminkan perubahan pada individu. Faktor internal seperti motivasi, inteligensi, dan kondisi fisik, serta faktor eksternal seperti lingkungan sosial dan sarana pendidikan, memainkan peran penting dalam menentukan prestasi belajar. Upaya kolaboratif antara siswa, guru, dan keluarga sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung pencapaian prestasi optimal.
Referensi
- Syaiful Bahri Djamarah, Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru. Surabaya: Usaha Nasional, 1994.
- Suharsimi Arikunto, Manajemen Pengajaran Secara Manusia. Jakarta: Rineka Cipta, 1990.
- Hilgard, Ernest R., and Gordon H. Bower, Theories of Learning. New York: Appleton-Century-Crofts, 1966.
- Drs. Moh. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1995.